BPKAD Kab.Tangerang

BPKAD Kab.Tangerang
Award financial 2024.

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA
Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1446 Hijriah

MITRAPUBLIKNEWS CHANNEL

Recent post

Permohonan Swadaya Masyarakat Sukatani: Normalisasi Sungai Cidurian, Upaya Nyata Kurangi Risiko Banjir

 


‎Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com – Semangat Permohonan swadaya masalah gotong royong kembali ditunjukkan warga Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Secara swadaya, masyarakat melakukan normalisasi Sungai Cidurian dengan mengeruk sedimentasi dan membuka kembali aliran sungai yang selama ini mengalami pendangkalan serta penyempitan.


‎Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas keluhan warga yang selama bertahun-tahun harus menghadapi ancaman banjir setiap musim hujan. Pendangkalan sungai dinilai menjadi salah satu penyebab berkurangnya daya tampung air sehingga luapan sungai kerap menggenangi permukiman.


‎Karman ketua RW.016 Perum Kutabumi 7 Astina, mengatakan kegiatan normalisasi merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus jawaban atas aspirasi warga yang selama ini mengeluhkan banjir akibat meluapnya Sungai Cidurian.


‎"Normalisasi sungai ini kami lakukan secara permohonan swadaya masyarakat sebagai jawaban atas keluhan banyak warga yang setiap musim hujan terdampak banjir akibat luapan Sungai Cidurian kampung Snen, Alhamdulillah, titik yang selama ini menjadi lokasi rawan banjir sudah dikeruk sehingga aliran air menjadi lebih lancar. Kami berharap upaya ini dapat mengurangi risiko banjir ke depannya," ungkap RW Karman.



‎Karman mengingat kembali banjir besar yang melanda wilayah Sukatani pada Minggu, 8 Maret 2026. Saat itu, hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak malam hingga dini hari menyebabkan Sungai Cidurian meluap dan merendam sejumlah permukiman warga. yakni  perumahan kutabumi 7 Astina, kampung Snen, kampung Gandaria, kampung Batu Nunggul, Ketinggian air bahkan mencapai sepinggang orang dewasa sehingga aktivitas masyarakat lumpuh dan banyak warga harus mengamankan barang-barang berharganya.


‎"Pengalaman pahit tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan banjir tidak bisa hanya menunggu penanganan dari pemerintah. Atas dasar itulah warga berinisiatif bergotong royong menghimpun tenaga dan sumber daya untuk melakukan normalisasi sungai demi kepentingan bersama," ujar Karman.



‎Salah seorang warga terdampak banjir, AS, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, aksi gotong royong yang dilakukan masyarakat merupakan contoh nyata kepedulian terhadap lingkungan tanpa membebani anggaran pemerintah.


‎"Ini adalah aksi nyata yang membantu kepentingan orang banyak tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Patut didukung dan diapresiasi. Kami berharap semangat kebersamaan seperti ini terus terjaga sehingga lingkungan menjadi lebih aman dari ancaman banjir," kata AS.


‎Warga berharap normalisasi Sungai Cidurian tidak hanya memberikan dampak jangka pendek dalam memperlancar aliran air, tetapi juga menjadi awal dari upaya berkelanjutan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian sungai.


‎"Dengan kolaborasi masyarakat dan dukungan berbagai pihak, risiko banjir di wilayah Sukatani diharapkan dapat terus ditekan pada musim penghujan mendatang," pungkasnya.


(Red)

Bunker & Bantal Jadi Tempat Persembunyian: Modus Lama di Lapas Pemuda Terbongkar




TANGERANG | Mitrapublinews.com Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran handphone ilegal dan barang terlarang di dalam blok hunian.


Dalam kurun waktu Januari hingga Juli, petugas mencatat hasil razia yang cukup signifikan. Sebanyak 110 unit handphone, 64 charger, 1 power bank, 9 earphone, 4 terminal listrik, serta 57 senjata tajam rakitan (sikim) berhasil disita dari warga binaan.


“Ini bagian dari upaya kami menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas Pemuda,” ujar Abi Mantrana Kepala KPLP Lapas Pemuda Kelas II Tangerang dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).


Ia mengungkapkan, modus penyelundupan barang terlarang masih didominasi oleh jalur kunjungan serta “warisan” dari penghuni sebelumnya.





“Sebagian masuk lewat kunjungan, dan banyak juga yang merupakan peninggalan dari warga binaan sebelumnya,” jelasnya.


Disembunyikan di Bunker dan Bantal


Petugas mengaku telah memetakan titik-titik rawan penyimpanan barang ilegal di dalam blok. Dari hasil razia, lokasi yang paling sering digunakan adalah bunker tersembunyi serta bagian dalam bantal tempat tidur warga binaan.


