BPKAD Kab.Tangerang

BPKAD Kab.Tangerang
Award financial 2024.

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA
Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1446 Hijriah

MITRAPUBLIKNEWS CHANNEL

Recent post

Instruksi Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea: Aksi Damai Besar-Besaran di Thamrin-Sudirman 24 September 2026, Serahkan Petisi RUU Buruh ke Presiden Prabowo




JAKARTA | Mitrapubliknews.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN, yang juga President ASEAN Trade Union Council (ASEANTUC), *Andi Gani Nena Wea, S.H., M.H.,mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh jajaran KSPSI AGN di seluruh Indonesia untuk melaksanakan, Aksi Damai Besar-Besaran di Jakarta pada Kamis, 24 September 2026.


Instruksi tersebut disampaikan Andi Gani melalui video resmi yang didampingi jajaran pengurus DPP KSPSI AGN di Jakarta. Aksi damai ini akan dipusatkan di *Kawasan Jalan M.H. Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.*


Andi Gani menegaskan, aksi tersebut bertujuan untuk *mendampingi delegasi pimpinan-pimpinan Konfederasi Buruh yang tergabung dalam Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia* untuk menyerahkan *Petisi RUU Ketenagakerjaan versi buruh* kepada *Presiden Republik Indonesia Bapak H. Prabowo Subianto.*


> "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera untuk kita semua. Hidup buruh! Untuk seluruh jajaran KSPSI AGN di seluruh Indonesia, saya menginstruksikan pada hari Kamis tanggal 24 September 2026 kita akan melaksanakan aksi damai besar-besaran di Kawasan Thamrin dan Sudirman," ujar Andi Gani dalam video tersebut.


Lebih lanjut, Andi Gani menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan selama aksi berlangsung. Ia meminta seluruh peserta aksi untuk menggunakan helm, tertib berlalu lintas, dan tidak membahayakan diri sendiri maupun pengendara lain.


Ia juga menginstruksikan agar seluruh massa aksi tetap berada dalam barisan, mengikuti instruksi dari koordinator lapangan dan mobil komando, serta tidak keluar dari barisan.


> "Kita akan mengadakan aksi delegasi dengan damai. Ketika selesai mendapatkan hasil pertemuan dari Istana Negara, saya instruksikan kepada seluruh anggota KSPSI AGN untuk dapat meninggalkan Jakarta dengan damai," tegasnya.


Andi Gani yang juga dikenal sebagai tokoh buruh nasional tersebut menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran KSPSI AGN yang tetap teguh, militan, dan loyal dalam perjuangan.


Di akhir instruksinya, Andi Gani menyebut aksi ini akan menjadi bagian dari torehan sejarah gerakan buruh Indonesia.


> "Sampai jumpa di Jakarta, selamat datang di medan perjuangan. Kita akan bersama-sama akan menjadi bagian dari torehan sejarah Gerakan Buruh Indonesia. Terima kasih, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hidup Buruh! Hidup Buruh! Hidup KSPSI AGN!" tutupnya.




Sebelumnya, seruan aksi dari KSPSI AGN Kabupaten Tangerang & Kota Tangsel juga beredar, menyerukan konvoi *100 ribu sepeda motor untuk "Kunci Jakarta"* menuju Gedung DPR RI sebagai bentuk protes karena DPR dinilai mengabaikan draf usulan murni dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia.


Aparat kepolisian diprediksi akan melakukan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas di sepanjang jalur Tangerang-Jakarta serta kawasan Thamrin-Sudirman dan Istana Negara pada Kamis besok.


*REDAKSI: Mitra Publik *

Nekat! Mobil Ketua GP Ansor Pakuhaji Dibobol di Pinggir Jalan Utama Tangerang, Uang Perusahaan Rp200 Juta Raib Saat Sholat Ashar




TANGERANG | Mitrapubliknews.com – Aksi kriminalitas jalanan bermodus pecah pintu kendaraan terjadi secara nekat di wilayah Kota Tangerang. Korban dalam insiden ini diketahui adalah Muhamad Zikri Fahmi, yang merupakan Ketua GP Ansor Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, sekaligus berprofesi sebagai kontraktor. Akibat kejadian tersebut, uang tunai milik perusahaan sebesar Rp200 juta beserta berbagai dokumen penting raib digondol pelaku.


Peristiwa pencurian dengan pemberatan ini terjadi pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bersama anak dan istrinya menghentikan kendaraan dan memarkirkannya di sekitar Musholah Al-Qonaah, Jalan Taruna, Taman Gajah Tunggal, Kel. Babakan, Kec Tangerang, Kota Tangerang (tepat di samping Kali Cisadane) untuk melaksanakan ibadah sholat ashar.


Meskipun lokasi kejadian berada di pinggir jalan utama dan dalam situasi lalu lintas yang sangat ramai, hal tersebut tidak menyurutkan niat tersangka. Pelaku secara nekat melancarkan aksinya dengan memecahkan pintu kanan belakang kendaraan korban yang sedang ditinggal beribadah. Dari dalam mobil, pelaku dengan cepat menggasak sebuah tas berisi uang tunai dalam jumlah besar serta berkas berharga.




Sebelumnya, korban baru saja melakukan penarikan uang cash senilai Rp147 juta di Bank BJB Tangerang, ditambah uang tunai lain di dalam tas sebesar Rp53 juta, sehingga total kerugian tunai mencapai Rp200 juta. Selain uang, pelaku membawa kabur dokumen vital berupa KTP, SIM, STNK, berkas perusahaan, stempel perusahaan, hingga buku cek.


Pasca-kejadian, korban langsung menghubungi Call Center 110. Pihak kepolisian dari Polsek Benteng di bawah wilayah hukum Polres Metropolitan Tangerang Kota dilaporkan langsung bergerak cepat menuju lokasi. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara mendalam serta memantau rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian guna mengidentifikasi dan memburu tersangka yang nekat beraksi di tengah keramaian tersebut. (*/ Kang Eben).

Polsek Mauk Monitoring Stok BBM dan Antrean di Sejumlah SPBU




Mauk,Tangerang | Mitrapubliknews.com Personel Polsek Mauk melaksanakan pengecekan dan monitoring ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) serta kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang berada di wilayah hukum Polsek Mauk, Polresta Tangerang, Rabu (23/9/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB dan dipimpin Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana, S.M., S.Pd. Monitoring dilakukan sebagai langkah untuk memastikan ketersediaan BBM bagi masyarakat serta memantau situasi antrean di SPBU.


