BPKAD Kab.Tangerang

BPKAD Kab.Tangerang
Award financial 2024.

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA
Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1446 Hijriah

MITRAPUBLIKNEWS CHANNEL

Recent post

Diskusi Kebangsaan Perkuat Komitmen PMKRI Meneguhkan Pancasila




Sumatra Utara | Mitrapubliknews.com -- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Komisariat Daerah Sumut-NAD menggelar diskusi kebangsaan bertemakan "Implementasi Nilai-nilai Pancasila Dalam Rangka Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Guna Terciptanya Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif, Sabtu (7/3).


Diskusi yang dihadiri puluhan kader PMKRI Sumut ini sekaligus meneguhkan  komitmen PMKRI dalam memperkuat 

semangat kebangsaan, memperkokoh persatuan, serta meneguhkan kembali nilai-nilai  Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.


Ketua PMKRI Komisariat Daerah Sumut-NAD Sintong Sinaga, dalam pemaparannya mengatakan, dalam situasi sosial yang terus berkembang dan diwarnai berbagai tantangan kebangsaan, penguatan nilai-nilai Pancasila menjadi hal yang sangat penting.


Nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong perlu terus ditanamkan agar masyarakat tetap memiliki kesadaran bersama dalam menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara.


"Peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dinilai sangat strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.


Mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang  tidak hanya kritis terhadap berbagai persoalan sosial, tetapi juga mampu menghadirkan 

solusi yang konstruktif bagi masyarakat,"jelasnya.


Sintong juga menyampaikan, bahwa persoalan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) bukan hanya peran kepolisian saja.


Masyarkat secara umum memiliki peran yang sama dengan kepolisian karena pribadi yang harus dijaga adalah masyarakat itu sendiri.


"Sedangkan peran mahasiswa dalam hal ini cukup krusial bagaimana membawa pesan bahwa menjaga Kamtibmas itu bukan hanya tanggungjawab kepolisian saja.


Menjaga Kamtibmas adalah kerja kolektif yang semua pihak punya peran yang sama,"ungkapnya. 


Sintong menambahkan, situasi geopolitik dunia yang sedang memanas saat ini karena adanya perang AS dan Iran harus disikapi dengan bijak oleh masyarakat kita termasuk mahasiswa. Yang perlu ditegaskan perang yang terjadi di dunia saat ini, bukan perang atau konflik agama, kondisi perang saat ini adalah konflik kemanusiaan.


"Jangan sampai isu-isu ini masuk ke Indonesia menjadi isu konflik agama. Ini jadi tugas kita bersama untuk mengedukasi masyarakat terhadap situasi yang terjadi belakangan ini,"sebutnya. *(Rizky/tim)*

Jelang Lebaran, Babinsa Kelurahan Karang Anyar Sediakan 200 Paket Telur Murah untuk Warga




Kota Tangerang | Mitrapubliknews.com – Upaya membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui kegiatan bazar murah yang digelar Babinsa Kelurahan Karang Anyar, Koramil 02/Batuceper, Kota Tangerang, di halaman Kantor Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari.


Kegiatan yang dipelopori Sertu Agus Puji Winarto bersama mitra Koramil 02/Batuceper ini berlangsung pada Jumat (6/3/2026) dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat sekitar. 


Dalam bazar tersebut, panitia menyediakan 200 paket telur ayam, dengan masing-masing paket berisi 2 kilogram telur yang dijual dengan harga Rp50.000 per paket, jauh lebih murah dibandingkan harga pasar saat ini.


Sejak pagi hari, warga terlihat datang dan mengantre dengan tertib untuk mendapatkan paket telur murah tersebut. Aparat TNI bersama perangkat kelurahan dan mitra Koramil turut membantu proses pendataan serta pendistribusian agar kegiatan berjalan lancar.



Babinsa Kelurahan Karang Anyar, Sertu Agus Puji Winarto, mengatakan kegiatan bazar murah ini merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat, terutama di tengah naiknya harga telur menjelang Hari Raya Idulfitri.


“Bazar murah ini kami lakukan untuk membantu meringankan masyarakat sekitar di tengah melambungnya harga telur menjelang Hari Raya Idulfitri. Kami berharap kegiatan ini bisa sedikit membantu kebutuhan warga,” ujar Sertu Agus Puji Winarto di sela kegiatan.


Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang terus didorong Koramil 02/Batuceper bersama berbagai pihak.


Ke depan, pihaknya berencana memperluas program ketahanan pangan tersebut dengan menggandeng berbagai mitra strategis, salah satunya PT Airnav Indonesia.


“Ke depan kami berencana memperluas area ketahanan pangan dengan menggandeng dan bekerja sama dengan PT Airnav Indonesia. Harapannya program ini bisa semakin berkembang dan manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” jelasnya.


Melalui kegiatan sosial seperti ini, diharapkan sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat terus terjalin, sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kebutuhan warga di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.


(Red)

Saling Maaf Memaafkan, Redaksi Sumut Terkini ID Bertemu Silaturahmi dengan Pengurus Klenteng Thai Seng Hut Co di Bandar Sinembah




Sumut, Binjai Barat | Mitrapubliknews.com -- Akhirnya Pertemuan Pasca Perdamaian Antara Pengurus Vihara Thai Seng Hut Co Dengan Warga Lingkungan 3 Kelurahan Bandar Senembah yang sudah sempat viral Beberapa Hari Yang Lalu, Kini Redaksi Sumut Terkini ID datang berjiwa besar langsung Ke Vihara Thai Seng Hut Co Dan Disambut Hangat Oleh Pihak Vihara Elton Hotman yang diinisiasi oleh Danramil 01/BK Kapten Infanteri Ebenezer Pakpahan.