“Kalau razia, kami fokus ke bunker dan bagian dalam bantal. Di situlah biasanya mereka sembunyikan barang-barang tersebut,” ungkapnya.


Sudah Ada Fasilitas Resmi, Tapi Masih Nekat


Meski pihak lapas telah menyediakan fasilitas komunikasi resmi berupa wartel khusus (wartelsus) bagi narapidana untuk berhubungan dengan keluarga, praktik penggunaan handphone ilegal masih ditemukan.


“Dengan adanya wartelsus, sebenarnya tidak perlu lagi ada upaya penyelundupan atau tindakan ilegal,” tegasnya.


Sanksi Tegas: Register F hingga Hilang Hak Remisi


Bagi warga binaan yang terbukti melanggar, pihak lapas tidak segan menjatuhkan sanksi tegas berupa Register F.


“Konsekuensinya, mereka tidak mendapatkan remisi dan tidak bisa mengajukan pembebasan bersyarat dalam periode tertentu,” katanya.


Oknum Petugas Juga Ditindak


Tak hanya warga binaan, tindakan tegas juga diberlakukan terhadap petugas yang terbukti terlibat.


Dalam tiga bulan terakhir, pihak lapas telah menjatuhkan sanksi kepada dua petugas yang kedapatan memasukkan barang ilegal.


“Pelanggarannya membantu narapidana memasukkan barang terlarang. Itu terjadi sebelum masa kami bertugas, tapi tetap kami tindak,” ungkapnya.


Sidak Intensif: Minimal 3 Kali Seminggu


Untuk mencegah peredaran barang ilegal, razia dilakukan secara rutin dan intensif.


“Kami hampir setiap hari melakukan sidak. Minimal tiga kali dalam seminggu,” pungkasnya.

(*/ Red).

Road Show Audiensi JTR, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Sambut Positif Peran Pers Pengurus JTR




TANGERANG | Mitrapubliknews.com - Himpunan Jurnalis Tangerang Raya (JTR) kembali melanjutkan agenda road show audiensi ke sejumlah lembaga dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Tangerang Raya. Kali ini, pengurus JTR melakukan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang.


Rombongan JTR diterima langsung oleh Ketua Dewan DPRD Kabupaten Tangerang, H. Muhammad Amud S.Sos, didampingi Kasubag Humas DR.Nanang  dan salah satu kepala bidang di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang.


Dalam pertemuan tersebut, Ketua Dewan menyampaikan kesiapan DPRD Kabupaten Tangerang untuk menjalin sinergitas dan kolaborasi dengan JTR sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.


“Kami dengan senang hati menerima kunjungan JTR. Semoga ke depan JTR dapat terus menyajikan pemberitaan yang informatif, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar H.M. Amud.


Ia juga mengapresiasi keberadaan JTR sebagai wadah wartawan yang memiliki jumlah anggota cukup besar dan dinilai memiliki kredibilitas yang baik.


“Dengan anggota sekitar 60 orang, JTR tentu bukan sekadar perkumpulan biasa. Kami yakin JTR adalah organisasi wartawan yang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional,” tambahnya.


Hal senada disampaikan Humas  DPRD Kabupaten Tangerang Nanang. Menurutnya, DPRD Kabupaten Tangerang selalu terbuka untuk bekerja sama dengan insan pers sebagai mitra dalam menyampaikan informasi publik.




Sementara itu, Ketua Tim Audiensi JTR, M. Irfansyah atau akrab disapa Ngkong, didampingi Sekretaris JTR, Marinan, Nean, Harso Kadiv Organisasi , Kartawijaya eben, Kadiv Sosial dan Arul Setiap JTR, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari DPRD Kabupaten Tangerang.


“Semoga penerimaan ini bersinergi dengan jurnalis Tangerang Raya ( JTR ).” ujar Irfansyah.


Marinan menambahkan, pihaknya berharap sinergi dan kolaborasi antara JTR dan DPRD Kabupaten Tangerang dapat berjalan berkelanjutan sesuai dengan harapan bersama.


“Kami berharap kerja sama ini bisa terwujud secara nyata dan membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/Red).

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Kapolresta Tangerang Sambangi Kajari Kabupaten Tangerang




Tangerang| Mitrapubliknews.com --Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah bersilaturahmi ke Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tangerang Wahyudi Eko Husodo, Selasa (14/7/2026).


"Kunjungan silaturahmi ini di antaranya untuk memperkuat sinergi penegakan hukum," kata Indra Waspada. 


Indra Waspada yang didampingi Pejabat Utama Polresta Tangerang dan Kapolsek jajaran mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat koordinasi dan komunikasi antarlembaga dalam menjaga stabilitas kamtibmas 


"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat koordinasi menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Tangerang," ujarnya.




Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Keduanya membahas berbagai isu strategis. Mulai dari penguatan sinergi dalam penegakan hukum, koordinasi penanganan perkara, hingga peningkatan pelayanan hukum yang profesional dan berkeadilan kepada masyarakat.


Indra Waspada menegaskan, keberhasilan penegakan hukum tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antar-aparat penegak hukum.




Menurutnya, soliditas yang telah terjalin antara Polresta Tangerang dan Kejari Kabupaten Tangerang merupakan modal penting untuk menjaga kepastian hukum. Sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. (*/ Red).

Perkuat Soliditas TNI-Polri, Kapolresta Tangerang Jalin Silaturahmi dengan Kodim 0510/Tigaraksa




Tangerang| Mitrapubliknews.com --Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegaskan pentingnya menjaga soliditas TNI-Polri. Sebab hal itu merupakan fondasi utama dalam memelihara kamtibmas di Kabupaten Tangerang.


Hal itu disampaikan Indra Waspada saat bersilaturahmi ke Markas Kodim 0510/Tigaraksa, Selasa (14/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Indra Waspada yang didampingi Pejabat Utama Polresta Tangerang serta Kapolsek jajaran diterima Kasdim 0510/Tigaraksa Mayor Inf. Windra Sanur.


"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat koordinasi menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Tangerang," kata Indra Waspada.




Dalam pertemuan tersebut, Polresta Tangerang dan Kodim 0510/Tigaraksa membahas penguatan sinergi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan. Serta meningkatkan koordinasi pelaksanaan tugas di lapangan untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah di Kabupaten Tangerang.


Menurut Indra Waspada, keamanan yang kondusif hanya dapat diwujudkan apabila seluruh unsur terus menjaga kekompakan dan memperkuat kolaborasi.




"Dengan kebersamaan, kita dapat menghadapi berbagai tantangan, menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.


Dia menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri. Tetapi memerlukan dukungan seluruh elemen, termasuk TNI, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya.




"Dengan sinergi yang kuat, kita dapat memberikan rasa aman sekaligus mendukung kelancaran pembangunan di Kabupaten Tangerang," katanya.


Silaturahmi tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama untuk terus meningkatkan koordinasi. Selain itu, juga untuk efektivitas pelaksanaan tugas. Serta memastikan setiap persoalan yang berkembang di masyarakat dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kolaborasi yang baik. (*/ Red).

Rapat Evaluasi Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kapolresta Tangerang Dorong Penguatan Kesiapsiagaan



Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mendorong penguatan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran maupun bencana serupa. Hal tersebut menyusul insiden kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, beberapa waktu lalu.


Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Forkopimda Kabupaten Tangerang dengan agenda evaluasi penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin di Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (14/7/2026).


"Kesiapsiagaan dan langkah mitigasi harus terus diperkuat agar kejadian serupa dapat dicegah," kata Indra Waspada.



Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi semua. Kata dia, penanganan yang dilakukan secara terpadu mampu mengendalikan situasi. Oleh karena itulah, sejak awal Polresta Tangerang bersama TNI, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, BNPB, pemerintah daerah, relawan, dan berbagai unsur lain bergerak melakukan penanganan.


"Hingga api berhasil dipadamkan 100 persen dan sebaran asap dapat dikendalikan," kata dia. 


Meski api telah padam, personel Polresta Tangerang tetap disiagakan hingga 14 Juli 2026. Langkah itu untuk mendukung proses pendinginan. 


"Sekaligus melakukan monitoring guna mengantisipasi munculnya titik api baru," ujarnya. 


Selain fokus pada pengamanan, Polresta Tangerang juga memberikan perhatian terhadap dampak kesehatan masyarakat akibat kebakaran tersebut. Pos kesehatan didirikan untuk memberikan layanan medis kepada warga terdampak paparan asap.


Tidak hanya itu, dilakukan juga pembagian masker kepada petugas, relawan, dan masyarakat sekitar. Trauma center juga diaktifkan sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan.


Dalam aspek pengamanan, Indra Waspada menjelaskan, personelnya melakukan penyekatan dan penutupan akses menuju TPA. Langkah tersebut dilakukan agar mobilisasi kendaraan pemadam kebakaran maupun alat berat dapat berlangsung lancar tanpa hambatan.


Personel juga melakukan pengamanan di kawasan danau yang menjadi sumber air bagi operasi water bombing. Sehingga proses pengambilan air oleh helikopter pemadam dapat berjalan aman dan tidak terganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.


"Seluruh langkah tersebut kami lakukan untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal," kata Indra Waspada.




Pada acara yang sama, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menegaskan bahwa kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi alarm keras bagi seluruh pihak. Hal itu karena dampak kebakaran tidak hanya pada pengelolaan sampah, tetapi juga terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.


