BPKAD Kab.Tangerang

BPKAD Kab.Tangerang
Award financial 2024.

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA
Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1446 Hijriah

MITRAPUBLIKNEWS CHANNEL

Recent post

Polresta Tangerang Gelar Kajian dan Doa Hari Bhayangkara, Perkuat Pengabdian dan Tebar Kepedulian




Tangerang | Mitrapubliknews.com -- Polresta Tangerang memaknai Hari Bhayangkara ke-80 sebagai ajang memperkuat nilai-nilai keimanan dan kepedulian sosial. Semangat itu diwujudkan melalui kegiatan Kajian dan Doa di Masjid Al-Amjad, Puspemkab Tangerang, Jumat (17/7/2026).


Kegiatan yang mengusung tema "Dari Hati untuk Negeri, Mengabdi dengan Ikhlas demi Kepercayaan Masyarakat" tersebut menghadirkan penceramah Ustaz Khalid Zeed Abdullah Basalamah dan dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang, tokoh agama, tokoh masyarakat, personel TNI-Polri, serta ratusan jamaah.


"Hari Bhayangkara menjadi momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah. 




Lebih dari itu, lanjut dia, Hari Bhayangkara adalah saat yang tepat untuk melakukan introspeksi dan mengevaluasi diri. Serta memperkuat tekad agar dapat terus menjadi institusi yang semakin dipercaya masyarakat.


Menurutnya, kepercayaan masyarakat tidak lahir karena kewenangan atau atribut yang dimiliki Polri. Melainkan dibangun melalui keikhlasan dalam melayani, kejujuran dalam bertindak, dan konsistensi menghadirkan manfaat bagi masyarakat.




"Insyaallah akan lahir pelayanan yang humanis, penegakan hukum yang berkeadilan, dan kehadiran Polri yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.


Indra Waspada juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Forkopimda, TNI, Kejaksaan, pemerintah daerah, para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen yang selama ini terus bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Tangerang.


"Sinergi yang baik inilah yang menjadi kekuatan kita bersama dalam menghadapi berbagai tantangan," katanya.


Sementara itu, dalam kajiannya, Ustaz Khalid mengingatkan, kepemimpinan merupakan amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Karena itu, setiap pemimpin dituntut berlaku adil, jujur, dan mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap keputusan yang diambil.


Dia juga mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa menjalankan perintah amar ma'ruf nahi munkar. Yakni mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran sesuai kemampuan dan cara yang bijaksana. 


"Membangun masyarakat yang baik merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat atau ulama semata," ujarnya. 


Usai kajian dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak-anak yatim serta bantuan sosial kepada para pengemudi ojek online (ojol). Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian Polresta Tangerang kepada masyarakat. Sekaligus memperkuat semangat Hari Bhayangkara yang tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga aksi nyata berbagi kepada sesama. (*/ Red).

Danrem 052/Wijayakrama Pimpin Upacara 17-an dan Pelepasan Purna Tugas, Perkokoh Jiwa Korsa dan Semangat Pengabdian




Tangerang | Mitrapubliknews.com Komandan Korem (Danrem) 052/Wijayakrama, Brigjen TNI Faisal Rizal, S.I.P., M.I.P., memimpin Upacara Bendera 17-an yang dilaksanakan di Lapangan Apel Makorem 052/Wijayakrama, Jalan Boulevard Diponegoro, Lippo Karawaci, Kota Tangerang, Banten, Jumat (17/7/2026).


Upacara yang diikuti seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Makorem 052/Wijayakrama tersebut berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa, sekaligus menjadi sarana pembinaan karakter, disiplin, dan jiwa korsa prajurit.


Dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat  (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., yang dibacakan oleh Danrem, disampaikan bahwa Upacara Bendera 17-an tidak semata-mata dimaknai sebagai kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat jati diri sebagai Prajurit TNI Angkatan Darat yang senantiasa siap mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.




Kasad menegaskan bahwa setiap prajurit harus menjadi pribadi yang mencerminkan disiplin, kehormatan, loyalitas, serta pengamalan nilai-nilai Sapta Marga dalam setiap pelaksanaan tugas. Hal tersebut menjadi landasan utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI AD.


Lebih lanjut disampaikan bahwa TNI AD terus menunjukkan kontribusi nyata melalui berbagai program unggulan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, di antaranya pembangunan ribuan jembatan, program TNI AD Manunggal Air, karya bakti skala besar, serta pilot project pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Berbagai program tersebut menjadi bukti nyata komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.