Setelah Pimpinan Redaksi Media Sumut Terkini ID Haryadi didampingi Kaperwil Sumut Feri langsung Crosscheck ke lapangan, mereka mengakui bahwa saat Itu Tidak Adanya Praktek Perdukunan, Musik DJ Dan Barongsai Sampai Pagi dini hari.


"Jadi Yang Sempat Viral Ditanggal 22 Februari 2026 yang lalu, Menyatakan Saat Itu Ada Musik DJ Serta Barongsai Sampai Pagi Ternyata Tidak Benar, Jadi Saya Atas Nama Pimpinan Redaksi Media Sumut Terkini ID Meminta Maaf Karena Sudah Sempat Viral", Disampaikan Pimpinan Redaksi Haryadi Didepan Pihak Pengurus Vihara serta Danramil Bandar Sinembah Ebenezer.


Disambut Baik Juga Dari Pihak Vihara, Kabar Yang Beredar Bahwa Saudara Haryadi Meminta Sesuatu Baik Untuk Menghapus Berita Serta Meminta Perparkiran Disekitaran Vihara Thai Seng Hut Co, ternyata Itu Tidaklah Benar.




"Gak Ada Saya Mengatakan Kepada Siapapun Kalau Orang Abang Minta Parkir Serta Orang Abang Menerima Sesuatu Dari  Take Down Berita", Ucap Elton Hotman Selaku Pengurus Vihara.


Diketahui, permohonan saling memaafkan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral redaksi atas pemberitaan yang sebelumnya menimbulkan polemik di tengah masyarakat hingga viral.


Pertemuan Tersebut Juga Dihadiri Oleh Danramil 01/BK Kapten Infanteri Ebenezer Pakpahan, Pimpinan Redaksi, Kaperwil Sumut Feri, dan mereka mewakili daripada warga yang sempat membuat heboh dunia media sosial termasuk Bapak Toni, Roni serta ibu Nurhamidah Lubis dengan Bersalaman Saling Memaafkan satu sama lain dan agar Tetap Menjaga Kerukunan Di lingkungan 3, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai.


Dengan adanya klarifikasi serta permohonan maaf dari kedua belah pihak, diharapkan agar dapat segera dapat mereda dan untuk dapat saling menjaga kondusifitas wilayah serta dapat memulihkan kembali nama baik Vihara Thai Seng Hut Co dan Pimpinan Redaksi Sumut Terkini ID Haryadi.


Semua pihak yang telah hadir termasuk Danramil 01/BK yang sudah memfasilitasi pertemuan saling memaafkan ini dengan baik dan sepakat untuk menjaga komunikasi serta mengedepankan Kebersamaan demi terciptanya situasi yang aman, damai dan harmonis di tengah tengah masyarakat luas. ( Rizky).

PTPN 1 Regional 1 Gelar Pasar Murah dan Safari Ramadan 1447 H




DELI SERDANG | Mitrapubliknews.com -- PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 1 Regional 1 menggelar kegiatan pasar murah sembako dan Safari Ramadan 1447 Hijriah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitar wilayah perkebunan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Masjid Al Furqon, Desa Kelumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Kamis (5/3/2026).


Dalam kegiatan pasar murah tersebut, PTPN 1 Regional 1 menyediakan sebanyak 200 paket sembako yang dijual dengan harga Rp100.000 per paket. Paket sembako tersebut berisi 5 kilogram beras, 1 liter minyak goreng, 1 kilogram gula pasir, serta satu papan telur.


Kasubbag Humas PTPN 1 Regional 1, Rahmat Kurniawan, mengatakan kegiatan pasar murah merupakan program rutin yang telah menjadi tradisi perusahaan dalam membantu masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.


Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, terutama bagi warga yang berpenghasilan rendah di sekitar wilayah perkebunan.


“Tahun ini PTPN 1 Regional 1 menyiapkan sekitar 500 paket sembako murah. Hari ini kita distribusikan di Desa Kelumpang Kebun, kemudian dalam beberapa hari ke depan akan dilanjutkan di Tanjung Morawa,” ujarnya.




*Safari Ramadan*


Usai pelaksanaan pasar murah, kegiatan dilanjutkan dengan Safari Ramadan 1447 Hijriah di lokasi yang sama. Kegiatan ini turut melibatkan unsur Muspika, tokoh masyarakat, serta kelompok perwiridan kaum ibu.


Dalam kegiatan tersebut, PTPN 1 Regional 1 juga memberikan santunan kepada 50 orang anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat sekitar.


Region Head PTPN 1 Regional 1, Wispramono Budiman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadan merupakan agenda tahunan perusahaan yang bertujuan mempererat hubungan silaturahmi dengan masyarakat.


“Kegiatan ini tidak hanya sebagai wujud kepedulian sosial perusahaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara PTPN 1 Regional 1 dengan masyarakat sekitar. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja secara berkesinambungan,” kata Wispramono.


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Operation Head Ganda Wiatmaja, sejumlah kepala bagian di lingkungan PTPN 1 Regional 1, pimpinan SPBUN, IKBI, Camat Hamparan Perak, Kepala Desa Kelumpang Kebun, Danramil, serta masyarakat sekitar.