Berdasarkan hasil pengecekan, di SPBU 34-15518 yang berlokasi di Jalan Raya Ir. Sutami, Kampung Kendal, Desa Karang Anyar, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, tersedia stok Pertalite sebanyak 19.518 liter, Pertamax 22.588 liter, Pertamax Green 3.245 liter, dan Pertamina Dex 8.126 liter. Sementara stok Biosolar, Dexlite, dan Premium tercatat nihil.


Sementara itu, di SPBU 34-15522 yang berada di Jalan Raden Machmud, Kelurahan Mauk Timur, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, tersedia stok Pertalite sebanyak 10.832 liter. Untuk jenis BBM lainnya yang tercantum dalam laporan, stok tercatat nihil.


Petugas juga melakukan pemantauan terhadap situasi antrean kendaraan di SPBU. Dari hasil monitoring, kondisi antrean kendaraan masih berjalan normal dan tidak ditemukan kepadatan yang mengganggu aktivitas masyarakat.




Di wilayah hukum Polsek Mauk sendiri terdapat tiga SPBU Pertamina yang menjadi bagian dari pemantauan ketersediaan BBM. Kegiatan pengecekan secara berkala dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi stok dan situasi di lapangan.


Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana mengatakan, monitoring tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan pelayanan kebutuhan BBM masyarakat berjalan dengan baik.


(*/ Kang Eben).

Polda Banten Gandeng Gyokai untuk Tekan Angka Pengangguran, Polresta Tangerang Dukung Program Poliran




Tangerang| Mitrapubliknews.com -- Polresta Tangerang mendukung optimalisasi program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dan pendidikan vokasi industri sebagai upaya memperluas akses masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap keterampilan dan lapangan pekerjaan.


Dukungan tersebut sejalan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Banten dan PT Gyokai Indonesia Kompeten dalam optimalisasi program Poliran dan pendidikan vokasi industri yang berlangsung di Gedung Gyokai Indonesia Kompeten, Cisoka, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026).


Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, persoalan pengangguran tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga berpotensi berimplikasi terhadap kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat.


Berdasarkan data yang disampaikannya, tingkat pengangguran di Provinsi Banten saat ini mencapai sekitar 6,7 persen atau sekitar 650.000 orang. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kepolisian mendorong kolaborasi dengan dunia industri untuk membuka akses pendidikan, pelatihan, hingga pekerjaan.


"Apabila tingkat pengangguran tidak bisa kita kurangi, tentu akan berimplikasi terhadap gangguan kamtibmas. Kegiatan hari ini adalah wujud kehadiran negara dan pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut," ujar Hengki.



Menurutnya, program Poliran yang telah berjalan sekitar dua tahun diarahkan untuk memberikan keterampilan kepada masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap. Program tersebut kemudian diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia industri, salah satunya melalui pendidikan vokasi yang diselenggarakan PT Gyokai Indonesia Kompeten.


Program tersebut menghubungkan pendidikan SMK dengan kebutuhan perusahaan melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik. Sekitar 30 hingga 40 persen pembelajaran dilakukan di kelas, sedangkan 60 persen lainnya dilaksanakan langsung di industri.


Melalui pola tersebut, peserta didik tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja sebelum lulus, tetapi juga berkesempatan memperoleh penghasilan selama mengikuti program.


"Sambil sekolah mereka bisa bekerja di industri dan mempunyai penghasilan. Saat magang satu tahun, mereka menerima upah sekitar 80 persen, dan setelah lulus serta bekerja 100 persen, mereka akan menerima upah sesuai dengan UMK atau UMP setempat," jelas Hengki.


PT Gyokai Indonesia Kompeten saat ini memiliki kemitraan dengan sekitar 200 perusahaan yang dapat menjadi tempat magang maupun penempatan kerja peserta program.


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, Polresta Tangerang siap mendukung implementasi program tersebut, khususnya karena Kabupaten Tangerang merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas industri yang cukup besar.


Menurutnya, keberadaan industri harus dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah sekitar.


"Kami juga memiliki tanggung jawab untuk ikut mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang aman, produktif, dan memiliki peluang ekonomi," ujar Indra Waspada.


Dia mengatakan, program yang mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri memiliki nilai strategis karena memberikan bekal keterampilan sekaligus membuka akses yang lebih jelas menuju dunia kerja.


Indra Waspada menambahkan, pihaknya akan mendorong jajaran di tingkat Polsek untuk turut membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, sekolah, tokoh masyarakat dan dunia usaha dalam mendukung program-program pemberdayaan masyarakat.


"Semangatnya adalah kolaborasi. Ketika pemerintah, kepolisian, dunia pendidikan dan dunia industri bergerak bersama, kita berharap semakin banyak masyarakat usia produktif yang mendapatkan akses pelatihan dan pekerjaan," tuturnya.




Sementara itu, CEO PT Gyokai Indonesia Kompeten Teguh Imam Pambudi mengatakan, pihaknya membuka kesempatan bagi masyarakat usia produktif untuk mengikuti pelatihan sekaligus mendapatkan akses penempatan kerja.


"Nanti dilatih sama kita dan ditempatkan di perusahaan yang cocok. Tidak ada sarana (syarat khusus) tertentu buat masyarakat yang ingin masuk ke sini. Selama umurnya masih produktif, silakan kemari saja. Nanti kita cari penempatannya yang sesuai dengan spesifikasi perusahaan," kata Teguh.


Meski demikian, peserta tetap harus mengikuti tahapan seleksi untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan industri. Proses tersebut meliputi pendaftaran, pemeriksaan fisik, rangkaian tes hingga wawancara.


Setelah seluruh tahapan selesai, peserta akan ditempatkan pada perusahaan yang sesuai dengan spesifikasi dan kompetensinya.


"Kita ada mekanismenya. Mulai dari mendaftar di sini, pengecekan fisik, lalu mengikuti rangkaian tes hingga wawancara. Setelah wawancara selesai, baru dilakukan penempatan kerja," pungkasnya.


(*/ Kang Eben).