Usai pelaksanaan upacara, Danrem 052/Wijayakrama menyampaikan apresiasi dari Kepala Staf Angkatan Darat kepada seluruh prajurit dan PNS Korem 052/Wijayakrama atas dedikasi serta kontribusi dalam menyukseskan berbagai program TNI AD di wilayah. Program-program tersebut antara lain Go To School, TNI Masuk Sekolah, dan TNI Masuk Kampus yang bertujuan membangun karakter generasi muda serta mencegah kenakalan remaja.


Selain itu, Danrem juga menekankan pentingnya peran seluruh satuan jajaran Korem 052/Wijayakrama sebagai "Stabilisator, Dinamisator dan Stimulator" dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah guna menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat.



Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara pelepasan purna tugas Kapten Kav (Purn) Joni Hartono beserta istri yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya di Korem 052/Wijayakrama.


Dalam sambutannya, Brigjen TNI Faisal Rizal menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian yang telah diberikan selama bertugas.


“Atas nama pribadi dan keluarga besar Korem 052/Wijayakrama, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kapten Kav (Purn) Joni Hartono beserta istri atas pengabdian yang telah diberikan selama berdinas. Semoga pengabdian yang telah dilaksanakan menjadi amal ibadah dan terus berlanjut melalui kontribusi positif di tengah masyarakat,” ujar Danrem.


Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi, Danrem 052/Wijayakrama menyerahkan piagam penghargaan dan plakat kepada Kapten Kav (Purn) Joni Hartono beserta istri, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.


Seluruh rangkaian kegiatan Upacara Bendera 17-an dan pelepasan purna tugas berlangsung tertib, lancar, dan penuh suasana kekeluargaan, mencerminkan soliditas serta semangat pengabdian yang menjadi ciri khas prajurit dan keluarga besar Korem 052/Wijayakrama. (*/Red).

(BINWIL) Bina Wilayah 2026 Kunjungan Kerja Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang, di Desa Tanjakan Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang Tahun 20226 ‎


‎Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - (BINWIL) Bina Wilayah 2026 Kunjungan Kerja Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang, di Desa Tanjakan Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang Tahun 20226, Gelar acara berlangsung di lokasi perumahan tanjakan indah, Desa Tanjakan, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang, pada Jum'at (17 Juli 2026).


Turut hadir dalam rangka (BINWIL) Bina Wilayah 2026 Kunjungan Kerja Tim Penggerak PKK Kabupaten Tangerang, Ny. Hj.Rismawati Maesyal Rasyid, Ketua TP.PKK Kabupaten Tangerang, Ny.dr.Faizah Oman Apriaman, ketua TP.PKK Kecamatan Rajeg, Ny.Herpitasari Usnadi, Ketua TP.PKK Tanjakan, para kader wilayah kecamatan Rajeg, Camat Oman Apriaman, SKM, S.IP, M.Si., Kepala Desa Se-kecamatan Rajeg, tokoh agama, tokoh masyarakat.




Ny. Hj.Rismawati Maesyal Rasyid, Ketua TP.PKK Kabupaten Tangerang mengungkapkan saat di wawancarai oleh awak media," Alhamdulillah pada hari ini jadwal kegiatan Bina Wilayah kita sebetulnya ada dua tim, tim A itu sekarang lokasinya di Kresek dan tim B kebetulan saya ikut ke tim B di sini di Rajeg dan tujuan daripada Bina Wilayah ini adalah yang pertama tali silaturahmi bersama kader-kader yang ada di kecamatan yang kita tuju.


"Kemudian juga yang kedua mengingatkan kembali tentang pentingnya program-program PKK apakah dilaksanakan atau berjalan. Tapi Alhamdulillah dari hari pertama saya mengikuti Bina Wilayah bahwa program PKK semua di kecamatan berjalan dengan lancar, masyarakat juga ikut merasakan program PKK ini karena PKK juga adalah organisasi atau wadah daripada organisasi, Perempuan-perempuan yang ada di seluruh kecamatan khususnya Kabupaten Tangerang," ucap Ny. Hj.Rismawati Maesyal Rasyid.