Acara Safari Ramadan juga diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Yahya Hasibuan, SPdI. Pada kesempatan tersebut, PTPN 1 Regional 1 turut menyerahkan bantuan berupa sajadah, Al-Qur’an, dan buku Sirah Nabawiyah kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al Furqon.


Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pelaksanaan salat tarawih berjamaah bersama masyarakat. (Rizky).

Polresta Tangerang Lakukan Penyelidikan Kasus Pembunuhan Suami Diduga oleh Istri di Tigaraksa



Kabupaten Tangerang  | Mitrapubliknews.com - Polresta Tangerang melakukan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan yang terjadi di di Kapling Pinang, Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.


Kasus itu diketahui setelah seorang perempuan berinisial EM mendatangi Mapolresta Tangerang, Jumat (6/3/2026) sekitar jam 11 siang. Kepada petugas, EM mengaku telah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap suaminya berinisial J di kediamannya. 


"Dari keterangan awal yang disampaikan kepada petugas, peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 18.00 WIB di kediaman mereka," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah. 


Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Satreskrim Polresta Tangerang bersama Polsek Tigaraksa dan Pamapta langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara EM diamankan di Polresta Tangerang. 



Di TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti serta meminta keterangan dari saksi-saksi. Selain itu, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Balaraja untuk dilakukan autopsi. 


"Langkah penyelidikan dilakukan untuk mengungkap secara jelas kronologi kejadian maupun motif dari peristiwa tersebut," jelasnya.


Indra Waspada menambahkan, saat ini penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Termasuk memeriksa saksi-saksi serta mengumpulkan alat bukti lainnya. Sedang untuk motif masih didalami. 


"Proses penyelidikan masih terus berlangsung. Untuk perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kembali," ujar Indra Waspada


Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.


"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Percayakan penanganan perkara ini kepada pihak kepolisian," pungkasnya.


(Red)


Jum’at Berkah, Ranting Partai Hanura Bandar Klippa Berbagi 1000 Takjil di Bulan Suci Ramadhan





Deli Serdang | Mitrapubliknews.com -- Dalam suasana penuh keberkahan di bulan suci Ramadhan, Ranting Partai Hanura Desa Bandar Klippa menggelar kegiatan Jum’at Berkah dengan membagikan 1000 paket takjil kepada masyarakat serta melaksanakan buka puasa bersama para kader. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Ruko Jalan Pasar 7 Simpang Jodoh, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat (6/3/2026) sore.


Kegiatan berbagi ini menjadi bentuk nyata kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama, khususnya kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, Dengan penuh kebersamaan, para kader turun langsung membagikan takjil kepada para pengguna jalan dan warga sekitar.


Ketua Ranting Hanura Bandar Klippa Andry didampingi Rudy alias Acong Sekretaris dan Guntur Bendahara dan kader lainya, menyampaikan bahwa bulan suci Ramadhan adalah momentum yang sangat mulia untuk meningkatkan kepedulian, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.




“Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan. Melalui kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama ini, kami ingin menebarkan semangat kebaikan serta berbagi kebahagiaan kepada masyarakat yang sedang menunaikan ibadah puasa,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari nilai kemanusiaan dan kepedulian yang harus terus dijaga, terlebih di bulan yang penuh berkah ini.


“Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi kita semua, serta mempererat ukhuwah dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tambahnya.



Sementara itu, Ketua Partai Hanura PAC Percut Sei Tuan Panji Rusmono , dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga semangat kebersamaan dan persaudaraan di bulan Ramadhan.


“Ramadhan mengajarkan kita untuk saling berbagi, memperkuat ukhuwah, dan meningkatkan kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menghadirkan manfaat bagi masyarakat serta mempererat hubungan antara kader dan warga,” katanya.


Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh kader yang telah berpartisipasi dalam kegiatan berbagi takjil dan nasi kotak tersebut.

“Semoga kebersamaan ini menjadi ladang amal dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tutupnya.


Kegiatan berbagi 1000 takjil Partai Hanura Ranting Bandar Klippa Dapat Dukungan Partai Hanura PAC Percut Sei Tuan sosial tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Warga merasa terbantu dan berharap kegiatan berbagi seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan, terutama di bulan suci Ramadhan yang penuh rahmat dan keberkahan. *(Rizky)*

PWI Kota Tangerang Kritik Tangcity Mall Yang Dinilai Tak Libatkan Media Lokal



Kota Tangerang | Mitrapubliknews.com – Sikap manajemen Tangcity Mall yang dinilai tidak melibatkan wartawan lokal dalam kegiatan sosial Ramadan menuai kritik dari kalangan jurnalis di Kota Tangerang. Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang menyayangkan terbatasnya akses peliputan bagi media lokal dalam kegiatan bertajuk “1.000 Keberkahan Ramadan bersama 1.000 Anak Yatim.”


Acara yang digelar di Ballroom Novotel Tangerang, kawasan Tangcity Superblock, Jumat (6/3/2026) tersebut diketahui mengundang sejumlah media. Namun, beberapa wartawan lokal mengaku tidak mendapatkan kesempatan untuk hadir dan meliput kegiatan tersebut.


Salah satu wartawan anggota PWI Kota Tangerang, Nazher, mengaku sempat menanyakan perihal undangan tersebut kepada pihak manajemen setelah mengetahui adanya kegiatan yang mengundang media.


