BPKAD Kab.Tangerang

BPKAD Kab.Tangerang
Award financial 2024.

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA
Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1446 Hijriah

MITRAPUBLIKNEWS CHANNEL

Recent post

Penyesalan Sang ‘Abid Ketika Sakaratul Maut





Kabupaten Tangerang |Mitrapubliknewes.com - Dalam berbagai literatur Shirah Nabawiyah (sejarah kehidupan para nabi), banyak kisah baik dari para Nabi atau Rasul maupun dari para shahabat dan pengikutnya yang yang bisa dijadikan contoh atau teladan bagi kita baik itu dalam hal ibadah maupun akhlaknya. Di kalangan para shahabat Rasulullah SAW sendiri banyak para shahabatnya yang patut kita teladani, salah satunya adalah Shahabat yang bernama Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu (sebagian pendapat ada yang menyebutnya dengan Tsauban), Namanya tidak begitu popular sekaliber shahabat-shahabat Rasululah SAW yang lain, seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar Bin Khattab dan yang lainnya. Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu memiliki kebiasaan unik, dia datang ke masjid sebelum waktu shalat berjamaah. Ia selalu mengambil posisi di pojok masjid pada setiap shalat berjamaah dan i’tikaf. Alasannya, selalu mengambil posisi di pojok masjid karena ia tidak ingin mengganggu atau menghalangi orang lain yang akan melakukan ibadah di masjid. Kebiasaan ini, sudah dipahami oleh semua orang bahkan Rasulullah SAW sendiri, bahkan Rasulullah SAW menyebutnya dengan sebutan ‘Abid (ahli ibadah). Tetapi sang ‘abid tersebut diketahui menyesali semua amal kebaikan yang pernah ia lakukan ketika menjelang sakaratul mautnya. Mengapa demikian, apa yang sebenarnya terjadi?


Suatu hari Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu tidak ikut berjama'ah shalat Shubuh di masjid bersama Rasulullah SAW dan para sahabat lainnya, Rasulullah SAW pun ketika tiba ke masjid heran tidak mendapati Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu di tempat duduknya biasanya, shalat Shubuh pun sengaja ditunda sejenak, untuk menunggu kehadiran Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu. Namun yang ditunggu belum datang juga. Karena khawatir shalat Shubuh kesiangan, Rasulullah SAW pun memutuskan untuk segera melaksanakan shalat Shubuh berjamaah. Hingga shalat Subuh selesai pun, Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu belum datang juga.. Selesai shalat Shubuh, Rasulullah SAW pun bertanya, “Apakah ada yang mengetahui kabar Sya’ban?” Namun tidak ada seorang pun yang menjawab. Rasul pun 


bertanya lagi, “Apa ada yang mengetahui dimana rumah Sya’ban?” Seorang shahabat mengangkat tangan dan mengatakan bahwa dia tahu persis dimana rumah Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu. 


Rasulullah SAW sangat khawatir terjadi sesuatu terhadap shahabatnya tersebut, meminta diantarkan ke rumah Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu.  Perjalanan dari masjid ke rumah Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu cukup jauh dan memakan waktu lama terlebih mereka menempuhnya dengan berjalan kaki. Akhirnya, Rasulullah SAW dan para shahabat sampai di rumah Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu pada waktu shalat Dhuha (kira-kira 3 jam perjalanan). 


Sesampainya di depan rumah, Rasulullah SAW pun mengucap salam sambil mengetuk pintu. Kemudian, keluarlah seorang wanita sambil membalas salam serta membukakan pintu. Rasulullah SAW bertanya, "Benarkah ini rumah Sya'ban?". Wanita itu pun menjawab, "Iya, saya istrinya." Rasulullah SAW kembali bertanya, "Bisakah kami bertemu dengan Sya'ban? Tadi pagi beliau tidak hadir waktu jamaah shalat shubuh bersama kami." Wanita itu menjawab sambil menitikkan air mata di pipinya. "Mohon maaf ya Rasulullah. Beliau sudah meninggal pagi tadi, tepat sebelum adzan shubuh”. "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun".


Beberapa saat kemudian, wanita itu bertanya kepada Rasulullah SAW. "Ya Rasulullah, ada sesuatu yang ingin saya tanyakan kepada engkau." Rasulullah SAW pun menjawab, "Silakan apa yang hendak ingin kau tanyakan?" Wanita itu berkata, "Tadi sebelum ia meninggal, ia berteriak tiga kali dengan kalimat yang berbeda." Rasulullah SAW pun kembali bertanya, "Apa saja kalimat yang diucapkannya?", "Dalam masing-masing teriakan ia berkata, 'Aduh, mengapa tidak lebih jauh? Aduh, mengapa tidak yang baru? Aduh, mengapa tidak semuanya?"


Rasulullah SAW kemudian memberikan penjelasan dengan amat rinci. Ketika menjelang sakaratul maut, seluruh amal perbuatan yang telah Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu lakukan ditayangkan ulang oleh Allah SWT. Semua peristiwa yang disaksikan oleh Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu, tidak dapat dilihat oleh orang lain. Di samping amal perbuatannya, Allah SWT juga memperlihatkan ganjaran atau pahala yang Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu terima karena mengerjakan amal atau perbuatan baik tersebut.


Teriakan pertama, "Aduh, mengapa tidak lebih jauh?" Dalam penayangan itu, Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu menyaksikan suatu amal yang biasa ia lakukan setiap hari berupa perjalanannya pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat lima waktu berjamaah. Dari perjalanan yang amat panjang itu, Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu diperlihatkan ganjaran yang ia peroleh dari setiap langkah kakinya. Saat ia berteriak itulah, timbul penyesalan dalam diri Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu. Andaikan jarak rumahnya dengan masjid lebih jauh dan jauh lagi, tentu pahala yang ia peroleh semakin banyak dan berlipat-lipat.