‎Jadi perpresnya ada, kemudian juga permendagri nya juga ada dibentuk dengan payung hukum yang Jelas. Kami PKK ini mempunyai 4 Pokja, pokja satu menangani tentang keagamaan, pokja dua tentang pendidikan dan ekonomi, kemudian juga pokja tiga sandang pangan, dan pokja empat kesehatan. Alhamdulillah semua pokja sudah berjalan di sini dan masyarakat sudah bisa merasakannya. Itu tujuan kami untuk bina wilayah pada saat ini," ujar Ny. Hj.Rismawati Maesyal Rasyid.



‎Ny.dr.Faizah Oman Apriaman, ketua TP.PKK Kecamatan Rajeg mengungkapkan," Alhamdulillah tadi bisa dilihat yang sudah dijalankan kemudian juga ada program-program seperti posyandu pada saat ini. Posyandu ini tidak hanya menangani kesehatan saja tetapi menangani 6 sistem pelayanan diantaranya kesehatan, sosial, perumahan, pendidikan, kemudian perumahan rakyat dan linmas. Minimbang, Jadi ada 6 yang dilayani oleh posyandu ini untuk saat ini alhamdulillah sudah berjalan di desa Tanjakan ini dan kecamatan Rajeg," ungkapnya.


‎"Alhamdulillah keaktifan dari masyarakat di sini berkat adanya kader-kader juga, kemudian juga peran dari Ibu Lura, peran dari Ibu Camat yang menggerakkan kader-kader ini supaya program-program yang dijalankan oleh tim penggerak PKK ini berjalan lancar, kader begitu antusias dalam melaksanakan program PKK di Kabupaten Tangerang," ujar Ny.dr.Faizah Oman apriaman.


Ny.Herpitasari Usnadi, Ketua TP.PKK Tanjakan, apresiasi dengan Harapan yang pertama mungkin kami ingin bahwa masyarakat, seluruh masyarakat ini menjadi sehat, sejahtera, dan tentunya mempunyai wawasan yang luas tentang pemberdayaan.


‎"Pemberdayaan masyarakat di sini diantaranya adalah para ibu-ibu bagaimana melaksanakan kegiatan program PKK tentunya dengan bimbingan Ibu Camat dan Ibu Lurah untuk contoh yang paling jelas saja tentang kesehatan. Membawa anak-anak balita ke posyandu kemudian juga diperiksa mudah-mudahan dengan ini anak-anak harus sehat dari sekarang dalam rangka kita mencapai Indonesia emas di tahun 2045," pungkasnya.


(Ant)

267 Pasangan Ikuti Sidang Isbat Nikah Untuk Peroleh Kepastian Hukum

 


Tangerang Tangerang | Mitrapubliknews.com - Sebanyak 267 pasangan suami istri hari ini mengikuti sidang isbat nikah yang diselenggarakan sebagai upaya memberikan kepastian hukum bagi pasangan yang telah menikah secara agama namun belum memiliki pencatatan resmi dari negara.


Sidang isbat nikah ini bertujuan untuk mengesahkan pernikahan yang sebelumnya hanya dilakukan secara agama sehingga dapat diakui secara hukum. Dengan adanya penetapan dari pengadilan, pasangan dapat melanjutkan proses pencatatan pernikahan di instansi yang berwenang. 


Ketua Pengadilan agama Tigaraksa Kabupaten Tangerang Muhammad Kasim mengatakan bahwa yang mengikuti sidang isbat nikah pada hari ini sebanyak 267 pasangan. Sidang isbat ini masuk dalam dapil 1, yaitu wilayah Balaraja, Cisoka, Cikupa, Jambe, Jayanti," katanya. 


Ditambahkan Muhammad Kasim, melalui program ini, diharapkan para peserta memperoleh perlindungan hukum yang lebih baik, termasuk kemudahan dalam mengurus dokumen kependudukan, akta kelahiran anak, kartu keluarga, serta berbagai layanan administrasi lainnya. 


"Saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencatatan pernikahan sebagai bentuk perlindungan hak-hak keluarga dan kepastian hukum bagi seluruh anggota keluarga," ujarnya kembali. 


Sidang isbat nikah berlangsung tertib dengan melibatkan berbagai instansi terkait untuk memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan terpadu kepada seluruh peserta," pungkasnya.