Dunia Hukum Tangerang Berduka, PPBNI Satria Banten Sampaikan Bela sungkawa Atas Wafatnya H. Deden Syuoron, S.H., M.H




TANGERANG  | Mitrapubliknews.com – Keluarga Besar PPBNI Satria Banten menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya H. Deden Syuoron, S.H., M.H., yang dikenal sebagai Penasihat Hukum Pemerintah Kabupaten Tangerang.


Duka dan belasungkawa tersebut disampaikan oleh Muhlisin Arya, S.H., M.H., C.M.E., C.P.L.A., yang akrab disapa Bang Arya, selaku Biro Hukum DPP PPBNI Satria Banten sekaligus praktisi hukum/advokat di Tangerang.


Menurut Bang Arya, kepergian almarhum merupakan kabar duka, tidak hanya bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga bagi rekan-rekan yang mengenal almarhum dalam lingkungan profesi dan pengabdian di bidang hukum.


“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama pribadi, Biro Hukum DPP dan keluarga besar PPBNI Satria Banten, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya H. Deden Syuoron, S.H., M.H. Semoga almarhum husnul khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Bang Arya.


Bang Arya mengatakan, setiap insan pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta. Namun ilmu, kebaikan, pengabdian dan manfaat yang diberikan seseorang semasa hidup akan selalu meninggalkan kenangan bagi keluarga, sahabat, rekan sejawat maupun masyarakat.


Menurutnya, sebagai sesama insan yang berkecimpung di bidang hukum, sudah sepantasnya memberikan penghormatan atas pengabdian almarhum sekaligus mendoakan agar segala ilmu dan kebaikan yang pernah diberikan menjadi bagian dari amal jariyah.


“Kami mendoakan semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan kebaikan almarhum, mengampuni segala khilafnya, melapangkan kuburnya serta memberikan rahmat dan tempat yang mulia di sisi-Nya,” ungkapnya.


PPBNI Satria Banten juga menyampaikan doa dan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan, kesabaran, keikhlasan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.


Bang Arya menambahkan bahwa kabar duka seperti ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa jabatan dan profesi pada akhirnya akan selesai,Sementara nama baik, ilmu, pengabdian dan manfaat kepada sesama akan menjadi bagian yang dikenang.


“Selamat jalan H. Deden Syuoron, S.H., M.H. Semoga setiap ilmu yang pernah dibagikan, setiap kebaikan yang dilakukan dan setiap pengabdian yang diberikan menjadi amal yang terus mengalir. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan. Kami turut merasakan kehilangan ini,” tutup Bang Arya.


(*/ Kang Eben).

Polda Banten Ucapkan Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71



SERANG BANTEN | Mitrapubliknews.com – Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H., beserta staf dan jajaran Polda Banten mengucapkan Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang diperingati pada 22 September 2026.


Peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tahun 2026 mengusung semangat “Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri”, sebagai momentum untuk memperkuat komitmen Korps Lalu Lintas Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.


Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel lalu lintas yang selama ini telah menjalankan tugas dengan penuh dedikasi dalam memberikan pelayanan, pengaturan, penjagaan, pengawalan serta penegakan hukum di bidang lalu lintas.


“Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71. Jadikan momentum ini untuk terus meningkatkan profesionalisme, memberikan pelayanan yang humanis dan responsif, serta hadir memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh pengguna jalan,” ujar Kapolda Banten pada Selasa (22/09). 


Kapolda menekankan bahwa tantangan tugas kepolisian di bidang lalu lintas semakin kompleks seiring meningkatnya mobilitas masyarakat. Karena itu, diperlukan peningkatan kualitas pelayanan dan pemanfaatan teknologi untuk mendukung terciptanya lalu lintas yang aman, tertib dan lancar.


“Polantas harus terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kehadiran polisi lalu lintas harus mampu memberikan solusi serta membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menciptakan budaya tertib berlalu lintas,” katanya.


Sementara itu, Wakapolda Banten Brigjen Pol. Iwan Saktiadi, S.I.K., M.H., M.Si., turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran lalu lintas atas pengabdian dan kerja keras dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


“Semoga di usia ke-71 ini, jajaran lalu lintas semakin Presisi, semakin dekat dengan masyarakat dan semakin profesional dalam memberikan pelayanan serta menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan,” ungkapnya.


Polda Banten juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 sebagai momentum meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan dalam berlalu lintas, karena keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama.


“Selamat Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71. Polantas Presisi, Mengabdi untuk Negeri.”. (*/ Kang Eben).

Kapolda Banten Buka UKW PWI Banten Angkatan ke-28, Tekankan Profesionalisme dan Integritas Wartawan di Era Digital




SERANG  Banten | Mitrapubliknews.com – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menghadiri sekaligus membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Provinsi Banten Angkatan ke-28 Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Serbaguna Polda Banten, Selasa (22/09/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Banten, Ketua PWI Provinsi Banten, pengurus PWI, tim penguji, serta 53 peserta Uji Kompetensi Wartawan.


Dalam sambutannya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan apresiasi kepada PWI Provinsi Banten, para penguji, panitia, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan UKW Angkatan ke-28.




Kapolda Banten mengatakan bahwa tema “Meningkatkan Profesionalisme dan Integritas Wartawan di Era Digital” sangat relevan dengan perkembangan dunia informasi saat ini. Kemajuan teknologi membuat informasi dapat tersebar dalam hitungan detik, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan berupa hoaks, disinformasi, dan informasi yang belum melalui proses verifikasi.


“Kecepatan memang penting, tetapi kebenaran tetap harus menjadi yang utama,” ujar Kapolda Banten.


Menurutnya, UKW tidak sekadar menjadi proses untuk memperoleh predikat kompeten, tetapi juga menjadi sarana untuk mengukur kemampuan, meningkatkan profesionalisme, serta meneguhkan tanggung jawab wartawan kepada masyarakat.


“Kompetensi menunjukkan kemampuan seorang wartawan, sedangkan integritas menentukan bagaimana kemampuan tersebut digunakan. Keduanya harus berjalan beriringan untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.


Kapolda Banten juga menegaskan bahwa pers merupakan mitra strategis Polri dalam pelaksanaan tugas, khususnya dalam menyampaikan informasi, memberikan edukasi kepada masyarakat, dan menjalankan fungsi kontrol sosial.