"Kebakaran di TPA Jatiwaringin beberapa waktu lalu merupakan alarm keras bagi kita semua," ujar Maesyal.


Menurutnya, meskipun api telah berhasil dikendalikan, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh sebagai dasar penyempurnaan penanganan ke depan.


Maesyal meminta seluruh perangkat daerah dan instansi terkait memfokuskan evaluasi pada tiga aspek utama, yakni evaluasi respons dan standar operasional prosedur (SOP), dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat, serta penyusunan strategi mitigasi jangka panjang agar peristiwa serupa tidak terulang," pungkasnya.


(Red)

Polsek Pakuhaji Bongkar Sindikat Uang Palsu, Rp68,57 Juta Uang Siap Edar dan Peralatan Produksi Disita

 


Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com – Unit Reskrim Polsek Pakuhaji, Polres Metro Tangerang Kota, membongkar kasus dugaan pemalsuan dan peredaran uang palsu. Seorang pria berinisial WW (32) diamankan bersama barang bukti uang palsu siap edar senilai Rp68,57 juta serta berbagai peralatan yang diduga digunakan untuk memproduksi uang palsu.


Kapolsek Pakuhaji AKP Prapto Lasono, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat terkait dugaan adanya peredaran uang palsu di wilayah Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.


"Berbekal informasi dari masyarakat, tim Opsnal langsung bergerak melakukan penyelidikan. Saat dilakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku, petugas menemukan puluhan lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu yang diduga siap diedarkan," ujar Prapto.



Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (11/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di Jalan Raya Pakuhaji, Kampung Bebulak Dato, Kelurahan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.


Dari hasil interogasi awal, pelaku mengaku masih menyimpan uang palsu beserta peralatan pembuatannya di sebuah kontrakan di kawasan Jelupang, Serpong Utara. Polisi kemudian melakukan pengembangan dan menemukan lokasi yang diduga dijadikan tempat produksi uang palsu.


Dalam penggeledahan tersebut, petugas menyita ratusan lembar uang palsu berbagai pecahan, bahan setengah jadi, lembaran uang yang belum dipotong, hingga perlengkapan produksi seperti tinta UV, stempel, kuas, lakban, pylox bening, lem semprot, cutter, senter UV, serta berbagai alat lainnya.


Total barang bukti yang diamankan meliputi uang palsu pecahan Rp100 ribu sebanyak 338 lembar, pecahan Rp50 ribu sebanyak 617 lembar, dan pecahan Rp20 ribu sebanyak 46 lembar, dengan total nilai mencapai Rp68.570.000.



Dari pemeriksaan sementara, pelaku mengaku memperoleh bahan dasar uang palsu dari seseorang yang hanya dikenalnya dengan nama panggilan "God Hand", yang disebut berasal dari Bandung. Selanjutnya, pelaku diduga menyelesaikan proses pembuatan uang palsu secara mandiri, mulai dari pemasangan pita pengaman, penyatuan lembar uang menggunakan lem semprot, penyemprotan pelapis agar menyerupai tekstur uang asli, hingga pembuatan efek hologram menggunakan bahan tertentu.


Polisi juga mendalami pengakuan pelaku yang menyebut praktik tersebut telah dijalankan sejak tahun 2025. Selain memburu pemasok bahan baku, penyidik akan menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam produksi maupun peredaran uang palsu tersebut.


Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat menerima uang tunai, terutama dalam transaksi langsung.


"Masyarakat diimbau selalu menerapkan prinsip 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang saat menerima uang. Apabila menemukan atau mencurigai adanya uang palsu maupun aktivitas yang mengarah pada tindak pidana, segera laporkan kepada kantor polisi terdekat atau melalui layanan Call Center Polri 110 yang siap melayani selama 24 jam," ujar Jauhari.


Pelaku saat ini dijerat Pasal 374 dan Pasal 375 mengatur tentang tindak pidana pemalsuan dan penyimpanan mata uang palsu dengan pidana penjara selama 10 tahun," pungkasnya.


(Red)

Jalin Silaturahmi, Kanit Reskrim Polsek Rajeg Ajak Media Bangun Kemitraan Positif


Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com – Dalam suasana penuh keakraban, Kanit Reskrim Polsek Rajeg, IPDA Novrizal, menggelar kegiatan ngobrol santai bersama sejumlah insan media sebagai upaya mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat sinergitas antara Polri dan awak media. Senin (13 Juli 2026).


Pertemuan yang berlangsung dengan suasana santai tersebut menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara kepolisian dan jurnalis dalam mendukung penyampaian informasi yang cepat, akurat, dan berimbang kepada masyarakat.


IPDA Novrizal menyampaikan bahwa media merupakan mitra strategis Polri dalam menyampaikan berbagai informasi, khususnya terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), penegakan hukum, hingga edukasi kepada publik.


"Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk menjaga komunikasi dan membangun hubungan yang harmonis. Dengan sinergi yang baik, informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat lebih akurat, objektif, dan bermanfaat," ungkap Kanit.


Ia juga berharap hubungan baik yang telah terjalin selama ini dapat terus dipertahankan sehingga tercipta kolaborasi yang positif antara Polri dan insan pers dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polsek Rajeg," ujarnya.


Sementara itu, para awak media menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai komunikasi yang terbuka antara kepolisian dan media menjadi langkah positif dalam memperkuat kemitraan serta mempermudah koordinasi terkait pemberitaan yang berkaitan dengan tugas-tugas kepolisian.


Melalui kegiatan silaturahmi ini, diharapkan hubungan antara Polsek Rajeg dan insan media semakin solid, sehingga mampu bersama-sama menghadirkan informasi yang edukatif, terpercaya, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas," pungkasnya.


(Ant)

‎Pilu Ibu Omelih Seorang Janda Sebatang Kara Hidup di Rumah Dengan Tidak Layak Huni, Kampung Gandaria Sukatani. ‎




‎Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Pilu ibu Omelih (49), seorang janda Sebatang Kara hidup di rumah dengan tidak layak huni, warga kampung Gandaria RT.04/RW.07, Desa Sukatani, kecamatan Rajeg, kabupaten Tangerang, harus bertahan hidup seorang diri dan anaknya yang masih kecil di rumah reyot tak layak huni, Senin (13 Juli 2026).


Pantauan awak media saat berkunjung ke rumah ibu Omelih, atap rumah yang berada di dalam berlubang Beberapa bagian atapnya yang rapuh bahkan sudah ambrol yang di ikat dengan tambang, dindingnya pun rapuh dan rawan roboh sewaktu-waktu.


"Kalau hujan itu pada bocor dan takut ambruk bagian atapnya ," uja Omelih.



Rumah tak layak huni itu sudah ditempati ibu omelih selama hidupnya. Rasa cemas juga selalu menghantui ketika angin kencang dan hujan datang karena atap sudah rapuh dan sudah pada patah.


"di usia yang tak lagi muda, ibu Omelih menjalani hidup seorang diri dan anaknya yang masih kecil, Ketiga anaknya telah berkeluarga dan tinggal bersama suami masing-masing.


Sementara dirinya juga sudah lama berpisah dengan sang suami yang di tinggalkan karena meninggal selama 4 (empat) tahun.




Ibu Omelih mengatakan Dengan haru," dari semenjak suami sudah meninggal selama 4 (empat) tahun sampai sekarang ini kerja kuli sortir emberan limbah yang tidak menentu penghasilan, pengerjaan dalam satu minggu sekitar 100.000 ribu hingga 150.0000 ribu.


"Saya hidup sendiri tidak punya suami, terus untuk keseharian nya pekerjaan sendiri itu pekerjaan seperti ini, serta menerima pekerjaan apa pun yang ditawarkan warga," ucap ibu Omelih.


Harapan saya memohon kepada Pihak pemerintah daerah atau pemerintah setempat mohon agar dibangun oleh pihak pemerintah, Terutamanya saya minta permohonan kepada bapak Bupati agar bisa mbantu," harapannya.


‎(Ant)

Kicau Mania Kapolresta Cup Meriah, Polresta Tangerang Ajak Warga Nobar Perempat Final Piala Dunia 2026




Tangerang| Mitrapubliknews.com -- Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai Lomba Kicau Mania Kapolresta Cup yang digelar Polresta Tangerang di kawasan Talaga Bestari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Minggu (12/7/2026). 


Ratusan peserta lomba, komunitas pecinta burung, hingga masyarakat umum memadati lokasi kegiatan. Sebelum beradu kicau, para peserta, masyarakat, dan jajaran Polresta Tangerang terlebih dahulu menyaksikan laga sengit perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Swiss.




Suasana pun kian meriah, semangat, dan penuh kehangatan. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat. Kali ini melalui aktivitas yang positif dan diminati berbagai kalangan.


"Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membangun ruang kebersamaan antara Polri dan masyarakat," kata Indra Waspada. 




Kata dia, lomba kicau mania menjadi wadah silaturahmi bagi para penghobi burung. Sementara nobar Piala Dunia menjadi momentum untuk menikmati hiburan bersama dalam suasana yang aman dan tertib. 


Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.




Komunitas kicau mania, lanjut dia, merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki semangat persaudaraan yang kuat. Dia berharap, semangat kebersamaan itu juga diwujudkan dalam menjaga lingkungan agar tetap aman, damai, dan kondusif.


"Polri tidak bisa bekerja sendiri, sehingga kolaborasi dengan seluruh komunitas sangat kami harapkan," ujarnya.