Teriakan kedua, "Aduh, mengapa tidak yang baru?" Saat itu musim dingin, angin menghembuskan hawa dingin. Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu yang hendak pergi ke masjid pun kembali ke dalam rumah dan mengambil baju untuk outer. Sya'ban sengaja mengenakan baju yang baru di dalam sedangkan baju yang jelek di luar. Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu sengaja melakukannya karena nanti jika terkena debu atau kotoran di jalan hanya terkena di baju yang luar, sedangkan baju yang dalam masih bersih dan dapat digunakan untuk shalat berjamaah setelah menanggalkan baju yang luar. Di tengah perjalanan, Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu menemukan. seseorang yang kedinginan. Tanpa ragu, Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu segera menanggalkan bajunya yang luar lalu menyelimuti orang itu sambil memapahnya menuju masjid. Orang itu selamat dari kedinginan dan dapat melaksanakan shalat berjamaah. Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu melihat ganjaran yang ia terima sebagai balasan untuknya yang telah memakaikan baju yang jelek kepada orang itu. Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu pun menyesal, seandainya ia memakaikan bajunya yang baru,pastilah ganjaran yang ia terima jauh lebih banyak lagi.


Teriakan ketiga, "Aduh, mengapa tidak semua?" Suatu pagi, Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu hendak sarapan dengan sebuah roti dan segelas susu. Roti itu dikonsumsi dengan dicelupkan terlebih dahulu ke dalam susu hangat sebelum disantap. Sebelum memulai sarapan, datanglah pengemis di depan pintu rumah Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu sambil meminta makan. Pengemis itu mengaku sudah tiga hari tidak makan sama sekali. Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu pun merasa iba. la pun membagi rotinya menjadi dua bagian sama besar dan juga membagi susu ke dalam dua gelas yang sama banyak. Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu pun diperlihatkan ganjaran yang ia terima dari memberikan sebagian roti dan separuh susu yang hendak ia makan untuk sarapan. Andaikan ia memberikan semuanya, tentu, pahalanya jauh lebih besar lagi. Masya Allah, Sya’ban Radhiyallahu ‘Anhu bukan menyesali dosa, melainkan menyesal karena merasa tidak optimal saat melaksanakan ibadah dan amal-amal kebaikan lainnya.


Sesungguhnya pada suatu saat nanti, kita semua akan mati, akan menyesal dan tentu dengan kadar yang berbeda. Bahkan ada yang meminta untuk ditunda matinya, karena pada saat itu barulah terlihat dengan jelas konsekwensi dari semua perbuatannya di dunia. Mereka meminta untuk ditunda sesaat karena ingin bersedekah. Namun kematian akan datang pada waktunya, tidak dapat dimajukan dan tidak dapat diakhirkan. Mari, kita syukuri nikmat sehat dan panjang umur ini dengan terus memaksimalkan sekuat tenaga untuk beribadah dan meningkatkan amaliyah kebaikan kita sebelum ajal menjemput kita. (*/red)


Tangerang,11 Februari 2026

Penulis : Khaerul Umam , S.Ag


Penulis adalah da’i/Penceramah, penulis, dan pemerhati sosial keagamaan, berdomisili di Kecamatan Rajeg KabupatenTangerang.

Kabiro Bantuan Hukum Satria Banten Ajak Anggota Tertib dan Disiplin di Munas 15 Februari 2026





TANGERANG | Mitrapubliknews.com -- Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) yang akan digelar pada 15 Februari 2026. Bertempat Hotel Aston, Kota Serang, Banten.


Kabiro Bantuan Hukum Satria Banten, Muhlisin, S.H., M.H., C.Me., CPLA., yang akrab disapa H. Arya, mengajak seluruh anggota untuk menjaga ketertiban dan kedisiplinan selama rangkaian kegiatan berlangsung.


H. Arya menegaskan bahwa kepatuhan terhadap himbauan panitia merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga marwah dan nama baik organisasi. 


Ia mengingatkan seluruh anggota agar tertib selama perjalanan menuju dan kembali dari lokasi acara, mematuhi aturan lalu lintas, serta menjaga sikap yang santun dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.


"Selaku Kabiro Bantuan Hukum Satria Banten saya menghimbau kepada seluruh peserta yang akan hadir di acara Munas, agar mentaati peraturan lalu lintas, bersikap santun dan tidak mengganggu pengguna jalan lain," ujarnya.


Selain itu, lanjut dia, selama berada di lokasi Munas, seluruh peserta diharapkan menjaga kondusivitas, menaati tata tertib yang telah ditetapkan panitia, serta menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. 


"Setelah acara selesai, tolong nanti agar para peserta agar memastikan lokasi kegiatan tetap bersih, rapi, dan indah," tukas H. Arya.


Panitia juga telah menyampaikan bahwa konsumsi, transportasi, dan akomodasi penginapan tidak disediakan, sehingga setiap peserta diharapkan mempersiapkan kebutuhan masing-masing secara mandiri.


" Dengan semangat kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab, diharapkan Munas 2026 dapat berjalan dengan aman, tertib, dan sukses serta semakin memperkuat soliditas organisasi," pungkasnya. (*/red).

Wali Kota Tangerang: Pers Garda Depan Kawal Pembangunan





KOTA TANGERANG | Mitrapubliknews.com – Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan peran strategis insan pers dalam mengawal jalannya pembangunan di Kota Tangerang. 


Menurutnya, jurnalis memiliki posisi penting sebagai penghubung antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menyampaikan informasi pembangunan secara objektif dan berimbang.


Penegasan tersebut disampaikan Sachrudin saat menerima kunjungan jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang, Rabu (11/2/2026).


Sachrudin menyampaikan, momentum Hari Jadi Kota Tangerang menjadi ruang refleksi atas berbagai capaian pembangunan sekaligus evaluasi terhadap program yang telah dan sedang dijalankan Pemerintah Kota Tangerang.


“Peran pers sangat penting dalam pembangunan Kota Tangerang. Melalui pemberitaan yang objektif dan berimbang, jurnalis ikut memastikan program Pemerintah Kota Tangerang, khususnya program prioritas 3G, berjalan tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Sachrudin.


Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mendorong transparansi serta meningkatkan partisipasi publik dalam proses pembangunan. Menurutnya, pers juga memiliki fungsi kontrol sosial yang konstruktif melalui kritik yang bertanggung jawab.


“Media memiliki peran penting dalam membantu pemerintah meningkatkan kualitas kebijakan dan pelayanan publik,” tambahnya.