Ia menekankan bahwa kemitraan antara Polri dan pers tidak berarti harus selalu memiliki pandangan yang sama. Kritik yang objektif dan konstruktif tetap diperlukan sebagai bahan evaluasi bagi kepolisian untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


“Kami tidak berharap pers hanya menyampaikan hal-hal yang baik tentang kepolisian. Yang kami harapkan adalah informasi yang berdasarkan fakta, berimbang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Banten juga mendorong penguatan kemitraan antara Polda Banten dan insan pers, termasuk dengan menyiapkan ruang kerja bagi wartawan di lingkungan Polda Banten sebagai bagian dari dukungan terhadap kelancaran tugas jurnalistik dan komunikasi publik.




“Ini merupakan bentuk kemitraan kita dengan rekan-rekan media. Informasi yang baik tentang kinerja Polri dapat disampaikan kepada masyarakat, sementara kekurangan dalam pelaksanaan tugas juga dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bagi kami,” katanya.


Kepada 53 peserta UKW, Kapolda Banten menitipkan lima hal penting, yakni memegang teguh kode etik jurnalistik, mengutamakan akurasi dan verifikasi, menjaga independensi serta objektivitas, terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta menghadirkan jurnalisme yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Tetaplah kritis namun konstruktif. Sampaikan fakta secara utuh, berikan edukasi, dan jadikan karya jurnalistik sebagai bagian dari upaya menjaga ruang publik yang sehat,” pesan Kapolda Banten.


Kapolda Banten berharap sinergi antara Polda Banten dan PWI Provinsi Banten terus terjaga melalui komunikasi yang terbuka, profesional, dan saling menghormati, dengan tetap menjaga independensi fungsi masing-masing.


“Pers yang profesional dan Polri yang profesional memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsi kita masing-masing,” tuturnya.




Mengakhiri sambutannya, Kapolda Banten secara resmi membuka Uji Kompetensi Wartawan PWI Provinsi Banten Angkatan ke-28 Tahun 2026 dan berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar serta menghasilkan wartawan yang semakin kompeten, profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.


“Selamat mengikuti uji kompetensi wartawan. Ikuti setiap tahapan dengan sungguh-sungguh dan tunjukkan kemampuan yang terbaik,” tutup Kapolda Banten.  (*/ Kang Eben).

Dilaporkan ke Polisi Dugaan Pelecehan Seksual, Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Ana Supriyatna Sampaikan Hak Jawab dan Bantah Tuduhan




TANGERANG | Mitrapubliknews.com -- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang, Ana Supriyatna, akhirnya menyampaikan hak jawab resmi atas pemberitaan di sejumlah media massa mengenai dugaan pelecehan seksual yang dikaitkan dengan dirinya. Hak jawab disampaikan melalui video klarifikasi berdurasi 9 menit.


Dalam video tersebut, Ana membuka pernyataannya dengan salam dan penghormatan terhadap kerja jurnalistik sesuai *Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers* dan prinsip pemberitaan yang berimbang.


"Sehubungan dengan adanya pemberitaan di sejumlah media massa mengenai dugaan pelecehan seksual yang dikaitkan dengan diri saya selaku Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang. Dengan ini saya menyampaikan hak jawab sebagai bentuk penghormatan terhadap prinsip pemberitaan yang berimbang," ujar Ana.


Berikut 6 poin klarifikasi lengkap yang disampaikan Ana Supriyatna:


*1. Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual*


Ana dengan tegas menolak tuduhan pelecehan seksual yang dialamatkan kepadanya.


"Bahwa terkait pemberitaan dugaan pelecehan seksual, saya menyampaikan bahwa tuduhan sebagaimana dimaksud adalah tidak benar. Saya menolak sebagaimana yang dituduhkan," tegasnya.


Ia menyebut pemberitaan tersebut telah berdampak terhadap nama baik pribadi dan institusi Satpol PP Kabupaten Tangerang.


*2. Alasan Tidak Memberikan Pernyataan Sebelumnya*


Ana menjelaskan alasan dirinya tidak memberikan pernyataan langsung saat dikonfirmasi sejumlah media sebelumnya. Bukan karena menghindar, melainkan menghormati proses internal.


"Alasan saya tidak memberikan pernyataan sebelumnya dari beberapa media yang meminta konfirmasi, saya memilih untuk tidak memberikan penjelasan secara langsung bukan karena menghindar, karena saya menghormati mekanisme pemeriksaan internal yang sedang berlangsung," jelasnya.


Ia mengungkapkan proses klarifikasi telah dilakukan oleh *BKPSDM Kabupaten Tangerang*. Dirinya telah memenuhi panggilan dan memberikan keterangan melalui Berita Acara Klarifikasi (BAK). Namun proses tersebut masih berjalan dan belum menghasilkan keputusan final.


"Oleh karena itu saya tidak ingin memberikan pernyataan yang dapat ditafsirkan sebagai upaya mempengaruhi atau mendahului proses administrasi yang sedang berlangsung," ujarnya.


*3. Kronologi Kejadian Versi Kasatpol PP*


Untuk memberikan gambaran lengkap, Ana menjelaskan konteks kejadian yang menjadi dasar munculnya dugaan.


"Pada saat itu saya memanggil yang bersangkutan dalam rangka untuk mencari informasi terhadap tugas yang dikerjakan bidang pembinaan masyarakat dan aparatur dan mengevaluasi terhadap pelaksanaan di KCT karena yang bersangkutan telah JFT lebih awal dari yang lain," terang Ana.


Pemanggilan dilakukan dalam kapasitas sebagai pimpinan sebagai bagian dari fungsi pembinaan dan pengawasan.


"Pertemuan tersebut berlangsung di dalam ruangan profesional dan dalam suasana kedinasan," katanya.


Dalam pertemuan tersebut, yang bersangkutan menyampaikan keterangan terkait pelaksanaan tugas, kendala operasional serta kondisi pekerjaan di lingkungan bidang. Setelah itu yang bersangkutan bercerita sedang sakit dan merasa takut untuk memberikan informasi.


"Saya pun sebagai pimpinan kemudian memberikan arahan kepada yang bersangkutan agar tidak perlu merasa takut," ucap Ana.


Setelah proses selesai, Ana beranjak menuju pintu keluar ruangan. Pada saat tersebut yang bersangkutan berdiri dan menyodorkan tangan untuk bersalaman.


"Ketika terjadi proses bersalaman terdapat gerakan spontan atau refleks yang saya lakukan sebagai bentuk dukungan moral, penguatan serta motivasi agar yang bersangkutan tetap memiliki keberanian menyampaikan informasi dan menjalankan tugas tanpa perasaan takut," jelasnya.