Indra Waspada menambahkan, Hari Bhayangkara ke-80 dijadikan momentum terus menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat seremonial. Tetapi juga mampu menjadi ruang interaksi yang positif antara Polri dan masyarakat.


"Semoga kebersamaan seperti ini terus terjalin dan semakin mempererat sinergi dalam menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Tangerang," pungkasnya.


Selain menjadi ajang kompetisi bagi para pecinta burung berkicau, rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga dalam suasana yang hangat, penuh kekeluargaan, dan semangat sportivitas. (*/Red).

Koramil 01/Teluknaga Tak Pernah Berhenti Sukseskan Ketahanan Pangan




Kodam Jaya, Tigaraksa | Mitrapubliknews.com - Babinsa Desa Babakan Asem Sertu Teguh yang bertugas di Koramil01/Teluknaga Kodim 0510/Tigaraksa melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama Kepala Desa Babakan Asem beserta perangkat desa, Ketua RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, kelompok tani, pemuda, dan warga Desa Babakan Asem, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Sabtu (11/7/2026).


Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penyiapan Lomba Bina Desa (Bindes) tingkat Kabupaten Tangerang sekaligus memperkuat sinergi seluruh komponen masyarakat dalam mendukung program Ketahanan Pangan Nasional di wilayah Desa Babakan Asem.


Dalam penyampaiannya, Babinsa menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga ketahanan nasional.Ketersediaan pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah desa, kelompok tani, masyarakat, serta Babinsa sebagai perpanjangan tangan TNI AD di wilayah.



Adapun pokok-pokok yang disampaikan dalam kegiatan Komsos tersebut meliputi Babinsa mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami sayuran, cabai, tomat, terong, dan tanaman pangan lainnya.


Mengoptimalkan lahan pertanian agar tetap produktif serta mencegah alih fungsi lahan yang tidak sesuai peruntukannya.Mendorong kelompok tani untuk meningkatkan hasil pertanian melalui semangat gotong royong dan kebersamaan.

(*/Red9.

Sumber Kodim 0510/Tigaraksa

Dimomentum Bulan Muharram,Yayasan Baitul Amal Insan Mulya, Gelar Santunan 100 Anak Yatim dan Duafa





TANGERANG | Mitrapubliknews.com Yayasan Baitul Amal Insan Mulya, Di bulan muharram menyelenggarakan Santunan 100 anak yatim dan Duafa di Kampung Leles Gaok, Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Minggu (12/7/2028).


Acara berlangsung dihadiri: Kiyai H Rafiudin, Ki jaka Petir dan Segenap pengurus anggota Yayasan, Serta tokoh masyarakat dan tokoh Agama.




Acara di pimpin ketua (Yayasan  Baitul Amal Insan Mulya). Ustadz Oden, Dalam sambutannya Alhamdulillah, Acara santunan anak yatim-piyatu dan Duafa berjalan lancar dan sesuai amanat dalam berbagi keberkahan  di bulan Muharram 1448 Hijriyah, kami berbagi kepedulian terhadap anak yatim dan Duafa setiap tahun di bulan Muharram.” Ucap Ustadz Oden.


“Alhamdulillah acara ini berlangsung dengan lancar dan baik, Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak kepada Donatur serta panitia kegiatan dan pengurus dan anggota serta undangan yang hadir semoga kebaikannya di terima Allah SWT, Aamiin ya rabbal alamiin”, kata Ustadz Oden.




Ditempat yang sama  Abah Haji Dedi selalu penasehat Yayasan Baitul Amal Insan Mulya membantu dan mensuksesan acara tersebut.




“Alhamdulillah kami dan segenap keluarga besar Yayasan Baitul Amal Insan Mulya mengucapkan terimakasih banyak kepada panitia dan donatur semoga kita semua di bulan yang akan datang bisa bertemu lagi dalam acara yang sama”, Tambah Abah Haji Dedi


“Harapan keluarga besar. Yayasan Baitul Amal Insan Mulya Mudah-mudahan berharap di setiap bulan Muharram bisa terlaksana lagi, Untuk berbagi keberkahan dan kepedulian, santuni anak-anak yatim piyatu dan Duafa di tahun  depan,”harapnya.


(*/Red).

‎Keluarga Besar Padepokan Mandala Sakti Lodaya Putih: Gelar Santunan Peduli Yatim Piatu




‎kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Keluarga Besar Padepokan Mandala Sakti Lodaya Putih: Gelar Santunan Peduli Yatim piatu sebayak 150 Yatim, yang di laksanakan di kampung ribut, Desa Ranca labuh, kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang Banten," Jum'at malm Sabtu ( 10 Juli 2026).