Menanggapi hal tersebut, Ketua PWI Kota Tangerang, R. Herwanto, menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus memperkuat kemitraan profesional dengan Pemerintah Kota Tangerang.


“PWI Kota Tangerang menyambut baik ajakan Wali Kota Tangerang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers. Kami memandang jurnalis memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan secara objektif, berimbang, dan bertanggung jawab,” ujarnya.


Herwanto menegaskan, PWI Kota Tangerang berkomitmen mendorong profesionalisme wartawan serta menjalankan fungsi pers sebagai kontrol sosial yang konstruktif. Menurutnya, peran tersebut penting agar setiap kebijakan dan program pemerintah daerah, termasuk program prioritas 3G, dapat dipahami publik dan dijalankan secara transparan serta akuntabel.


“Melalui pemberitaan yang akurat dan edukatif, pers diharapkan dapat berkontribusi menciptakan iklim pembangunan yang partisipatif dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Momentum menjelang Hari Jadi Kota Tangerang ini menjadi penguatan komitmen bersama untuk menjaga kemitraan yang profesional,” tandasnya. {*/red}.

Resmi Beroperasi, Trans Beken Untuk Mengoptimalkan Fungsi Stasiun Bekasi.





Bekasi kota | Mitrapubliknews.com --Layanan transportasi publik Trans Bekasi Keren (Trans Beken), resmi beroperasi melayani rute Terminal Induk Kota Bekasi-Harapan Indah pulang pergi. Warga Kota Bekasi dapat menikmati layanan ini secara gratis, selama satu bulan hingga usai Lebaran.


Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, Trans Beken merupakan jalur yang sebelumnya pernah diinisiasi, namun sempat terhenti operasionalnya. Kini layanan tersebut kembali hadir dengan fasilitas dan standar pelayanan yang lebih baik.


"Agenda hari ini adalah launching Trans Bekasi Keren. Jalur ini dari Harapan Indah, stasiun Kranji, stasiun Bekasi, sampai terminal. Kembalinya melalui LRT Bekasi Timur, LRT Bekasi Barat, lalu ke Harapan Indah," ucapnya. Selasa, 10/2/2026.


Tri menjelaskan, kehadiran Trans Beken untuk mengoptimalkan fungsi Stasiun Bekasi yang telah ditetapkan sebagai stasiun jarak jauh. Layanan ini diharapkan, menjadi solusi perpindahan moda transportasi massal ke massal yang nyaman, murah, dan aman.




"Kita harus menyiapkan transportasi yang nyaman, murah, aman, dan terjamin. Bus ini memiliki spesifikasi tinggi terkait kebersihan, keharuman, dan kualitas pengemudi," kata Tri.


Pada tahap awal, Trans Beken mengoperasikan sembilan unit bus. Tri menyebut, keputusan mengoperasikan kembali Trans Beken berdasarkan pertimbangan teknis dan okupansi penumpang, yang memenuhi indikator load factor, serta harapan masyarakat yang cukup tinggi.


Setelah masa gratis berakhir, Trans Beken akan menerapkan tarif Rp4.500 dengan sistem pembayaran cashless atau nontunai. Tri menilai tarif tersebut masih relatif murah, dibandingkan transportasi lain seperti ojek online.


"Gratis hanya satu bulan sampai setelah Lebaran, baru kita bayar normal Rp4.500. Mekanisme pembayaran bisa pakai cashless. Ini lebih murah dibanding naik ojek atau grab," ucap Tri.


Trans Beken juga terintegrasi dengan Trans Jabodetabek, yang telah mendapat izin perpanjangan rute dari Gubernur DKI Jakarta. Dengan integrasi ini, warga dari arah selatan menuju Jakarta tidak perlu menuju terminal atau menunggu di pintu tol Margajaya.


"Dari terminal masuk ke Laguna, nanti ke Grand Galaxy, langsung ke Jakarta sampai Dukuh Atas. Ini akan memudahkan warga untuk berkreasi, berinteraksi, dan menikmati perjalanan yang lebih baik," tutur Tri.


Tri mengimbau masyarakat, beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Selain lebih murah karena tidak perlu biaya parkir dan bahan bakar, penggunaan transportasi publik juga mengurangi polusi udara.


"Kalau pakai kendaraan pribadi, bayar parkir. Kalau naik angkutan umum, tidak bayar parkir. Itu saja sudah lebih murah. Kondisi lingkungan juga lebih baik karena tidak ada polusi udara," ungkap Tri.


Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Zeno Bachtiar menjelaskan, Trans Beken dilengkapi dengan 48 titik halte. Setiap bus memiliki kapasitas 20 tempat duduk dan 20 penumpang berdiri.


"Hari ini masih tidak bertarif, kemudian dalam satu bulan ke depan akan berbayar. Kenapa berbayar? Pertama untuk keberlanjutan pengoperasionalan. Kedua, menumbuhkan rasa bahwa bus ini milik masyarakat Kota Bekasi," jelas Zeno.


Zeno menegaskan, Trans Beken menerapkan standar operasional yang ketat mulai dari kondisi bus, administrasi pengelolaan, hingga kualitas operator. Operator wajib berseragam rapi, bus harus bersih dengan pewangi ruangan, dan AC diatur sesuai standar.


"Operator wajib berseragam, rambut rapi, atribut jelas. Bus dari dan ke pool wajib bersih, wangi, AC diatur sampai sedetail mungkin termasuk temperatur," tutur Zeno.


Bus beroperasi dari pukul 05.00 hingga 21.00 setiap hari. Headway atau jarak antar bus akan diatur, berdasarkan waktu puncak dan non-puncak. Bus juga hanya berhenti di halte yang telah ditetapkan.


Zeno menjelaskan, rute Trans Beken sangat terintegrasi dengan berbagai moda transportasi dan pusat kegiatan. Dari Terminal Induk Bekasi menuju Stasiun Bekasi yang merupakan simpul transportasi, kemudian ke LRT yang terhubung dengan Trans Jabodetabek, lalu ke Harapan Indah, Rawa Panjang yang.