(Red)

Titik Rawan Banjir di Setiap Musim Hujan Tahunan: Masyarakat Sukatani Antusias Adanya Pengerukan Normalisasi Sungai dan Pembersihan Mencegah Banjir



‎Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Wilayah kelurahan Sukatani kecamatan Rajeg salah satu titik rawan banjir di setiap musim hujan tahunan, yang terdampak banjir tersebut salah satu nya perumahan kutabumi 7 Astian, kampung snen, kampung Gandaria, kampung batu nunggul, kamis (16 Juli 2026).


‎Sebagai informasi banjir besar pernah melanda wilayah Sukatani, Kecamatan Rajeg, pada Minggu, 8 Maret 2026, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak malam hingga dini hari. Akibat tingginya curah hujan, sejumlah titik permukiman warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa, di titik kampung Gandaria, kampung Snen, kampung Batu nunggul, serta di perumahan kutabumi 7 Astina," ujar salah satu warga.



‎Dangkalnya perairan yang menyebabkan banjir di beberapa titik kini telah di lakukan pengerukan normalisasi, pembersihan mencegah banjir. Masyarakat kelurahan Sukatani antusias atas pelebaran kali sungai Cidurian yang di kampung snen atas permohonan swadaya masyarakat.


‎Burhan alah satu Ketua RW.kampung Snen mengatakan kepada awak media, dirinya sangat antusias adanya pelebaran kali, Karena di setiap musim hujan tahunan banjir, dampak dari banjir tersebut menggenangi halaman rumah warga kami kampung snen dan warga Gandaria RT.04/RW.07, serta pemukiman warga dan perumahan kutabumi 7 Astina," ucapan ketua RW.


‎Asbo selaku warga setempat di Kampung Gandaria RT.04/07, Saya sangat antusiasi dan terimakasih atas pihak terkait yang sudah membantu pengerukan normalisasi di kali samping rumah kami yang kerap terjadi banjir tahunan, saya sangat antusias dan warga setempat," ungkapnya.


‎"Harapan Kami selaku warga serta RW kampung Snen desa/kelurahan Sukatani, kecamatan Rajeg, beserta masyarakat, mudah-mudahan pengerukan atau pelebaran tersebut cepat selesai, kami sangat antusias dan apresiasi adanya pengerukan dan pelebaran kali di titik rawan banjir tersebut," pungkasnya.

‎(Ant)

Perkuat Sinergi, Polresta Tangerang Terima Kunjungan Denpom Jaya



Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Polresta Tangerang kedatangan tamu istimewa yakni jajaran Detasemen Polisi Militer (Denpom) Jaya 1 Tangerang, Kamis (16/7/2026).


Rombongan Denpom Jaya 1 Tangerang dipimpin Komandan Denpom Mayor Cpm. Dio Muhammad Putra Utama. Para polisi militer itu diterima Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah didampingi para Pejabat Utama Polresta Tangerang.


 "Hubungan baik antara Polri dan Polisi Militer merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah," kata Indra Waspada. 



Dia juga mengatakan, silaturahmi tersebut menjadi sarana memperkuat komunikasi dan menyamakan persepsi. Serta meningkatkan koordinasi sehingga sinergi yang selama ini telah terjalin dapat terus berjalan dengan baik. 


Indra Waspada menjelaskan, setiap institusi memiliki tugas dan fungsi yang berbeda namun saling melengkapi. Polri menjalankan tugas memelihara kamtibmas, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. 


Sementara Polisi Militer memiliki kewenangan dalam penegakan hukum, disiplin, dan tata tertib terhadap prajurit TNI sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan komunikasi yang baik, kata dia, masing-masing institusi diharapkan dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara optimal.


"Sekaligus memperkuat koordinasi apabila terdapat hal-hal yang membutuhkan kolaborasi di lapangan," ujarnya.


Menurutnya, tantangan tugas yang semakin dinamis menuntut adanya hubungan kerja yang solid antarlembaga. Terutama dalam menjaga kondusivitas wilayah, mendukung pengamanan agenda strategis, serta mempercepat koordinasi ketika menghadapi situasi yang memerlukan penanganan bersama.


Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Silaturahmi tersebut juga menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan antara Polresta Tangerang dan Denpom Jaya 1 Tangerang. Sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk terus menjaga koordinasi dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing," pungkasnya.


(Red)

RS. UniMedika Sepatan Tangerang Rayakan HUT ke-9 “Melayani Dengan Hati, Bertumbuh Bersama





Tangerang | Mitrapubliknews.com RS. UniMedika Sepatan Tangerang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 pada Rabu (15/7/26) dengan menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, pasien, dan seluruh karyawan sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan sembilan tahun melayani masyarakat.