Ia menegaskan gerakan tersebut tidak memiliki maksud untuk merendahkan harkat dan martabat.


"Gerakan tersebut tidak memiliki maksud untuk merendahkan harkat dan martabat yang bersangkutan. Tidak ada gerakan selain bersalaman seperti biasanya. Namun saya memahami bahwa suatu tindakan atau gestur dapat ditafsirkan berbeda oleh seseorang," ujarnya.


*4. Situasi Setelah Pertemuan*


Ana menambahkan setelah pertemuan selesai, mereka bersama-sama keluar dari ruangan dan menuruni tangga dalam kondisi terbuka dan disaksikan oleh stafnya.


"Peristiwa tersebut berlangsung dalam kondisi terbuka dan disaksikan oleh staf saya. Setelah sampai di pintu keluar saya langsung menuju kendaraan dinas sementara itu yang bersangkutan menyampaikan izin untuk melaksanakan ibadah salat Ashar. Tidak terdapat kejadian lain setelah proses tersebut," paparnya.


*5. Sikap Terhadap Proses Pemeriksaan*


Ana menyatakan menghormati seluruh tahapan pemeriksaan yang dilakukan oleh BKPSDM maupun mekanisme administrasi yang berlaku.


"Saya percaya bahwa setiap laporan harus diproses secara objektif, profesional dan berdasar fakta yang ada. Saya juga menghormati hak setiap pihak untuk menyampaikan laporan maupun memberikan keterangan namun pada saat yang sama saya berharap hak saya untuk mendapatkan perlakuan yang adil dan pemberitaan yang berimbang juga dapat dipenuhi," katanya.


*6. Harapan Terhadap Media - Kedepankan Praduga Tak Bersalah*


Di akhir pernyataan, Ana berharap media mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menyampaikan informasi, terutama terhadap perkara yang masih dalam proses pemeriksaan.


"Praduga tidak bersalah harus tetap menjadi prinsip utama agar setiap pihak mendapatkan perlakuan yang adil. Sebagai Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang saya tetap berkomitmen menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, menjaga profesionalitas organisasi serta menghormati seluruh proses hukum maupun administrasi yang berlaku," tutupnya.


"Demikian hak jawab ini saya sampaikan sebagai bentuk klarifikasi dan upaya menjaga pemberitaan yang berimbang sesuai prinsip jurnalistik sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers," pungkas Ana.


*Keterangan Resmi Polda Banten dan BKPSDM*


Sebelumnya diberitakan, Polda Banten membenarkan telah menerima laporan dugaan pelecehan seksual yang melibatkan Kasatpol PP Kabupaten Tangerang. Laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi. Sementara BKPSDM Kabupaten Tangerang juga masih melakukan proses klarifikasi internal dan belum menetapkan keputusan final.


*Catatan Redaksi Mitra Publik:*


_Berita ini disusun berdasarkan hak jawab resmi dari Ana Supriyatna, Kasatpol PP Kabupaten Tangerang. Dugaan pelecehan seksual masih dalam proses pemeriksaan BKPSDM Kabupaten Tangerang dan penyelidikan Polda Banten. Redaksi menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) dan membuka ruang hak jawab bagi semua pihak sesuai UU Pers._



*Kang Eben*

Bersatu Kolaborasi! Dirut RSUD Balaraja Dr. Hj. Corah Usman di HUT 15 - Gedung 6 Lantai & Bank Banten Diresmikan




TANGERANG | Mitrapubliknews.com -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Balaraja Kabupaten Tangerang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 dengan penuh semangat dan kebersamaan. Mengusung tema *"Bersatu Kolaborasi"*, perayaan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.


Direktur Utama RSUD Balaraja, *Dr.Hj. Corah Usman, MARS* saat ditemui awak media di lobi RSUD Balaraja menyampaikan bahwa tema tersebut menjadi cerminan komitmen seluruh jajaran untuk terus bersinergi.




"Ya, bersatu kolaborasi," ujar Corah singkat namun penuh makna.


Dalam wawancaranya, Corah mengungkapkan berbagai upaya peningkatan fasilitas yang tengah dilakukan RSUD Balaraja. Hal yang paling mencolok adalah pembangunan gedung baru.


"Untuk peningkatan pelayanan, fasilitas apa aja ya tambahan di RSUD Balaraja itu? Sedang berlangsung gedung enam lantai ya," jelasnya kepada wartawan.


Gedung enam lantai tersebut nantinya akan dilengkapi dengan berbagai layanan unggulan untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pasien, termasuk penambahan unit pelayanan cuci darah (hemodialisa) yang sangat dibutuhkan masyarakat.


*Sampaikan Terima Kasih Kepada Bupati dan Sekda*


Pada kesempatan yang sama, Dirut RSUD Balaraja juga tidak lupa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang atas dukungan penuh yang diberikan selama ini.


"Banyak terima kasih kepada Bapak Bupati, Bapak Sekda atas dukungannya untuk sarana prasarana," ucapnya dengan tulus.




Dukungan dari Bupati dan Sekda Kabupaten Tangerang dinilai sangat vital dalam mewujudkan RSUD Balaraja sebagai rumah sakit yang modern dan representatif.


Saat ditanya mengenai harapannya di usia ke-15 ini, Corah berharap pelayanan RSUD Balaraja semakin prima dan dipercaya masyarakat.


"Harapannya di ulang tahun ke-15 RSUD Balaraja ini seperti apa Bu? Harapan kami yaitu agar supaya pelayanan kami semakin meningkat," tegasnya.


*Resmikan KCP Bank Banten di Lingkungan RSUD*


Hal baru lainnya yang diresmikan bertepatan dengan HUT ke-15 RSUD Balaraja adalah hadirnya Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Banten di dalam area rumah sakit.


Menanggapi peresmian tersebut, http://Dr.Hj. Corah Usman menyambut positif. Kehadiran Bank Banten akan sangat membantu mempermudah akses keuangan.


"Hari ini juga diresmikan KCP Bank Banten... lebih mendekatkan pelayanan masyarakat baik pasien maupun petugas rumah sakit," pungkasnya.