(Agus Kanit)

Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana Pantau Instalasi Pengolahan Air





KOTA TANGERANG | Mitrapubliknews.com -Perumda Tirta Benteng memastikan kualitas air yang kini kembali disalurkan kepada pelanggan berada dalam kondisi aman dan sesuai standar baku mutu. Hal tersebut disampaikan usai sempat terdeteksinya pencemaran pada aliran air baku, pada Senin (9/2/26) malam atau sekitar pukul 22.00 WIB.


Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng Joko Surana menjelaskan, gangguan bermula saat aliran air baku di Cikokol milik Kabupaten Tangerang terindikasi tercemar, ditandai dengan adanya bau tidak sedap, kandungan minyak, serta matinya ikan-ikan secara mendadak. 


Informasi tersebut segera ditindaklanjuti oleh Perumda Tirta Benteng dengan melakukan pemantauan intensif. 


"Dan, pada pukul 22.30 WIB, indikasi serupa turut terdeteksi pada aliran air milik Perumda Tirta Benteng. Pencemaran tersebut diduga berasal dari polutan akibat kebakaran gudang kimia di wilayah Tangerang Selatan," papar Joko, Selasa (10/2/26). 


"Demi menjaga kualitas air bagi pelanggan, Perumda Tirta Benteng langsung menghentikan seluruh aliran air secara total. Tim teknis kemudian melakukan pemeriksaan berkala setiap 15 hingga 30 menit untuk memastikan kondisi air baku," jelasnya. 


Lanjut Joko, hasil pemantauan menunjukkan bahwa pada pukul 00.00 WIB, air sudah tidak lagi terindikasi cemaran bahan kimia maupun berbau. 




"Sebagai langkah pengamanan, seluruh air yang terlanjur tercemar dibuang ke aliran laut, kemudian dilakukan pengisian ulang dengan air baku yang memenuhi standar kualitas. Proses distribusi kembali dimulai secara bertahap sejak pukul 05.00 WIB ke jaringan pipa utama," jelasnya. 


Pada pukul 08.00 WIB, air mulai mengalir ke rumah-rumah pelanggan secara bertahap. Untuk wilayah ujung jaringan seperti Pondok Bahar dan Jatiuwung, aliran air membutuhkan waktu tambahan sekitar tiga hingga empat jam karena panjangnya jaringan pipa distribusi.


Perumda Tirta Benteng menegaskan, seluruh air yang kini kembali tersalurkan telah melalui proses pengawasan dan dipastikan tidak tercemar secara fisika maupun kimia.


“Kami memastikan air yang saat ini diterima pelanggan dalam kondisi aman dan layak digunakan. Dipastikan tidak tercemar fisika maupun kimia,” tegasnya.


Perumda Tirta Benteng juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta melaporkan apabila masih menemukan gangguan distribusi atau kualitas air di wilayah masing-masing. (*/Tim).

‎Jalan Rusak Parah di Neglasari Kembali Telan Korban, Pengendara Terjungkal ‎



‎TANGERANG | Mitrapubliknews.comJalan rusak kembali memakan korban. Kerusakan parah di Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, menyebabkan seorang pengendara sepeda motor terjungkal saat melintas di lokasi tersebut. 

‎Kondisi jalan yang berlubang besar dan dipenuhi genangan air dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

‎Korban diketahui bernama Ellia. Ia mengalami kecelakaan setelah kendaraannya oleng akibat menghantam lubang jalan yang tertutup air. 

‎Akibat insiden tersebut, Ellia menderita luka lecet pada beberapa bagian tubuh, sementara sepeda motor yang dikendarainya mengalami kerusakan.

‎“Saya terjatuh karena kondisi jalan yang rusak parah dan berlubang. Lubangnya tertutup air, jadi tidak kelihatan. Motor langsung oleng dan saya jatuh,” ujar Ellia di Tangerang Selasa (10/2/2026).

‎Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi Jalan Iskandar Muda terlihat mengalami kerusakan serius. Aspal jalan mengelupas, permukaan tidak rata, serta dipenuhi lubang-lubang besar yang tergenang air. 

‎Saat hujan turun, genangan menutup hampir seluruh permukaan jalan sehingga menyulitkan pengendara untuk mengantisipasi lubang yang ada.

‎Kerusakan tersebut membuat arus lalu lintas melambat dan memaksa pengendara melakukan manuver mendadak untuk menghindari lubang. 

‎Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas di jalur tersebut.Warga sekitar menyebut kondisi jalan rusak itu sudah berlangsung cukup lama dan belum mendapat penanganan maksimal. 

‎Mereka menilai jalan tersebut kerap memakan korban dan sangat membahayakan pengguna jalan.

‎“Kalau hujan jalannya seperti kubangan. Sudah sering ada yang hampir jatuh, sekarang sampai ada yang jadi korban,” ujar salah seorang warga.

‎Hingga kini, belum terlihat adanya perbaikan di lokasi, meski Jalan Iskandar Muda merupakan akses yang cukup padat dilalui masyarakat. 

‎Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan munculnya korban berikutnya jika kerusakan terus dibiarkan.

‎Sementara itu, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan sekaligus Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Iwan Nursyamsu, ST, M.Si, tidak memberikan respons saat dihubungi wartawan hingga berita ini diturunkan.[*/tim]

Yayasan Sutan Al Barkah Dan Pemuda Pemudi Sukatani Gelar Acara Isra Mi'raj Dan Dzikir Akbar




Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, pengurus  Yayasan Sutan Al Barkah bersama Pemuda - Pemudi  Sukatani menggelar acara Dzikir Akbar jilid II  yang berlangsung khidmat di Kampung Sukatani, Desa Kayu Agung, Kecamatan Sepatan pada,Minggu Malam (8/2/2026)


Acara ini menghadirkan penceramah serta Qori di antaranya KH.Muhamad Toha (Kang Toto) Pasar Kemis,Abah Kiyai Abdulah Syafi'i Tangerang, Ustadz Alwani Pemimpin Dzikir Tangerang,Ustadz Bongsang Asyar'y Qori Internasional Serang Banten, Ustadz Zam -zam Qori Cilik Internasional dan Tim Hadroh Al Kautsar Solo.