Rangkaian acara diawali dengan Senam sehat bersama, bazzar, serta pembagian doorprize bagi peserta dan karyawan dan dilanjutkan dengan acara internal Tiup Lilin serta makan tumpeng bersama, Sebagai bentuk kepedulian kepada pasien, Direktur RS. UniMedika juga membagikan cupcake kepada pasien dan keluarga pasien diwilayah rumah sakit dan membagikan mainan kepada pasien anak yang sedang menjalani perawatan. Perayaan semakin meriah dengan terselenggaranya lomba mewarnai anak yang diikuti oleh 45 peserta dari berbagai wilayah.






Peringatan HUT ke-9 ini menjadi momentum bagi RS. UniMedika Sepatan Tangerang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan serta kenyamanan pasien.



Redyantara BusDev, Rumah Sakit (RS) UniMedika Sepatan resmi menginjak usia yang ke-9 tahun. Mengusung Tema tahun ini ”Melayani Dengan Hati Tumbuh Bersama” momentum hari jadi ini menjadi bukti nyata konsistensi RS. UniMedika Sepatan dalam memberikan akses kesehatan yang bermutu, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat tengerang terkhusus Kecamatan Sepatan dan sekitarnya, serta berterima kasih kepada Masyarakat yang selalu mempercayakan kesehatan keluarganya kepada kami.





"Sejak pertama kali berdiri, RS UniMedika Sepatan terus melakukan transformasi besar-besaran. Tidak hanya dari segi kelengkapan fasilitas medis dan teknologi kedokteran, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), mulai dari dokter spesialis, perawat, hingga staf pelayanan garda terdepan." Ucapnya.



Dalam perayaan HUT ke-9 ini, manajemen RS UniMedika Sepatan menegaskan kembali visinya untuk menjadi pilihan utama layanan kesehatan masyarakat. Peningkatan fasilitas rawat jalan, kenyamanan ruang rawat inap, serta optimalisasi layanan menjadi prioritas utama guna menjawab kebutuhan penanganan medis yang cepat dan akurat.




“Hari ini kita merayakan Ulang Tahun yang ke-9, kami mengucapkan Terima kasih kepada masyarakat sepatan sudah mempercayakan pelayanannya kepada kami sampai saat ini, harapannya semoga RS UniMedika Sepatan Tangerang, semakin memberikan pelayanan yang terbaik,” Ucap Direktur Rumah Sakit dr. Yussy Syahbandar, AAAIJ. Rabu, (15/7/2026).



Kemeriahan hari jadi yang ke-9 tahun, RS UniMedika Sepatan menggelar di halaman gedung Rumah Sakit UniMedika serta berbagai rangkaian keseruan kegiatan seperti Senam sehat, Cek Up kesehatan Gratis, Bazzar, Hadiah Dorprize dan edukasi lainnya.






Hal senada juga dikatakan masyarakat sekitar “Selamat Ulang tahun Rumah Sakit UniMedika Sepatan semoga menjadi rumah sakit pilihan terbaik masyarakat Sepatan dan lebih baik pelayanan dari sebelumnya” Ujar salah satu warga Sekitar.



Dengan rekam jejak yang solid selama hampir satu dekade, RS UniMedika Sepatan siap melangkah lebih jauh untuk menjadi pilar kesehatan yang tangguh, modern, dan selalu dekat di hati masyarakat.



Selamat Ulang Tahun ke-9, RS Unimedika Sepatan Terus Mengabdi Menjadi Kebanggaan masyarakat di Kabupaten Tangerang. (*/Red).

Gajah Law Office Soroti Dugaan Kesewenang-wenangan dalam Sengketa Tanah di Gunung Kaler, Siapkan Langkah Hukum




Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com – Gajah Law Office resmi memberikan pendampingan hukum kepada Kasminah, warga Desa Onyam, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, dalam perkara sengketa tanah yang menurut tim hukum tidak lagi semata-mata berkaitan dengan persoalan kepemilikan, melainkan juga diduga terdapat tindakan-tindakan sepihak yang perlu diuji melalui mekanisme hukum.Kmais 16 Juli 2026.