Turut hadir dalam rangka santunan, saudara dari BPPKB, perguruan TTKDH, dari para Habib, IPSI kabupaten Tangerang, toko masyarakat, toko ulama, toko pemuda, serta penerima anak yatim-piatu.


Itai selaku ketua Padepokan Mandala Sakti Lodaya Putih menyampaikan," Dalam acara santunan ini Alhamdulillah 150 anak yatim piatu dari Daon, dari Desa Jambu, Kecamatan Raja, dari Kampung Ribut, Kampung Kemiri, Kecamatan Kemiri, Dari tiga raksa, Alhamdulillah berjalan dengan lancar.


"agenda ini Kami laksanakan setiap tahun, setelah diselenggarakan yakni 10 Muharam, dan agenda pengajian pertama," ucapnya.




Kami Selaku keluarga besar Padepokan Mandara Sakti Lodaya Putih, mengucapkan atas kehadiran banyak terima kasih kepada abah rohiman beserta jajaran dari Satgas DPD BPPKB Banten yang telah menghadiri acara santunan yatim," Ujarnya.


Abah Rohiman Dansatgas DPD BPPKB Provinsi Banten menyampaikan," Saya dari Satgas DPD BPPKB Provinsi Banten
telah menghadiri acara santunan yatim piatu.



"Yang diadakan oleh Ketua BPAC Lakbas, Bapak Itai, Kecamatan Krim, Kabupaten Tangerang, Semoga pembangunan piatu-piatu berjalan dengan lancar dalam rangka peduli yatim piatu," pungkasnya.


(Red)

Musyawarah Darurat Zona Dua Sepakati Perbaikan Total Jalan Sumber Sari - Tapung Hulu




TAPUNG HULU | Mitrapubliknews.com Aliansi strategis lintas sektor bergerak cepat merespons jeritan masyarakat terkait hancurnya infrastruktur jalan vital yang menghubungkan Desa Sumber Sari menuju Kantor Camat Tapung Hulu. Bertempat di Kantor Desa Senama Nenek, Jumat (10/07/2026), digelar musyawarah darurat skala besar guna menuntut komitmen nyata dari jajaran pemerintah, wakil rakyat, hingga belasan perusahaan raksasa yang beroperasi di wilayah tersebut.


Jalan yang berstatus sebagai jalan provinsi ini dinilai telah lama terabaikan, hingga memaksa pemangku kebijakan lokal dan dunia usaha melakukan intervensi darurat demi menyelamatkan urat nadi perekonomian dan akses pendidikan masyarakat.


Hadir langsung dalam pertempuran gagasan ini Anggota DPRD Kampar dari Fraksi PPP Hajah Jasnita Tarmizi, perwakilan Camat Tapung Hulu, Kepala Desa Senama Nenek, Kapolsek Tapung Hulu yang diwakili Aipda Romi, SH, Danramil 016/Tapung yang diwakili Serlu Suriadi, Ketua Pemuda Kecamatan, pengurus BPD, Karang Taruna, serta delegasi puncak dari belasan perusahaan kelapa sawit dan energi. Rapat krusial mengenai perawatan jalan Zona Dua ini dipimpin langsung oleh Ketua Zona, Abdoel Rachman Chan.




Anggota DPRD Kampar, Hj. Jasnita Tarmizi, dengan nada tegas mendesak agar seluruh pihak tidak terjebak dalam birokrasi yang lamban. Ia meminta pemetaan titik terparah segera dikalkulasikan agar eksekusi lapangan dapat langsung menyasar area kritis sebelum curah hujan tinggi memutus total akses jalan.


"Kita butuh jalan ini segera layak dilalui. Mari hari ini kita lakukan koordinasi, solusi, dan aksi! Bahkan jika memang mendesak, kita lakukan aksi terlebih dahulu, baru koordinasikan untuk melahirkan solusi konkrit," cetus Hj. Jasnita dengan berapi-api.


Dan Sebagai bentuk komitmen nyata, politisi PPP ini tidak hanya memberikan dukungan politis, melainkan siap menggelontorkan sumbangan dana pribadi demi menyokong biaya perbaikan jalan.




Senada dengan itu, Nuriadi Camat Tapung Hulu mengungkapkan bahwa keluhan mendalam warga Tapung Hulu sebenarnya telah sampai ke meja Bupati Kampar dan mendapatkan respons positif. Saat ini, Kepala UPT PUPR Bina Marga terus mengupayakan perawatan maksimal. Namun, keterbatasan anggaran menuntut seluruh stakeholder untuk kembali menghidupkan roh gotong royong dan berpartisipasi penuh.