Turut hadir dalam acara Pimpinan Yayasan Sutan Al Barkah Ustadz AlWani, Camat Sepatan Dan Rombongan, Kapolsek Sepatan,Danramil Sepatan, Kades Kayu Agung Dan rombongan,Ketua MUI Kecamatan Sepatan, Tokoh Ulama,Tokoh Masyarakat,Tokoh Pemuda dan Para Jamaah 


Dalam Sambutanya , Ustadz Alwani Selaku pimpinan Yayasan Sutan Al Barkah menekankan pentingnya menjaga keimanan dan ketakwaan, serta mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam beribadah dan bermuamalah


Lanjut Ustadz Alwani ,Dirinya menyampaikan bahwa acara ini dapat terlaksana berkat gotong royong dan peran aktif masyarakat.


“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial masih kuat di lingkungan kita. Berkat dukungan seluruh warga, acara ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh keberkahan,”Pungkasnya..




Peringatan Isra Mi’raj ini juga dimeriahkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat bersama, serta doa untuk keselamatan dan kesejahteraan umat. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.Acara berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diakhiri dengan doa bersama. 


Pengurus  Yayasan Sutan Al Barkah mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini. Mereka berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dilakukan guna memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.  (Ant)

Ketum PWI Pusat di Puncak HPN 2026: Pers Sehat, Kunci Ekonomi Berdaulat dan Bangsa Kuat



SERANG | Mitrapubliknews.com - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, menegaskan bahwa Hari Pers Nasional (HPN) 2026 harus dimaknai sebagai momentum refleksi sejarah sekaligus peneguhan peran strategis pers dalam menentukan arah masa depan bangsa. 

Hal tersebut disampaikan dalam pidatonya pada Puncak Peringatan HPN 2026 di Kota Serang, Provinsi Banten, Senin, 9 Februari 2026.

Di hadapan pejabat negara, pimpinan lembaga, kepala daerah, serta ribuan insan pers dari seluruh Indonesia, Akhmad Munir mengingatkan bahwa pers Indonesia sejak awal lahir sebagai pers perjuangan. 

Pada masa kolonial, pers menjadi medium konsolidasi gagasan kebangsaan, membangkitkan kesadaran rakyat, dan mengobarkan semangat kemerdekaan.

Menurut Munir, pers tidak tumbuh di ruang hampa. Pers hadir dan berkembang bersama cita-cita kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, serta ikut menjaga ketertiban dunia. Karena itu, eksistensi pers tidak bisa dipandang semata sebagai industri informasi, melainkan bagian dari fondasi demokrasi dan pembangunan nasional.

Ia menegaskan bahwa komitmen tersebut dijaga melalui Kode Etik Jurnalistik. Etika menjadi pembeda antara pers arus utama dan sekadar lalu lintas informasi tanpa tanggung jawab. Ke dalam, insan pers dituntut bekerja secara profesional, akurat, dan berimbang. Wartawan, kata Munir, hidup dalam kewaspadaan dan kegelisahan intelektual, bukan karena takut pada kekuasaan, melainkan karena takut keliru menyampaikan kebenaran.

Ke luar, pers juga memiliki tanggung jawab besar kepada publik. Kritik yang disampaikan media, lanjutnya, bukanlah ekspresi kebencian, tetapi bentuk kecintaan kepada bangsa agar kebijakan publik tetap berada di jalur yang benar.

Dalam pidatonya, Akhmad Munir juga menyinggung tantangan besar yang akan dihadapi Indonesia dalam dua dekade ke depan. Bonus demografi yang saat ini menjadi kekuatan tidak akan berlangsung selamanya. Jika Indonesia gagal menjadi negara berpendapatan tinggi dalam kurun waktu tersebut, maka risiko terjebak dalam jebakan negara berpendapatan menengah akan semakin besar.

Terkait hal itu, ia menilai target pertumbuhan ekonomi rata-rata 8 persen sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto merupakan visi besar untuk membawa Indonesia melompat menuju Indonesia Emas 2045.

Tema Hari Pers Nasional 2026, Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat, menurut Munir, menjadi sangat relevan dengan tantangan zaman. Pers yang sehat adalah pers yang profesional, independen, berintegritas, serta berkelanjutan secara ekonomi. Tanpa ekosistem media yang sehat, kualitas demokrasi dan pembangunan nasional akan sulit diwujudkan.

Ia mengakui tantangan pers ke depan tidak ringan. Disrupsi digital, banjir informasi yang tidak terverifikasi, kecerdasan buatan, polarisasi sosial, hingga tekanan ekonomi terhadap industri media merupakan realitas yang harus dihadapi bersama.

Untuk itu, Munir menekankan perlunya langkah strategis, mulai dari penguatan kompetensi dan profesionalisme wartawan melalui pendidikan dan sertifikasi berkelanjutan, konsolidasi dan transformasi bisnis media agar mampu bertahan di era digital tanpa mengorbankan independensi, hingga kolaborasi antara pemerintah, pers, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat.

“Pers akan terus mengawal pemerintahan agar berhasil. Kami percaya keberhasilan pemerintah adalah keberhasilan rakyat. Namun, keberhasilan itu hanya mungkin jika kebijakan terbuka terhadap evaluasi dan perbaikan,” ujar Munir.

Ia menegaskan bahwa kritik konstruktif harus dipandang sebagai vitamin demokrasi, bukan ancaman.

Puncak peringatan HPN 2026 di Banten dihadiri oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar yang mewakili Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Gubernur Banten Andra Soni, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat. 

"Turut hadir pula delegasi luar negeri dari Malaysia yang dipimpin Wakil Menteri Komunikasi Malaysia Teo Nie Ching bersama rombongan wartawan Malaysia," tutupnya.



                                 (Ant)

HPN 2026: PWI Kota Tangerang dan Perumda TB Gelar Potong Tumpeng Perkuat Sinergi

 



Kota Tangerang | Mitrapubliknews.com - Hari Pers Nasional (HPN) menjadi momentum penguatan hubungan antara insan pers dan badan usaha milik daerah di Kota Tangerang. Hal itu tercermin dalam kegiatan pemotongan tumpeng yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang bersama Perumda Tirta Benteng, Senin (9/2/2026).

Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan tersebut menegaskan pentingnya sinergi berkelanjutan antara pers dan mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah serta penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat.

Ketua PWI Kota Tangerang, R. Herwanto, mengatakan bahwa HPN menjadi pengingat peran pers sebagai mitra kritis sekaligus kolaboratif bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Pers membutuhkan ruang komunikasi yang sehat. Selama sinergi terbangun dengan baik, pergantian personel humas bukan menjadi persoalan. Yang terpenting adalah keterbukaan dan komitmen bersama,” ujarnya.



Ia menambahkan, PWI Kota Tangerang mengapresiasi konsistensi Perumda Tirta Benteng dalam menjalin kerja sama, khususnya dalam penyampaian informasi pelayanan publik.

Sementara itu, Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, Tommy Herdiansyah, menilai peringatan HPN tahun ini memiliki makna khusus karena Provinsi Banten dipercaya sebagai tuan rumah.

“Ini bukan hanya kebanggaan, tapi juga tanggung jawab moral untuk menunjukkan bahwa pers dan pemerintah daerah bisa berjalan beriringan,” katanya.

Menurut Tommy, Perumda Tirta Benteng berkomitmen membuka ruang dialog dengan insan pers, termasuk menerima kritik sebagai bagian dari evaluasi pelayanan.

“Kami memandang pers sebagai mitra strategis. Kritik yang membangun justru membantu kami meningkatkan kualitas layanan air bersih kepada masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, dihadiri pengurus PWI Kota Tangerang serta jajaran manajemen Perumda Tirta Benteng.


(Red)

Bentuk Sinergitas Kasi Trantibum Linmas Kecamatan Sepatan Timur Hadiri Isra Mi'raj Majelis Ta'lim Al Ikhlas




Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Kasi Trantibum Linmas Kecamatan Sepatan Timur Nandang,S.Sos hadiri undangan Isra Mi'raj yang diselenggarakan Majelis Ta'lim Al Ikhlas yang berlokasi di Kampung Malang Desa Gempol Sari Kecamatan Sepatan Timur pada, Minggu Malam (8/2/2026).


Turut hadir dalam acara, Pimpinan Majelis Ta'lim Al Ikhlas, Kasi Trantibbum Linmas Kecamatan Sepatan Timur, Binamas,Babinsa,Kepala Desa Gempol Sari,Stap dan Aparatur Desa dan Para Jamaah Majelis Ta'lim Al Ikhlas.


Kasi Trantibum Linmas Kecamatan Sepatan Timur Nandang ,S.Sos dalam sambutanya mengatakan,Dirinya hadir di acara isra mi'raj ini sebagai perwakilan Camat Sepatan Timur yang sedang menjalankan ibadah Umroh,dan merupakan bentuk Sinergitas antara Pemerintah Kecamatan Sepatan Timur dengan Masyarakat Kampung Malang,  Ujarnya.


Di sela sambutannya Nandang Kasi Trantibum linmas  menyampaikan salam dari Pa Camat, sekaligus memintakan ke ikhlasan doanya dari Para jamaah, sehubungan Pa Camat sdg melaksanakan ibadah Umroh, agar Allah SWT berikan kesehatan, kelancaran ibadah, dan keselamatan sampe perjalanan pulang ke Indonesia tampa kurang sesuatu apapun...amin, Pungkasnya.



Lebih jauh Nandang menjelaskan , Sejarah dari pada Isra Mi'raj adalah berawal dari nabi kita Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dijemput oleh Allah subhanahu wa ta'ala melakukan Mi'raj maka disebut Isra Wal Mi'raj perjalanan di waktu malam lalu naik ke langit dari Masjidil haram ke Masjidil Aqsa dari Masjidil Aqsa naik ke langit pertama ketiga keempat sampai ke langit ketujuh sampai kepada sidratul muntaha kehadapan Allah SWT, intinya adalah untuk menerima wahyu dari Allah langsung tanpa pelantara yaitu melaksanakan atau mendirikan shalat yang lima waktu, Jelasnya.


"Kami berharap para jamaah yang hadir di berikan kesehatan dan terus menjalankan ibadah Shalat, Sesuai perintah Allah SWT kepada Nabi Kita Muhamad SAW dalam perjalanannya Isra Mi'raj menerimah Wahyu dari Allah untuk mendirikan (menjalankan) Shalat,Sekalilagi Kami memohon  bantuhan Do'a kepada para jamaah untuk Camat Sepatan Timur Miftah Shuritho dalam menjalankan ibadah Umrohnya di berikan Kesehatan, kelancaran dan keselamatan," Tutup Nandang. (Atn)

HPN 2026, Pemprov Banten Dorong Pers Jadi Penjaga Kepentingan Publik di Era AI



Banten | Mitrapubliknew.com - Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten menjadi momentum penguatan pers yang lebih sehat di tengah perkembangan teknologi informasi, termasuk artificial intelligence (AI). Di tengah disrupsi informasi, pers masih sangat penting sebagai penyampai informasi kepentingan publik kepada masyarakat.


Pada Konvensi Nasional Media Massa bertema Pers, AI dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik, gagasan pers sebagai pelayan publik disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi. Menurutnya, AI mengubah cara informasi diproduksi, disebarkan, hingga dikonsumsi masyarakat.


Pers menurutnya memiliki peran untuk menyaring risiko terjadinya disinformasi dan manipulasi fakta dari perkembangan AI. Pers bisa menjaga kepercayaan publik dengan nilai-nilai yang dipegang dalam proses pengumpulan informasi. 


"Dalam konteks ini, pers tidak lagi sekadar menjadi saluran informasi. Pers telah bertransformasi menjadi simpul strategis dalam ekosistem informasi digital. Pers berperan sebagai penjaga kebenaran, pengurai kompleksitas, dan penentu makna," ujarnya.

Apalagi, pers memiliki peran disiplin verifikasi fakta sebagai standar operasional pekerjaannya. Pers dapat memberikan makna kepada publik di tengah derasnya arus data dan algoritma. Apalagi, disiplin verifikasi dapat mengurai apakah sebuah informasi adalah fakta atau rekayasa.