Berdasarkan keterangan klien, objek tanah yang saat ini disengketakan telah lama berada dalam penguasaannya. Namun, sekitar April 2026, beberapa orang yang mengaku sebagai penerima kuasa dari pihak lawan datang ke lokasi dan memasang plang yang mengatasnamakan Klinik Hukum Matador tanpa didahului musyawarah, pemberitahuan maupun somasi kepada klien.


Setelah plang tersebut dicabut oleh klien karena merasa keberatan, pihak lawan baru mengirimkan surat somasi. Tidak lama kemudian, menurut keterangan klien, pihak yang sama kembali mendatangi lokasi dengan membawa material bangunan berupa pasir dan batu hebel yang diduga akan digunakan untuk melakukan pemasangan pagar pada objek sengketa.


Selain itu, dalam proses pendalaman perkara, tim hukum juga memperoleh rekaman video yang diduga memperlihatkan peristiwa pada 11 Desember 2025, di mana terlihat seseorang yang diduga bernama Sahrudin mengayunkan golok congok ke arah Kasminah. Peristiwa tersebut diduga berhasil dicegah setelah Edo, suami Kasminah, berusaha menangkis ayunan senjata tajam tersebut dan melerai situasi.




Hingga saat ini, menurut tim hukum, pihak lawan mengklaim memiliki Akta Jual Beli (AJB) sebagai dasar kepemilikan objek sengketa. Namun, meskipun telah diminta melalui surat-surat resmi, dokumen tersebut belum diperlihatkan kepada klien maupun kuasa hukumnya.


Muhamad Rizki Romdani, Legal Advisor Gajah Law Office, menegaskan bahwa Gajah Law Office menerima pendampingan perkara ini karena melihat adanya dugaan tindakan yang berpotensi merugikan masyarakat kecil dan patut diuji melalui proses hukum.


“Kami mempertanyakan bagaimana mungkin seseorang yang mengaku menerima kuasa dapat melakukan pemasangan plang pada objek yang masih disengketakan tanpa terlebih dahulu menempuh musyawarah, pemberitahuan ataupun somasi kepada pihak yang selama ini menguasai objek tersebut. Negara adalah negara hukum. Setiap tindakan yang berpotensi mengganggu hak seseorang harus dilakukan melalui mekanisme hukum yang benar, bukan melalui tindakan sepihak.”


Ia juga mengungkapkan bahwa tim hukum menemukan sejumlah hal yang akan menjadi bagian dari pembuktian dalam proses hukum.


“Kami juga sedang mengkaji seluruh dokumen yang digunakan pihak lawan, termasuk surat kuasa yang menjadi dasar tindakan mereka. Berdasarkan kajian awal tim hukum, terdapat beberapa hal yang menurut kami perlu diuji lebih lanjut melalui mekanisme hukum. Seluruhnya akan kami buktikan melalui proses hukum yang berlaku.”


Menurut Muhamad Rizki Romdani, perkara ini bukan sekadar sengketa tanah biasa.


“Kami melihat adanya rangkaian peristiwa yang harus diuji secara menyeluruh, mulai dari dugaan ancaman menggunakan senjata tajam, pemasangan plang secara sepihak, hingga dugaan upaya penguasaan fisik terhadap objek sengketa. Semua fakta tersebut akan kami susun secara utuh dan kami bawa melalui jalur hukum agar memperoleh kepastian hukum.”


Saat ini Gajah Law Office masih melakukan pendalaman terhadap seluruh alat bukti, keterangan saksi, rekaman video, serta riwayat penguasaan objek sengketa sebelum menentukan langkah hukum lanjutan.


Gajah Law Office menegaskan bahwa seluruh dugaan yang disampaikan dalam perkara ini akan diuji melalui mekanisme hukum yang berlaku. Pihak-pihak yang disebut dalam rilis ini tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi maupun tanggapan sesuai dengan asas praduga tak bersalah. (*/Red).


GAJAH LAW OFFICE


Muhamad Rizki Romdani

Legal Advisor

Pembangunan Jalan Berujung Proses Hukum, Kuasa Hukum Minta Evaluasi




JAKARTA | Mitrapubliknews.com Penanganan dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret Kepala Desa Sontang, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, kini dibawa ke meja pengawasan Mabes Polri. Tim kuasa hukum menilai terdapat sejumlah hal yang perlu diuji kembali melalui mekanisme gelar perkara khusus agar konstruksi hukum perkara tersebut dapat diperiksa secara menyeluruh dan objektif.