Dukungan penuh juga mengalir dari aparat penegak hukum. Kapolsek Tapung Hulu melalui perwakilannya menegaskan, kelayakan jalan ini adalah harga mati agar aktivitas sosial, ekonomi, serta keselamatan anak-anak sekolah yang melintas dari Desa Sumber Sari menuju Kantor Camat tidak lagi terancam oleh kubangan lumpur dan kerusakan jalur.


Sebagai wilayah yang dikelilingi industri perkebunan skala besar, kontribusi perusahaan menjadi sorotan utama dalam rapat. Sebanyak 11 entitas bisnis dan asosiasi pengusaha peron dikepung untuk memberikan kepastian kontribusi materiil maupun alat berat:


• SPBUN Sei Lantai (Wagino): Meski secara wilayah tidak melintasi jalur tersebut, secara ksatria menyatakan siap berkontribusi meminjamkan alat berat dan menyumbang material sebanyak 10 armada truk.


• Asum PTPN IV Regional III Perkebunan Sei Kencana: Berkomitmen penuh menerjunkan alat berat vital berupa Bomag (vibratory roller) dan Grader untuk pematangan lahan.


• PTPN IV Regional III: Siap menyuplai material tanah krokos dan segera melayangkan hasil keputusan untuk persetujuan final manajemen puncak.


• PT. SMP Energi Gandewa: Totalitas mendukung dengan menyiagakan 3 unit alat berat yang siap siaga (standby) selama hari kerja di lokasi proyek.

 

• PT. Lindai Jaya Lestari, PT. Multi Agrindo Sawit Sejahtera, & PT. Makmur Palma Lestari: Ketiganya menyatakan komitmen mutlak untuk menyumbang material perbaikan, di mana volume teknisnya akan disesuaikan dalam waktu dekat.

 

• PT. Sugi Indah Sejati Grup & PT. Inti Kamparindo Sejahtera: Menyatakan dukungan penuh dan siap berkontribusi aktif dalam perawatan dan perbaikan jalan zona dua


• PT. Sarana Inti Pratama & PT. Subur Arum Makmur I: Menyatakan mendukung dan segera membawa hasil rapat ini kepada pimpinan tertinggi melalui surat pengantar resmi dari pemerintah desa guna pencairan bantuan material.


• Koordinator Pengusaha Peron: Memastikan sumbangan material akan segera mengalir setelah konsolidasi internal antar-pemilik peron sawit selesai dilakukan.


Rapat maraton tersebut akhirnya melahirkan keputusan mutlak tanpa kompromi. Eksekusi perbaikan jalan dari Desa Sumber Sari menuju Kantor Camat Tapung Hulu resmi ditetapkan berjalan selama satu bulan penuh, terhitung mulai 10 Juli hingga 10 Agustus 2026.


Guna menghindari praktik manipulasi dan menjamin kualitas pengerjaan di lapangan, forum sepakat menyerahkan kendali teknis dan pengawasan penuh kepada Pengurus Karang Taruna Desa Senama Nenek. Tidak main-main, pergerakan di lapangan juga akan dimonitoring secara ketat oleh pengurus BPD Senamanenek dan Pemerintah Desa.


Langkah agresif lintas elemen ini menjadi sinyal keras bagi pihak-pihak terkait bahwa infrastruktur publik bukan lagi perkara tawar-menawar, melainkan kewajiban moral yang harus dituntaskan secara instan demi kemaslahatan masyarakat luas. (*/Red).

Tindaklanjuti Informasi Soal Dugaan Peredaran Obat Keras, Polsek Mauk Cek Lokasi




Tangerang| Mitrapubliknews.com -- Aparat Polsek Mauk Polresta Tangerang mendatangi lokasi yang diduga jadi tempat peredaran obat keras daftar G di Kampung Suka Hati, Desa Karang Serang Kecamatan Sukadiri, Kamis (9/7/2026). 


Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana mengatakan, pengecekan itu merupakan tindak lanjut informasi yang disampaikan masyarakat. Kata dis, setelah dilakukan pengecekan, tidak ditemukan aktivitas mencurigakan. 



"Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya pelaku atau aktivitas terkait penjualan obat golongan G tersebut," kata Nyoman. 


Meski demikian, lanjut Nyoman, pihaknya berkoordinasi dengan perangkat lingkungan setempat untuk bersama-sama melakukan monitoring. Tempat yang diduga atau dicurigai pun, ujar Nyoman, telah dilakukan penertiban.




"Telah dilaksanakan penertiban terhadap tempat yang diduga menjadi penjualan obat daftar G tersebut," ujarnya 


Penertiban dilakukan oleh perangkat lingkungan dan pemerintahan desa setempat. Pada kesempatan itu, Nyoman mengapresiasi masyarakat yang memberikan informasi. Dia juga mengajak masyarakat melapor apabila melihat atau menemukan aktivitas yang mencurigakan atau meresahkan. (*/Red).