“Dalam konteks inilah Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026 menjadi ruang strategis untuk merumuskan kembali peran pers sebagai penjaga kepentingan publik di era AI dan transformasi digital," ujarnya.


Oleh sebab itu, ke depan perlu kolaborasi antara pers, pemerintah, akademisi, dan pelaku industri teknologi untuk membangun ekosistem informasi. Khususnya membangun pers yang menjunjung tinggi kepentingan publik sehingga memperkuat literasi media dan digital masyarakat.


Ia juga berharap Konvensi Nasional Media Massa dalam rangkaian HPN 2026 di Provinsi Banten ini dapat melahirkan gagasan strategis. Termasuk rekomendasi kebijakan dan praktik baik pemanfaatan AI di dunia pers.


"Lebih dari itu, forum ini diharapkan mampu meneguhkan kembali pers Indonesia sebagai pilar demokrasi, menjaga kepentingan publik, dan kekuatan moral di era digital," paparnya.


Tantangan disrupsi informasi di era digital ini juga diamini oleh Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat. Tapi menurutnya, kondisi ini selalu muncul dalam setiap perjalanan sejarah dan peradaban manusia. Makanya, pers dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan zaman.


"Disrupsi itu selalu muncul dalam perjalanan sejarah. Dan justru karena adanya disrupsi itu, maka peradaban menjadi maju, manusia ditantang untuk kreatif, inovatif,” katanya.


Komarudin mengistilahkan kondisi disrupsi ini selayaknya kondisi banjir. Jika banjir datang, biasanya mengakibatkan sawah rusak, termasuk rumah yang tertutupi lumpur dan membuat masyarakat menjadi kebingungan.


Tapi, untuk orang yang kreatif, banjir melahirkan pemikiran untuk membuat kanalisasi, irigasi, dan mitigasi lainnya. Termasuk juga menurutnya dunia pers. Saat terjadi disrupsi informasi di era AI, pers harus bisa menjawab kebingungan dan keresahan masyarakat di tengah banjir informasi.


"Dan inilah yang terjadi pada media massa, ketika era disrupsi ini, kadang-kadang kita merasa bingung, terjadi jungkir balik, penuh hoaks, dan sebagainya. Yang sebagian masyarakat memang toksik, sulit keluar dari situasi itu, bahkan menyenangi, bahkan addicted. Tapi, pada akhirnya, orang mencari sumber air bersih. Orang mencari sumber berita yang terpercaya," ujarnya.


Makanya, Komarudin yakin bahwa di tengah banjirnya informasi itu, masyarakat membutuhkan referensi yang akurat melalui media massa. Karena pers menurutnya memiliki disiplin dalam menyajikan fakta yang jernih kepada masyarakat.


“Pers merupakan semacam lembaga penyulingan, bagaimana menemukan kembali, mengemas kembali, sehingga banyak air-air bersih yang ditawarkan kepada masyarakat. Fungsinya seperti itu dan suatu saat, masyarakat juga akan mengalami kejenuhan terhadap berita-berita yang toksik itu,” ungkapnya.


Terakhir, ia berharap konvensi ini menjadi momentum untuk konsolidasi media massa di Indonesia. Sehingga pers bisa lebih kreatif dan berpikir optimistis menghadapi tantangan zaman di era ini.


"Sebagai Ketua Dewan Pers, saya penuh optimistis dan gembira sekali. Saya juga merasa terkesan dengan perhatian pemerintah yang begitu besar perhatiannya bagaimana mengatasi situasi ini," ujarnya.


(Red)

Kabiro Kota Bekasi Media Mitra Publik Mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026




Bekasi kota | Mitrapubliknews.com --Hari Pers Nasional (HPN) 2026 akan dirayakan pada tanggal 9 Februari. Pelaksanaan peringatan HPN dipusatkan di Provinsi Banten.


Dalam momentum peringatan Hari Pers Nasional 2026, Biro Media  Mitra publik  News menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan pers di Indonesia.


Hari Pers Nasional menjadi pengingat akan peran strategis media sebagai pilar keempat demokrasi, yang senantiasa menghadirkan informasi akurat, berimbang, dan terpercaya bagi masyarakat.


Di tengah dinamika perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat, pers dituntut untuk tetap menjaga integritas, profesionalisme, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.


Kabiroiro Kota bekasi Media Mitra Publik, Agus Kanit menyatakan, bahwa pers yang independen dan bertanggung jawab adalah fondasi penting dalam membangun bangsa yang cerdas dan berdaya saing, ucapnya. Minggu, 8/2/2026.


Melalui kerja-kerja jurnalistik yang berkualitas, pers tidak hanya menyampaikan berita, tetapi juga menjadi jembatan aspirasi publik serta pengawal kebenaran, tegas AK


Semoga peringatan Hari Pers Nasional 2026 semakin memperkuat komitmen seluruh insan pers untuk terus berkarya, menginspirasi, dan menjaga marwah profesi demi Indonesia yang lebih maju.


Selamat Hari Pers Nasional 2026.

Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.


(Agus Kanit)

Menyambut Hari Pers Nasional 2026, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Telah Resmi Membuka Kegiatan Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) Museum Media Siber Indonesia




‎Serang | Mitrapubliknews.com - Menyambut Hari Pers Nasional 2026, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) telah resmi membuka rangkaian kegiatan peletakan batu pertama (Ground Breaking) Museum Media Siber Indonesia, sebagai tonggak sejarah dan ajang literasi bagi insan pers. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Serang, Banten. Minggu (08/02/26).

‎Kegiatan peletakan batu pertama Museum Media Siber Indonesia sekaligus menjadi rangkaian kegiatan menyambut Hari Pers Nasional di Banten pada puncak acara tanggal 9 Februari 2026 yang rencananya Bapak Presiden Prabowo Subianto akan hadir di perhelatan akbar HPN 2026 di Serang, Banten.

‎Dalam sambutannya, Firdaus, Ketum SMSI pusat menyatakan terima kasih atas dedikasi Pemprov Banten yang telah serius dalam mengapresiasi wacana kami yang terbukti sudah dilaksanakan.