“Padahal undangan itu jelas ditujukan kepada media. Namun ketika kami mencoba mengonfirmasi, justru disampaikan bahwa undangan terbatas dan tidak semua media bisa diakomodasi,” ujarnya.



Menurutnya, alasan keterbatasan undangan tidak seharusnya membuat media lokal yang selama ini bertugas di wilayah Kota Tangerang justru tidak dilibatkan.


Nazher juga menilai selama ini wartawan yang tergabung dalam PWI Kota Tangerang jarang dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan di Tangcity Mall.


“Di sini kami media yang tergabung dalam PWI, organisasi wartawan yang diakui pemerintah. Tetapi dalam berbagai kegiatan di Tangcity Mall yang berada di wilayah Kota Tangerang, kami merasa tidak pernah dilibatkan,” tegasnya.


Menanggapi hal tersebut, Ketua (PWI). Persatuan Wartawan Indonesia Kota Tangerang, R Herwanto, turut menyayangkan jika benar wartawan lokal tidak diberikan ruang untuk meliput kegiatan yang digelar di wilayah Kota Tangerang.


Menurutnya, media lokal memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat serta menjadi mitra berbagai pihak dalam penyebaran informasi publik.


“Kami tentu sangat menyayangkan jika wartawan lokal, khususnya yang tergabung dalam PWI Kota Tangerang, tidak dilibatkan dalam kegiatan yang diselenggarakan di wilayah Kota Tangerang,” ujar Herwanto.


Ia menegaskan bahwa PWI sebagai organisasi profesi wartawan yang diakui pemerintah selalu mendorong sinergi yang baik antara media, pemerintah daerah, maupun pihak swasta.


“Kami berharap ke depan pihak pengelola Tangcity Mall dapat menjalin komunikasi yang lebih terbuka dengan organisasi wartawan di daerah. Media lokal juga memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kegiatan kepada masyarakat,” tambahnya.


Menurut Herwanto, kegiatan sosial seperti santunan kepada anak yatim merupakan kegiatan positif yang seharusnya dapat diketahui publik secara luas melalui pemberitaan media.

Karena itu, ia berharap ke depan tidak ada lagi kesan eksklusivitas atau pembatasan terhadap media lokal dalam kegiatan yang bersifat publik.


Sementara itu, pihak manajemen Tangcity melalui perwakilan yang dihubungi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda lintas unit di kawasan superblock sehingga undangan media dikoordinasikan oleh tim tertentu dengan kapasitas terbatas.


Pihak manajemen juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat mengakomodasi seluruh media yang ingin hadir, serta berjanji akan menginformasikan kegiatan lain kepada rekan media pada kesempatan berikutnya.


Meski demikian, polemik mengenai keterlibatan media lokal dalam kegiatan tersebut kini menjadi perhatian di kalangan insan pers di Kota Tangerang. Sejumlah wartawan berharap ke depan hubungan antara pengelola pusat perbelanjaan dan media lokal dapat terjalin lebih terbuka dan profesional.


(Red)

Polresta Deli Serdang Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai Tujuh Miliar Lima Puluh Tujuh Juta Rupiah





Sumut, Deli Serdang | Mitrapubliknews.com -- Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, S.I.K, M.Si Pimpin Pelaksanaan Pemusnahan Barang bukti Narkoba 2 Bulan Terakhir Mulai Januari  2026 Sampai dengan Februari  2026 


Pemusnahan Barang Bukti tersebut dilaksanakan Pada hari kamis 05 Maret 2026 sekira pukul 11.00 wib Bertempat di Aula Terbuka Polresta Deliaerdang 


Kapolresta Deliserdang Menyampaikan Hari ini Polresta Deli Serdang memusnahkan berbagai barang bukti narkotika hasil pengungkapan kasus selama 2 Bulan terakhir periode Januari  hingga Februari 2026 dengan nilai taksiran mencapai Rp 7.057.000.000(Tujuh Miliar lima puluh tujuh juta rupiah) 


"Dengan pengungkapan ini, kami memperkirakan telah menyelamatkan kurang lebih 131.844. jiwa generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba," kata Kapolresta Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, S.IK, M.Si


Ia merinci, barang bukti narkotika yang disita jenis sabu seberat 34.774,06 gram, ganja seberat 5.064,15 gram, dan pil ekstasi sebanyak 500 butir, dan barang bukti yang dapat dilakukan pemusnahan yaitu barang bukti narkotika jenis sabu seberat 32.334,66 gram, ganja dimusnahkan 4.959,91 gram dan pil ekstasi dimusnahkan 450 butir dari 9 kasus menonjol dengan jumlah tersangka sebanyak 12 orang, dua diantaranya wanita. 


Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Hendria Lesmana, S.IK, M.Si menjelaskan, pemusnahan dilakukan setelah adanya putusan pengadilan terkait kasus peredaran narkotika di wilayah Hukum Polresta Deliaerdang.




"Kita lakukan pemusnahan disaksikan pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Deliserdang,Pengadilan Kabupaten Deliserdang dan Kepala BNN Kabupaten Deliserdang Dengan estimasi nilai barang bukti mencapai sekitar Rp 7.057.000.000(Tujuh Miliar lima puluh tujuh juta rupiah)," ujarnya.


Ia menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam Pemberantasan peredaran gelap narkotika secara tegas, terukur, dan berkelanjutan.


Menurutnya, pada bulan suci Ramadhan, kewaspadaan terhadap peredaran narkoba harus semakin ditingkatkan.