Dengan bertambahnya usia dan fasilitas, RSUD Balaraja optimis dapat menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di wilayah Tangerang Barat dan sekitarnya. Acara HUT ke-15 ini sendiri dihadiri oleh jajaran pejabat Pemkab Tangerang, Dinkes, serta dimeriahkan dengan berbagai kegiatan budaya Nusantara.


*Penulis: Tim Mitra Publik*

HUT ke-15 RSUD Balaraja Meriah! Bupati Tangerang, Dirut RSUD Pakuhaji dan Dirut RSUD Balaraja Tunjukkan Kekompakan Tingkatkan Layanan Kesehatan





TANGERANG | Mitrapubliknews.com - Suasana penuh kebersamaan dan keakraban mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 RSUD Balaraja, Kabupaten Tangerang. Momen kebersamaan antara Bupati Tangerang bersama Direktur RSUD Pakuhaji dan Direktur RSUD Balaraja http://Dr.Hj. Corah Usman, MARS menjadi sorotan utama.


Dalam foto yang diabadikan, terlihat Bupati Tangerang dengan mengenakan seragam dinas khaki dan peci hitam tampak menyerahkan piala penghargaan kepada Direktur RSUD Pakuhaji yang mengenakan hijab kuning. Di sampingnya, Dirut RSUD Balaraja http://Dr.Hj. Corah Usman dengan balutan kebaya dan hijab magenta tampak tersenyum sumringah. Turut mendampingi pejabat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.Selasa (22/09/2026).


Perayaan HUT ke-15 RSUD Balaraja tahun ini mengusung tema *"Bersatu Kolaborasi"*. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan wujud nyata sinergitas antara RSUD Balaraja dengan RSUD Pakuhaji dan Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat.


*Dirut RSUD Balaraja Sampaikan Terima Kasih ke Bupati*




Ditemui usai acara, Dirut RSUD Balaraja http://Dr.Hj. Corah Usman, MARS menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati Tangerang atas dukungan penuh terhadap sarana dan prasarana di RSUD Balaraja.


"Kami tentunya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang untuk dukungan sarana prasarana pelayanan. Harapan kami di ulang tahun ke-15 ini agar pelayanan kami semakin meningkat," ujar http://Dr.Hj. Corah Usman.


Ia juga mengungkapkan saat ini RSUD Balaraja tengah membangun gedung baru 6 lantai untuk meningkatkan kenyamanan pasien dan keluarga penunggu.


"Saat ini sedang berlangsung pembangunan gedung enam lantai yang bikin rumah tenang (nyaman)," jelasnya.


Tak hanya itu, di HUT ke-15 ini juga sekaligus diresmikan *KCP Bank Banten di lingkungan RSUD Balaraja* untuk lebih mendekatkan pelayanan transaksi keuangan bagi pasien maupun petugas rumah sakit.


*Karangan Bunga dari Dirut RSUD Pakuhaji Jadi Simbol Sinergi*


Sebelumnya, karangan bunga ucapan *"Selamat & Sukses HUT KE 15 RSUD BALARAJA"* dari Ibu Umie Kulsum, Direktur RSUD Pakuhaji juga menjadi sorotan dan simbol kuatnya kekompakan antar RSUD di Kabupaten Tangerang.


Kehadiran Dirut RSUD Pakuhaji di acara HUT RSUD Balaraja menunjukkan bahwa persaingan sehat dan kolaborasi adalah kunci dalam memajukan dunia kesehatan di Kabupaten Tangerang. Tidak ada ego sektoral, yang ada adalah kebersamaan untuk melayani masyarakat.


*Dihadiri Berbagai Elemen dan Budaya*




Acara HUT ke-15 RSUD Balaraja juga dimeriahkan dengan parade budaya Nusantara. Terlihat di belakang rombongan Bupati dan para Dirut, sejumlah penari dengan pakaian adat lengkap dengan hiasan kepala khas daerah turut memeriahkan acara. Hal ini menunjukkan RSUD Balaraja tidak hanya fokus pada pelayanan medis, tetapi juga melestarikan budaya bangsa.


Di halaman RSUD juga berjajar karangan bunga ucapan selamat dari berbagai instansi, termasuk dari RSUD Pakuhaji, Bank Banten, dan stakeholder kesehatan lainnya.


Dengan usia 15 tahun, RSUD Balaraja telah membuktikan diri sebagai rumah sakit kebanggaan masyarakat Kabupaten Tangerang dan sekitarnya. Harapannya, RSUD Balaraja semakin jaya, semakin dipercaya, dan menjadi rujukan pelayanan kesehatan yang prima, profesional, dan humanis.


(*/Kang Eben).


BNN dan Aparat Gabungan Sidak Lapas Pemuda Tangerang, Ini Temuannya




TANGERANG | Mitrapubliknews.com — Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang bersama TNI, Polri, Brimob, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang, dan jajaran pemasyarakatan menggelar inspeksi mendadak (sidak) gabungan, Senin malam (21/9/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN), sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.


Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Muhammad Fadil, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur terkait, termasuk TNI, Polri, Brimob dan BNN.


Selain penggeledahan, petugas juga melakukan tes urine terhadap warga binaan. Dari sekitar 2.000 warga binaan, sebanyak 50 orang menjadi sampel pemeriksaan.


“Dari sampel sekitar 2.000 warga binaan, 50 yang kita laksanakan tes urine dan semuanya hasilnya negatif,” ujar Muhammad Fadil.




Dalam sidak tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam lapas. Di antaranya kabel rol, senjata tajam rakitan yang dibuat dari sendok, botol parfum, serta alat tato.


Muhammad Fadil menegaskan, setiap temuan akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku apabila berkaitan dengan pelanggaran SOP maupun tata tertib warga binaan.


“Jika ada pelanggaran yang berkaitan dengan SOP atau ketentuan, termasuk barang-barang yang tidak diperbolehkan, akan ditindaklanjuti sesuai SOP,” tegasnya.


Ia menjelaskan, pengawasan terhadap warga binaan tidak hanya dilakukan melalui sidak gabungan. Pemeriksaan juga dilakukan secara internal dan secara insidentil.


“Sid ak ini dilakukan dalam rangka peningkatan kewaspadaan. Kami juga melakukan pemeriksaan secara internal dan insidentil. Apabila diperlukan, kami akan meminta bantuan dari stakeholder terkait,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala BNN Kota Tangerang Kombes Pol Dr. Josephien Vivick Tjangkung, S.Sos., M.I.Kom., mengapresiasi sinergi antara Lapas Pemuda Tangerang dengan instansi terkait dalam kegiatan tersebut.