“Peran pemerintah Provinsi Banten sangat apresiasi karena saat deklarasi rencana diskusi berjalan dengan sangat baik dan efektif. Terbukti langsung direspon agar museum Media Siber SMSI akan segera terlaksana,” ucap Firdaus.



Ia juga menegaskan, bahwa museum siber pertama kali dalam sejarah di Indonesia, ini akan menjadi landasan dan integritas dan wadah literasi bagi insan pers.

‎“Saya harap agar wartawan dapat memanfaatkan museum media siber ini sebagai literasi jembatan untuk menyongsong masa depan lebih baik,” tuturnya.

‎Ia juga meminta agar rekan-rekan SMSI dapat memanfaatkan museum siber ini agar difungsikan sebagai tempat yang bersejarah dan ajang literasi bila sudah terbangun.

‎“Karena ini pertama kali museum media siber didirikan dalam sejarah di Indonesia. Maka Deri itu, mari bersama kita apresiasi agar menjadi landasan dan simbol perjuangan agar terbentuk jurnalis yang profesional demi pengabdian kepada bangsa,” pungkasnya.


‎Senada disampaikan oleh Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah Museum Media Siber Indonesia adalah sebagai tanda ucap syukur dan tekad keseriusan Pemprov Banten dalam menjalin sinergitas dengan insan pers.

‎“Selain monumen siber, saat ini kita meresmikan museum batu pertama media siber karena pers adalah ruang publik informasi yang terus dikembangkan sebagai pilar demokrasi,” imbuhnya.

‎Kata Dimyati, selain museum nanti akan ada pelestarian budaya terutama budaya Baduy yang akan tercatat dan dikelola di Museum Media Siber Indonesia ini.

‎“Nanti akan kami putuskan kapan dimulainya pelaksanaan ini, untuk waktu yang pas dan tepat agar pembangunan museum siber ini berjalan dengan baik dan efektif,” paparnya.

‎Dalam kegiatan ground breaking tersebut, dihadiri juga oleh Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Kadis Kominfo Serang, Kepala UPT Provinsi Banten, Ketua PWI Banten Rian Nopandra, Sekretaris PWI Banten Fahdi Khalid, Forkopimda Banten, Wakil Ketua Dewan Pers, Ketua SMSI se-Indonesia, serta seluruh Ketua dan jajaran pengurus PWI Banten," pungkasnya.


‎                               (Ant)


Sambut Bulan Suci Romadhon DKM dan Warga Gotong Royong Bersihkan Mushollah Assaadah

 



Bekasi kota | Mitrapubliknews.com - Dalam menyambut datangnya bulan suci Romadhon 1447 Hijriah, DKM dan warga RT 001 RW 001 Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, melaksanakan kegiatan aksi sosial gotong royong membersihkan Mushollah Assaadah, pada Minggu pagi (8/2/2026).


Kegiatan tersebut diikuti oleh para pengurus DKM, tokoh pemuda serta warga, bergotong royong membersihkan area dalam dan luar Mushollah Assaadah, mulai dari menyapu, mengepel lantai, membersihkan karpet dan kaca, merapikan tempat wudhu, hingga menata halaman sekitar, seluruhnya dilakukan secara bersama-sama.


Diwaktu bersamaan tepat saat pengurus DKM melakukan pengontrolan toren penampungan air, tiba-tiba mesin air (jet pump) mengalami kendala kerusakan, warga mencoba memperbaiki namun akhirnya dilakukan ganti dengan cara tuker tambah ke tukang service mesin air.


Salah satu tokoh pemuda yang juga pengurus DKM Mushollah Assadah, Nurdin Sani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian warga dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah ibadah, terlebih menjelang bulan suci Romadhon yang akan diisi dengan berbagai aktivitas keagamaan seperti shalat tarawih, dan tadarus Al-Qur’an, ujarnya.



Nurdin mengatakan kepada seorang  jamaah Mushollah Assaadah yang bekerja di perusahaan terdekat yang memiliki identitas RT 001 RW 001 Pejuang Medan Satria, DKM ingin pihak perusahaan khususnya General Affair (GA) dapat bersinergi menjalin komunikasi dengan pengurus DKM, agar penyaluran anggaran CSR terarah dan tepat sasaran, ucapnya.


"Kalo mesin air rusak gimana mau whudu, sementara Romadhon sudah dekat, akhirnya kita sepakat ganti dengan tuker tambah di tukang servis meski dengan anggaran swadaya warga" ungkapnya.


Sama halnya disampaikan Ketua DKM Mushollah Assaadah, Lutfi Abdilah, gotong royong ini bukan hanya tentang kebersihan fisik, tetapi juga bagian dari persiapan hati dan kebersamaan dalam menyambut bulan penuh berkah. Mencerminkan nilai solidartas  serta semangat guyub yang terus terjaga di lingkungan RT 001 RW 001 Pejuang".


Senada yang sampaikan Ustadz Firdaus Yusuf, guru tetap Majelis Ta'lim Mushollah Assaadah, saya sangat mendukung kegiatan gotong royong tersebut, mudah-mudahan DKM dan warga selalu kompak demi syiarnya Musholla Assaadah, ucapnya lugas.


Dengan lingkungan mushollah yang bersih dan tertata rapi, diharapkan pelaksanaan ibadah selama bulan Romadhon dapat berlangsung dengan lebih khusyuk dan nyaman, pungkasnya.


"Marhaban Yaa Romadhon, Selamat Datang Bulan Penuh Keberkahan".


(Agus Kanit)

Kepala sekolah MAN 4 kabupaten Tangerang beserta guru guru mengucapkan selamat hari pers Nasional







Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Kepala MAN 4 Kabupaten Tangerang, beserta jajaran guru dan staf, mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional. Dalam kesempatan ini, mereka berkomitmen untuk terus mendukung peran pers dalam membangun masyarakat yang lebih baik.


"Kami berharap Hari Pers Nasional ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya informasi yang akurat dan berimbang," ujar Kepala MAN 4 Tangerang.


Selamat Hari Pers Nasional!