"Kami tidak akan memberikan peluang atau ruang sedikit pun kepada para pelaku kejahatan untuk memanfaatkan momentum ini.


Penindakan akan terus dilakukan secara profesional dan proporsional guna menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif,"Tutupnya.


Tampak Dalam Kegiatan tersebut Ka BNN Kabupaten  Deli Serdang, Kombes Pol Dr. Josua Tampubolon SH, M.H, Wakapolresta Deli Serdang AKBP Juliani Prihartini, S.I.K, M.H, Kasatres Narkoba Polresta Deli Serdang, Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H, Mewakili Ketua PN Lubuk Pakam, Ade Permana Putra, S.H,M.H, Mewakili Kejaksaan Deli Serdang, Zulham Dam’s S.H dan Kasi Humas Polresta Deli Serdang. *(Rizky)*

Polresta Tangerang Amankan 2.268 Botol Miras dan 10.779 Butir Obat Keras dalam Operasi Pekat Maung 2026


Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknrws.com - Polresta Tangerang bersama jajaran polsek berhasil mengamankan sedikitnya 2.268 botol minuman keras serta 10.779 butir obat lkeras ilegal selama pelaksanaan Operasi Pekat Maung 2026 yang digelar selama 10 hari, mulai 16 hingga 25 Februari 2026.


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, Operasi Pekat Maung merupakan operasi kewilayahan yang bertujuan memberantas berbagai penyakit masyarakat seperti peredaran minuman keras ilegal, premanisme, perjudian, prostitusi, serta berbagai bentuk gangguan kamtibmas lainnya.


"Operasi ini dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk menekan berbagai potensi gangguan kamtibmas, khususnya menjelang bulan suci Ramadan," kata Indra Waspada saat ekspos media hasil Operasi Pekat Maung, Kamis (5/3/2026).



Dia menjelaskan, salah satu fokus utama dalam operasi tersebut adalah penindakan terhadap peredaran minuman keras tanpa izin yang berpotensi memicu tindak kriminalitas, perkelahian, serta gangguan ketertiban umum.


Dari hasil operasi yang dilakukan, petugas berhasil mengamankan barang bukti minuman keras dari berbagai merek sebanyak 189 dus dengan total 2.268 botol serta 24 minuman keras dalam kemasan kaleng. 


"Ribuan botol miras tersebut kami amankan dari berbagai lokasi di wilayah hukum Polresta Tangerang," ujarnya.


Selain itu, dalam operasi tersebut aparat kepolisian juga berhasil mengamankan 6 orang tersangka yang terlibat dalam peredaran obat-obatan keras tanpa izin. Dari tangan para tersangka, petugas menyita 10.779 butir obat keras yang terdiri dari 979 butir Tramadol, 1.824 butir Trihexyphenidyl, dan 2.242 butir Hexymer, serta jenis obat lainnya.


Indra Waspada menjelaskan, jika dianalogikan satu butir obat dikonsumsi oleh satu orang, maka ribuan butir obat yang berhasil diamankan tersebut berpotensi disalahgunakan oleh ribuan orang.


"Artinya, melalui pengungkapan ini kita dapat menyimpulkan bahwa sedikitnya 10.779 jiwa berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan obat-obatan berbahaya," jelasnya.


Indra Waspada menambahkan, seluruh barang bukti yang telah diamankan saat ini berada di Mapolresta Tangerang dan selanjutnya akan dilakukan pemusnahan sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku.


Dia menegaskan, peredaran minuman keras ilegal maupun obat-obatan keras tanpa izin tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya berbagai tindak pidana dan gangguan ketertiban di masyarakat.


"Karena itu kami akan terus melakukan penindakan secara tegas dan berkelanjutan terhadap berbagai bentuk penyakit masyarakat di wilayah hukum Polresta Tangerang," tegasnya.


Pada kesempatan tersebut, Indra Waspada juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas, khususnya selama bulan Ramadan.


Dia juga mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama pada malam hari, guna mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran, perang sarung, balap liar, maupun penyalahgunaan minuman keras dan narkotika," tutupnya.


(Red)

Terkait Kegiatan Proyek PL di Kecamatan Rajeg, Hasil Pantauan Awak Media Tidak Ada Papan Informasi di Setiap Titik Proyek



‎Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Terkait Kegiatan Proyek PL di Kecamatan Rajeg, Hasil Pantauan Awak Media Tidak Ada Papan Informasi atau papan KIP di Setiap Titik Proyek, pada kamis (5 Maret 2026).


Hasil pantauan di beberapa titik pengerjaan proyek PL Kecamatan, salah satunya, Perumahan Taman raya RT 03/05 Desa Mekarsari, Kampung Galebeg  RT/03/02 Desa daon, Mekar sari RT 05/02 Desa Mekarsari, kampung pasar daon lama RT 02/03 desa daon dan proyek lainnya.




Saat Awak media  mengkonfirmasi melalui pesan Whatsap, di duga staf kecamatan Rajeg bidang pengawasan PL  kegiatan Projek Kecamatan Rajeg beliau tidak menjawab tidak ada respon.


"Terlihat jelas Proyek konstruksi yang berjalan tanpa papan informasi sering kali disebut sebagai proyek siluman. Ketiadaan papan ini bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan pelanggaran terhadap asas transparansi dan akuntabilitas publik," tukasnya.


Sesuai peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012. Regulasi ini mengatur, setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai anggaran negara baik APBN, APBD maupun ADD, wajib memasang pagu anggaran atau papan nama proyek.