Menurut Vivick, pemeriksaan dan pengawasan secara rutin menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan pemasyarakatan.


“Terima kasih kepada Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang beserta seluruh jajaran yang telah memberikan kolaborasi dan sinergi yang sangat baik. Instansi terkait hadir untuk sama-sama mengantisipasi, karena Lapas Pemuda ini memiliki jumlah warga binaan yang cukup padat,” ujar Vivick.


Ia juga mengapresiasi hasil tes urine terhadap 50 warga binaan yang seluruhnya dinyatakan negatif.


“Dari hasil tes urine, tadi disampaikan oleh Kepala Lapas, sebanyak 50 warga binaan yang diperiksa hasilnya negatif. Ini merupakan hal yang sangat baik,” katanya.




Vivick menilai pemeriksaan berkala yang dilakukan jajaran Lapas Pemuda Tangerang menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga kondisi keamanan dan ketertiban.


“Pemeriksaan itu selalu dilakukan. Dalam satu minggu bisa sampai lima kali. Hal yang sangat baik dan bisa ditiru oleh seluruh lapas. Dengan banyaknya pengecekan secara rutin, diharapkan dapat menekan aktivitas warga binaan yang menyimpang,” ujarnya.


Terkait temuan sejumlah barang dalam sidak, Vivick menilai jumlah temuan tersebut masih relatif terbatas jika dibandingkan dengan kapasitas warga binaan yang berada di Lapas Pemuda Tangerang.


“Kalau kita lihat hasil saat ini, dengan begitu banyak kapasitas warga binaan dan setelah melakukan sidak, saya anggap tidak banyak dan tidak besar. Karena bisa didapatkan secara seksama,” ungkapnya.


Ia menambahkan, pengawasan yang dilakukan secara konsisten menjadi bagian penting untuk mempertahankan kondisi lapas tetap aman dan kondusif.


(*/ Kang Eben).

Perselisihan Ibadah Jemaat GKPI Diselesaikan Lewat Musyawarah, Kedua Pihak Sepakat Berdamai

 


 


 Tangerang | Mitrapubliknews com – Polda Banten melalui Polresta Tangerang memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, dalam kondisi aman dan kondusif setelah perselisihan terkait kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) diselesaikan melalui musyawarah dan kesepakatan damai.


Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan bahwa pihaknya bersama Polresta Tangerang, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang dan unsur pemerintah Kecamatan Rajeg telah melakukan koordinasi terkait situasi yang berkembang di masyarakat.


"Dari Polda Banten, khususnya Polresta Tangerang, kami memastikan bahwa situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polresta Tangerang, khususnya Kecamatan Rajeg, sampai dengan saat ini aman dan kondusif," ujar Maruli, Senin (21/9/2026).


Maruli menjelaskan, pemerintah daerah akan membantu menyediakan tempat sementara untuk kegiatan ibadah sambil proses administrasi terkait perizinan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


"Para pihak sudah bersepakat untuk berdamai. Kami berharap seluruh pihak dapat menghormati kesepakatan yang telah diambil dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif," katanya.


Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Tangerang, khususnya warga Kecamatan Rajeg, untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, termasuk berita hoaks, ajakan maupun hasutan yang tidak bertanggung jawab.




"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya Kecamatan Rajeg, serta tidak mudah terprovokasi oleh berita hoaks maupun ajakan atau hasutan yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.


Sebelumnya, perselisihan terkait kegiatan ibadah jemaat GKPI di Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, telah diselesaikan melalui musyawarah dan mediasi yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Rajeg, Minggu (20/9/2026) malam.


Kegiatan tersebut dihadiri Kapolresta Tangerang Kombes Pol H. Andi M. Indra Waspada, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Staf Khusus Kementerian Agama Bidang Kerukunan Gugun Gumilar, FKUB Kabupaten Tangerang, unsur Muspika Rajeg, tokoh masyarakat, tokoh agama serta pihak-pihak terkait.


Pertemuan tersebut membahas peristiwa yang sebelumnya terjadi di lokasi kegiatan ibadah GKPI di Kampung Periuk, Desa Mekarsari. Dalam musyawarah, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan tidak memperpanjang permasalahan.


Sebagai bentuk penyelesaian, kedua pihak kemudian membuat dan menandatangani surat pernyataan kesepakatan secara kekeluargaan. Pemerintah daerah juga akan membantu menyediakan tempat sementara untuk kegiatan ibadah sambil menunggu proses administrasi perizinan sesuai ketentuan.


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi M. Indra Waspada mengapresiasi seluruh pihak yang memilih menyelesaikan persoalan melalui dialog dan musyawarah.


"Yang paling utama adalah menjaga kerukunan dan keamanan masyarakat. Penyelesaian melalui dialog menjadi langkah penting agar persoalan yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas," katanya.


Kapolresta menegaskan, Polresta Tangerang akan terus mengedepankan langkah persuasif dengan melibatkan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, FKUB dan seluruh unsur terkait dalam menjaga situasi Kamtibmas.


"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketenangan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas, serta menghormati kesepakatan yang telah dicapai bersama," ujarnya.


Ia menambahkan, keberagaman masyarakat merupakan bagian yang harus dijaga bersama melalui komunikasi dan sikap saling menghormati. Polri akan terus hadir memberikan perlindungan dan menjaga keamanan masyarakat agar setiap persoalan dapat diselesaikan dengan mengedepankan persatuan, kerukunan dan kedamaian.


Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, kedua pihak berkomitmen tidak memperpanjang persoalan dan bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan. Pemerintah daerah bersama unsur terkait juga akan terus melakukan koordinasi untuk memastikan kerukunan masyarakat di wilayah Kecamatan Rajeg tetap terjaga. (Bidhumas) .


(*/ Kang Eben).

Cegah Kenakalan Remaja, Polsek Mauk Polresta Tangerang Edukasi Warga Desa Tanjung Anom lewat Program Babacakan



Mauk,Tangerang | Mitrapubliknews.com  — Personel Polsek Mauk Polresta Tangerang Bripka Hakim melaksanakan sosialisasi program unggulan Kapolresta Tangerang bertajuk "Babacakan" (Bersama Barudak Cegah dan Tolak Tawuran) di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Senin (21.09.2026).