"Papan proyek tersebut tertulis dengan jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek tersebut.


"Apabila ada proyek tidak terpasang pagu papan nama, maka ini dipastikan sudah melanggar semangat transparansi yang dituangkan pemerintah dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik," Ujar salah satu aktifis tangerang utara yang berinisial MN.


"Sampai berita ini terbit pihak kecamatan Rajeg belum ada jawaban dan informasi.




‎                                  (Ant)

Proyek U-DITH di Desa Daon Jadi Sorotan Aktivis Tidak Ada Papan KIP Atau Papan Proyek



‎Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Diduga terjadi pelanggaran dan kecurangan proyek U-DITH (PL) di Kecamatan Rajeg, dengan panjang kurang lebih 100 meter, yang berlokasi di Kampung Gelebeg RT 03/02 Desa  Daon, Kecamatan Rajeg.

‎Hasil Pantauan dan Investigasi Awak Media di lokasi, Kamis (05/03/26). Proyek yudit tersebut diduga banyak terjadi pelanggaran yang tidak sesuai spek, Pasalnya selain kejanggalan yang diperoleh dari hasil pantauan Awak Media dilapangan, di duga pengerjaannya tidak sesuai aturan yang sebenarnya.

‎Tidak ada Penyedotan atau pengeringan air saat pemasangan yudit, dan bahan amparan pasir tidak sesuai yang seharusnya di pakai, bahkan pelaksana dan pengawas pun tidak ada di lokasi proyek pada saat pengerjaan. Ditambah, pagu papan nama proyek juga tidak nampak terpasang.

‎Sedangkan jika di lihat dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor 70 Tahun 2012. Regulasi ini mengatur, setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai anggaran negara baik APBN, APBD maupun ADD, wajib memasang pagu anggaran atau papan nama proyek," ujarnya.




‎Papan proyek tersebut tertulis dengan jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek tersebut.

‎"Apabila ada proyek tidak terpasang pagu papan nama, maka ini dipastikan sudah melanggar semangat transparansi yang dituangkan pemerintah dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik," Ujar salah satu aktifis tangerang utara yang berinisial MN

‎Saat Awak media  mengkonfirmasi melalui pesan Whatsap kepada salah satu staf di duga pengawas kegiatan Projek Kecamatan Rajeg beliau tidak menjawab tidak ada respon.

‎Sampai berita ini di terbitkan, baik pihak ke 3 atau pelaksana kegiatan (kontraktor)  dan pihak kecamatan Rajeg belum ada jawaban konfirmasi.



                                  (Ant)

Miris Jalan Warga kampung Glebeg RT/03 RW/02 Desa Daon, Tidak Kunjung Dibangun Pemerintah Daerah Tutup Mata ‎



‎Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - keadaan jalan rusak parah, penuh lumpur dan licin miris jalan warga kampung glebeg RT.03/02 desa Daon, Kecamatan Rajeg tidak kunjung dibangun.

Saat awak media Mitrapubliknews.com melintasi jalan tersebut suguh tidak layak untuk dilintasi, kerna penuh lumpur dan licin dan tergenang air akibat hujan, pemerintah Daerah tutup mata, pada Kamis (5 Maret 2026).


Hedo slah satu warga saat di Wawancarai mengatakan," seperti yang lain kan jalan udah bagus semua, programnya Kenapa yang ini enggak, saya sedangkan udah sering kali ke RT atau kepemerintahan Desa  untuk mengajukan pembagunan jalan ini, namun hingga sekarang tidak ada pembagunan, Cuman saya bingung, harusnya kemana lagi arahnya kan gitu.


"Ditambah Ini kalau hujan Pasti banjir. nggak kelihatan jalan, Jadi air dari atas ke sini semua turun," ucap Hedo salah satu warga setempat.

Dengan keterpaksaan sayapun mengumpulkan puing-puing untuk menambal jalan tersebut, saya ngurung sendiri Pak agar bisa di lintasi," ujarnya.

"Harapan saya mudah-mudahan penyampaian ini, yang saya sampaikan kepada pihak pemerintah daerah ataupun pihak desa setempat agar secepatnya untuk membangun jalan tersebut di depan rumah kami," pungkasnya.



‎                                 (Ant)

Kasus Percobaan Pemerkosaan Guncang Kresek, Aparat Bertindak Cepat


Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com – Dugaan tindak pidana percobaan pemerkosaan menggegerkan warga Kampung Masjid, Desa Talok, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. 


Seorang pemuda berinisial (M.S). diduga nekat mencoba memperkosa seorang perempuan berinisial (P.H.) yang masih satu RT dengan pelaku, pada Senin (2/3/2026) sekitar Siang pukul 09.00 WIB .


Peristiwa tersebut terjadi di kediaman pelaku setelah sebelumnya korban diajak dengan dalih meminta pertolongan.


Berdasarkan keterangan korban saat dikonfirmasi awak media pada Rabu (4/3/2026), awalnya ia tengah berbincang dengan seorang tetangga di sekitar rumahnya. 


Tak lama kemudian, pelaku datang menghampiri dan berpura-pura meminta bantuan kepada korban.


Merasa iba, korban pun menghentikan obrolannya dan bersedia membantu, Korban kemudian dibonceng menggunakan sepeda motor menuju rumah pelaku yang masih berada di lingkungan yang sama.


Namun setibanya di rumah, situasi berubah mencekam. Korban mengaku pintu rumah langsung dikunci oleh pelaku. Secara tiba-tiba, pelaku menyekap tangan korban dan berusaha memaksa memasukkan korban ke dalam kamar.


“Saya langsung melawan sekuat tenaga. Kaki saya menahan pintu kamar dan saya teriak-teriak minta tolong ke warga,” ujar korban dengan suara bergetar.


Teriakan korban akhirnya terdengar warga sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi. Aksi pelaku pun berhasil digagalkan. Korban mengalami luka lecet di bagian wajah akibat perlawanan tersebut.


Akibat kejadian itu, korban dilaporkan mengalami trauma dan depresi. Bahkan, pada malam harinya korban sempat mendapatkan pemeriksaan medis di rumah sakit.


Pihak keluarga korban menegaskan tidak ada kata damai dalam kasus ini dan meminta proses hukum berjalan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.


“Kami minta pelaku diproses hukum seberat-beratnya. Tidak ada damai, tidak ada klarifikasi. Ini sudah mencoreng nama baik korban, keluarga besar," tegas korban.


Tak berselang lama setelah kejadian, warga melaporkan insiden tersebut ke pihak kepolisian dari wilayah hukum Polsek Kresek. Aparat kepolisian bergerak cepat dan langsung mengamankan pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Hingga berita ini diturunkan, pelaku yang diketahui masih berusia di bawah 30 tahun itu tengah menjalani proses hukum di Mapolsek Kresek. Polisi masih mendalami motif dan kronologi secara detail guna memastikan penerapan pasal yang sesuai.


Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada, sekaligus dorongan agar aparat penegak hukum memberikan efek jera terhadap pelaku kejahatan seksual yang meresahkan lingkungan.


Masyarakat berharap proses hukum berjalan transparan dan adil, sehingga rasa aman di wilayah Desa Talok, Kecamatan Kresek, dapat kembali terjaga.


(Red).

Jika Camat Lantik Orang Titipannya,Warga Lingkungan IX Perwira II Ancam Gelar Aksi




Medan | Mirrapubliknews.com --Proses demokrasi pemilihan Kepala Lingkungan di Jalan Perwira 2, Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur tercoreng.


Kuat dugaan pemilihan Kepling IX yang dimenangkan Endang Fiska Dewi dengan perolehan 310 suara diintervensi oknum Camat Medan Timur yang ingin memenangkan calon petahana  titipannya, M Salim yang hanya memperoleh 115 suara.


Informasi dihimpun, Rabu (4/3) malam, kabar berhembus, sampai saat ini pihak Kecamatan Medan Timur juga tak kunjung memberikan SK kepada Endang Fiska Dewi sebagai pemenang dalam pemilihan Kepling.


Bahkan, disinyalir SK tersebut nantinya bakal diserahkan kepada M Salim yang diduga kuat sebagai orang titipan Camat dan oknum anggota DPRD.  


Bahkan, Lurah Pulo Brayan Bengkel atas perintah Camat Medan Timur diperintahkan untuk menemui Endang Fiska Dewi agar mengalah dan tidak dilantik. Sebab,, M Salim dulunya mantan kepling merupakan orang titipan Camat Medan Timur. 


Menanggapi intervensi dan kecurangan ini, salah seorang warga yang juga tim sukses Endang Fiska Dewi, Timbel, pada wartawan mengatakan, kami warga Perwira 2, Lingkungan IX merasa tidak terima. Mengapa Endang Fiska Dewi yang memperoleh 310 suara harus mengalah dengan lawannya M Salim yang hanya memperoleh 115 suara.


"Kalau aspirasi kami ini tidak ditanggapi Camat dan Kepling, kami akan melakukan aksi (unjuk rasa) ke Kantor Walikota Medan menuntuk agar Walikota mencopot Camat Medan Timur dan Lurah Pulo Brayan Bengkel,"tegasnya. 


Hal senada disampaikan warga lainnya, Jumiati yang mengatakan, tidak terima atas kecurangan ini. Sebab, Jumiati faham betul, bagaimana kinerja M Salim yang juga mantan Kepling IX.


" Sewaktu masa kepemimpinannya (M Salim) banyak hak orang yang tidak disalurkan. Bahkan banyak beras bantuan yang ditimbun sampai busuk karena tidak disalurkan kepada penerima manfaat. bahkan dulunya warga perna demo karena nimbun beras, Kami mau Bu Endang yang memimpin kembali Lingkungan IX ini,"tegasnya.


Jika seandainya, Camat Medan Timur tetap bersikeras melantik orang titipannya sebagai Kepling IX, dia dan warga lainnya akan menggelar aksi besar besaran di Kantor Walikota Medan minta agar Camat dan Lurah segera dicopot dari jabatannya.


Atas kekisruhan ini,  Endang Fiska Dewi Astuti  merasa kecewa. Bahkan keluarga besar dan pendukungnya bakal menghelar aksi spontanitas saat pelantikan dan melaporkannya ke pihak Pemko  Medan, aparat penegak hukum baik secara pidana dan perdata sampai ke PTUN dan akan memviralkan permasalahan ini.


Sementara Camat Medan Timur, Fernanda, S.STP yang dikonfirmasi wartawan, Rabu (4/3) malam mengatakan, berdasarkan Perda Kota Medan Nomor: 9 Tahun 2017 dan Perwal Kota Medan Nomor : 21 Tahun 2021 bahwa tidak ada pemilihan Kepala Lingkungan, namun yang ada adalah pengangkatan Kepala Lingkungan. "Untuk dukungan yang diperoleh oleh masing masing-masing Calon Kepala Lingkungan dari masyarakat minimal sebesar 30 % dari jumlah kepala keluarga adalah hanya salah satu syarat dalam mekanisme pengangkatan calon kepala lingkungan," jelasnya.