Kegiatan ini digelar sebagai langkah preventif Kepolisian Sektor Mauk dalam menekan angka kenakalan remaja, khususnya aksi tawuran dan geng motor yang dapat meresahkan masyarakat.


Dalam giat tersebut, personel Polsek Mauk merangkul para tokoh masyarakat, orang tua, serta para remaja di Desa Tanjung Anom untuk berdialog interaktif. Petugas menyampaikan imbauan pentingnya peran aktif lingkungan sekitar dalam memantau pergaulan anak-anak muda, terutama pada jam-jam rawan malam hari.




Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana menyampaikan bahwa Program Babacakan mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif kepada para remaja (barudak) agar mereka memahami dampak hukum serta bahaya fisik dari keterlibatan dalam aksi tawuran.


"Melalui Program Babacakan ini, kami ingin merangkul generasi muda di Desa Tanjung Anom agar menjauhi kegiatan negatif. Sinergi antara kepolisian, pihak desa, orang tua, dan pemuda sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif," ujar  Kapolsek Mauk.


Masyarakat dan perangkat Desa Tanjung Anom menyambut baik kehadiran personel Polsek Mauk. Kegiatan berlangsung tertib dan ditutup dengan komitmen bersama warga Desa Tanjung Anom untuk menolak segala bentuk aksi tawuran di wilayah mereka. (*/ Kang Eben).

Jaga Kondusivitas Wilayah, Kapolsek Mauk Sapa Warga dan Perangkat Desa Banyu Asih




Mauk, Tangerang | Mitrapubliknews.com  — Dalam rangka memperkuat sinergitas dan menjaga kondusivitas wilayah, Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana bersama personil polsek mauk menyambangi Kantor Desa Banyu Asih, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pihak kepolisian dengan pemerintah desa setempat, Senin (21.09.2026).


Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Mauk berdialog langsung dengan  jajaran perangkat Desa Banyu Asih. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, membahas berbagai isu terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan desa.


Kapolsek Mauk menyampaikan bahwa sinergitas antara Polsek Mauk, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan nyaman. "Melalui silaturahmi ini, kami ingin membangun komunikasi yang lancar dengan para tokoh dan perangkat desa. Jika ada potensi gangguan kamtibmas, kita bisa lakukan langkah pencegahan sedini mungkin secara bersama-sama," ujarnya.




Sementara itu, pihak Pemerintah Desa Banyu Asih menyambut positif kunjungan tersebut dan mengapresiasi keaktifan Kepolisian Sektor Mauk yang rutin turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi warga.


Kegiatan silaturahmi ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menjaga komunikasi yang solid demi mewujudkan lingkungan Desa Banyu Asih yang aman, damai, dan kondusif. (*/Kang Eben).

Kedua Pihak Sepakat Berdamai, Polresta Tangerang Pastikan Kamtibmas Rajeg Kondusif




Tangerang| Mitrapubliknews.com --Perselisihan yang terjadi terkait kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) di Desa Mekarsari, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, segera ditindaklanjuti melalui musyawarah dan mediasi.


Forkopimda Kabupaten Tangerang bersama Kementerian Agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tangerang, unsur Muspika Rajeg, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para pihak terkait duduk bersama untuk mencari penyelesaian secara damai.


Musyawarah dan mediasi berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Rajeg, Minggu (20/9/2026) malam tersebut dihadiri Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Staf Khusus Kementerian Agama Bidang Kerukunan Gugun Gumilar, serta unsur lain terkait. 




Pertemuan tersebut membahas peristiwa yang sebelumnya terjadi di lokasi kegiatan ibadah GKPI di Kampung Periuk, Desa Mekarsari.


Dalam musyawarah, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan tidak memperpanjang permasalahan. Kesepakatan tersebut menjadi langkah bersama untuk menjaga keamanan, kerukunan, serta perdamaian di tengah masyarakat.


Perwakilan jemaat GKPI, Hadi Sucipto, menyampaikan, pihaknya menerima penyelesaian secara damai dan tidak akan mempermasalahkan persoalan tersebut lebih lanjut.


Hal senada disampaikan perwakilan masyarakat, Todo Nainggolan. Dia mengapresiasi adanya permohonan maaf dari pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut dan berharap seluruh pihak dapat kembali menjaga kerukunan antarumat beragama.


Dalam kesempatan tersebut, Aji Cahyono juga menyampaikan permohonan maaf kepada jemaat GKPI atas kejadian yang terjadi sebelumnya. Dia mengakui adanya kekhilafan dan menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya.


Kedua pihak kemudian membuat dan menandatangani surat pernyataan kesepakatan sebagai bentuk penyelesaian secara kekeluargaan. Selain itu, juga disepakati bahwa pemerintah daerah akan memfasilitasi mencarikan tempat sementara untuk beribadah bagi sambil menunggu proses perizinan. 


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengapresiasi langkah seluruh pihak yang memilih menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.


"Yang paling utama adalah menjaga kerukunan dan keamanan masyarakat," kata Indra Waspada.


Menurutnya, penyelesaian melalui dialog menjadi langkah penting agar persoalan yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.


Indra Waspada juga menegaskan, kepolisian akan terus mengedepankan langkah persuasif serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, FKUB dan seluruh unsur terkait dalam menjaga situasi kamtibmas.


"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketenangan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas, serta menghormati kesepakatan yang telah dicapai bersama," katanya.




Indra Waspada menambahkan, keberagaman masyarakat merupakan bagian yang harus dijaga bersama. Karena itu, komunikasi dan sikap saling menghormati menjadi penting dalam menyelesaikan setiap perbedaan yang muncul di tengah masyarakat. Dia menegaskan, negara menjamin hak setiap warga negara untuk beribadah sesuai keyakinan. 


"Polri akan terus hadir untuk menjaga keamanan, memberikan perlindungan kepada masyarakat, dan memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan dengan cara-cara yang mengedepankan persatuan, kerukunan dan kedamaian," ujarnya.


Dengan tercapainya kesepakatan tersebut, kedua pihak menyatakan tidak akan memperpanjang persoalan dan berkomitmen menjaga kondusivitas lingkungan. Pemerintah daerah bersama unsur terkait juga akan terus melakukan koordinasi untuk memastikan kerukunan masyarakat di wilayah Kecamatan Rajeg tetap terjaga. (*/ Kang Eben).