Namun saat disinggung apakah dulunya mantan Kepling , M Salim orang titipan Camat dan oknum anggota DPRD, Camat Fernanda menjawab tidak benar itu. 


Namun saat di tanyak awak media ,kenapa  pak camat bersikeras melantik M sallim karena dari peraturan perda M sallim tidak dapat suara 30 persen, camat Fernanda enggan berkomentar 


Keganjilan terlihat jelas, dalam Perda dan Perwal No. 9 tahun 2017  diatur soal pengangkatan dan pemberhentian  Kepala Lingkungan disebutkan salah satu syarat  untuk mencalonkan Kepling minimal harus mendapat dukungan warga sekitar 30 persen.


Sementara, diperkirakan jumlah kepala keluarga (KK) yang ada di Lingkungan IX, Perwira 2 sekitar 550 sampai 600 Kepala Keluarga. Dengan perolehan suara yang hanya sekitar 115 suara, M Salim baru mendapat dukungan sekitar 20 persen dari masyarakat artinya tidak kuorum.


Sedangkan Endang Fiska Dewi yang mendapat perolehan suara sekitar 350 KK sama dengan 55 persen. Jadi, apa gunanya Perda dan Perwal itu diterbitkan kalau tidak dipatuhi.


Warga minta agar Camat Medan Timur menganulir keputusannya yang berniat untuk mengangkat M, Salim sebagai Kepling IX. Sebab warga yang lebih tahu siapa sosok pemimpin yang tepat untuk memimpin Lingkungannya, bukan Lurah atau Camat.


Informasi adanya dugaan suap dan sogok menyogok dalam pengangkatan Kepling IX Pulo Berayan Bengkel oleh Camat dan Lurah

Berhembus isu dugaan sallim suap camat dan lurah dalam penerbitan SK pengangkatan kepling IX pulo Brayan bengkel. *(Rizky/Tim)*

Mediasi Konflik Klenteng Thai Seng Hut Co Bersama Warga, Kedua Pihak Akhirnya Capai Kata Sepakat




Binjai | Mitrapubliknews.com -- Mediasi perdana konflik Klenteng Thai Seng Hut Co di Binjai Barat bersama Warga lingkungan 3 yang digelar pada Rabu (4/3/26) dihadiri langsung oleh Ketua Pengurus Klenteng Elton Hotman bersama rekannya dan kubu warga yang berseteru di Kantor Kelurahan Bandar Sinembah, Kec. Binjai Barat, Kota Binjai.


Turut hadir diantaranya; Camat, Kapolsek, Danramil, Kesbangpol, Lurah Bandar Sinembah, FKUB, Satpol PP, perwakilan Kementerian Agama, dan lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.




Kemudian acara mediasi dibuka oleh Bapak Camat Binjai Barat Romi Surya Dharma. Meskipun masing-masing kubu masih bersikeras terkait konflik di Acara mediasi tersebut diketahui alot dengan pendapatnya masing-masing.


Pasalnya Elton Hotman mewakili Pengurus Klenteng dalam kesempatan tersebut mengusulkan agar warga lingkungan 3 tidak membuat fitnah dan bolak balik Ia menyebutkan terkait penggunaan musik DJ dan lain sebagainya termasuk penggunaan petasan yang besar.



Sementara itu warga yang sempat menggeruduk tempat ibadah kaum etnis Tionghoa tersebut memaksa agar penggunaan petasan yang besar di Klenteng tersebut ditiadakan.


Saat mediasi alot berlangsung, Pemimpin Rapat Mediasi yang difasilitasi oleh Camat dan Kapolsek Binjai Barat AKP Sulthony S.SH, menjelaskan untuk arahan dan bimbingannya, Berharap ada komunikasi yang baik kepada warga sekitaran.


Sebab, menurut Kapolsek, Klenteng Thai Seng Hut Co adalah ikon umat Etnis Tionghoa di Binjai Barat yang harus dijaga keberlanjutannya, dan paling tidak 3 hari sebelum kegiatan penggunaan petasan/mercon kedepannya agar mengurus izinnya kepada pihak Polsek maupun Polres.


Sempat terjadi perdebatan Antara warga dengan pihak klenteng karena perbedaan pandangan satu sama lainnya, hingga akhirnya tercapai kesepakatan bersama.


Untuk Kesepakatan bersama diambil keputusan Terkait masalah petasan atau waktu diadakan acara bakar petasan agar dikoordinasikan sebelumnya kepada pihak terkait di Kelurahan Bandar Sinembah, kemudian pihak klenteng mengadakan pesta kembang api 3 kali dalam setahun setelah hasil kesepakatan.


Secara pasti inti dalam rapat mediasi disaksikan muspika bahwa, Warga lingkungan 3 dan pihak klenteng bersedia untuk terus menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama.


"Penyelesaian kesepakatan yang adil dan transparan akan menjadi kunci agar Klenteng Thai Seng Hut Co tetap menjadi tempat ibadah yang dapat dinikmati oleh semua umat tanpa ada perpecahan akibat kepentingan seseorang serta adu domba dengan warga sekitar", tutup Elton Hotman kepada awak media yang bertugas di lokasi.(Rizky/Tim)