Tim kuasa hukum yang terdiri dari Zulhadi Awalliby, S.H., M.H. dan Iskandar Halim Munthe, S.H., M.H. secara resmi mengajukan permohonan kepada Kapolri, Wakapolri, Kabareskrim Polri, Rowassidik, dan Divisi Propam Polri.


Langkah tersebut ditempuh karena kuasa hukum menilai terdapat aspek-aspek penting yang belum memperoleh perhatian secara utuh dalam proses penanganan perkara di tingkat penyidikan.


"Hari ini kami meminta Kapolri, Wakapolri, Kabareskrim, Rowassidik dan Propam untuk melaksanakan gelar perkara khusus terhadap perkara yang menjerat klien kami," ujar Zulhadi.


Menurut kuasa hukum, perkara tersebut berawal dari bencana banjir yang melanda Desa Sontang pada tahun 2024 dan menyebabkan kerusakan parah pada akses jalan sepanjang kurang lebih tiga kilometer yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat sekaligus jalur operasional kendaraan perusahaan.




Dalam kondisi tersebut, pemerintah kecamatan bersama masyarakat dan sejumlah perusahaan disebut mengambil langkah gotong royong guna memulihkan akses yang lumpuh akibat bencana.


Dana swadaya yang terkumpul, menurut kuasa hukum, mencapai sekitar Rp1,1 miliar dan digunakan untuk membangun kembali jalan yang rusak.


"Hasil pembangunan itu dapat dilihat secara nyata dan hingga hari ini masih digunakan masyarakat, petani sawit maupun kendaraan perusahaan yang melintas setiap hari," kata Zulhadi.


Namun setelah pembangunan selesai, perkara tersebut justru berujung pada laporan dugaan tindak pidana korupsi ke Polda Riau dengan sangkaan pelanggaran Pasal 12 huruf e Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Kuasa hukum menegaskan pihaknya tidak sependapat dengan konstruksi hukum tersebut dan menilai perlu dilakukan pengujian kembali melalui forum gelar perkara khusus di Mabes Polri.


"Kami berpendapat tidak terdapat unsur memperkaya diri sendiri maupun pihak lain sebagaimana dimaksud dalam ketentuan tersebut. Menurut klien kami, dana digunakan untuk pembangunan jalan yang hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," tegasnya.


Iskandar Halim Munthe menambahkan, gelar perkara khusus merupakan instrumen hukum yang tersedia untuk memastikan penegakan hukum berjalan secara profesional, proporsional, dan akuntabel.


Menurutnya, evaluasi menyeluruh diperlukan agar tidak muncul persepsi bahwa langkah penanganan perkara mengabaikan konteks peristiwa yang melatarbelakangi pengumpulan dana tersebut.


"Kami meminta Mabes Polri memberikan atensi terhadap seluruh fakta hukum, dokumen, serta keterangan para pihak sebelum perkara ini melangkah lebih jauh," ujarnya.


Tim kuasa hukum juga menyoroti penerapan Pasal 12 huruf e UU Tipikor terhadap kepala desa. Mereka berpendapat terdapat pengaturan tersendiri mengenai kedudukan dan kewenangan kepala desa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang patut menjadi bagian dari pertimbangan hukum.


Menurut mereka, langkah memperbaiki jalan pascabanjir merupakan bentuk respons terhadap kondisi darurat demi menjaga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.


Sebagai dasar permohonan, kuasa hukum mengacu pada Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana yang mengatur mekanisme pelaksanaan gelar perkara khusus.


Mereka berharap seluruh pihak yang terlibat, mulai dari unsur pemerintah, masyarakat hingga perusahaan, dapat dihadirkan dalam forum tersebut agar seluruh fakta dapat dibuka secara terang dan berimbang.


Menanggapi tudingan adanya pungutan liar terhadap perusahaan, kuasa hukum kembali menegaskan bahwa seluruh kontribusi yang diberikan, menurut mereka, bersifat sukarela dan dilakukan secara terbuka.


"Tidak ada unsur pemaksaan menurut klien kami. Seluruh proses dilakukan secara transparan, terdokumentasi dan hasil pekerjaannya dapat dilihat serta dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Iskandar.


"Perlu diketahui bahwa sumbangan adalah dengan sukarela tidak ada pakasaan dari pihak manapun dan perbaikan jalan pada tahun 2024 , telah 2 tahun jalan tersebut telah di nikmati oleh masyarakat dan semua perusahaan , tapi kenapa sekarang tahun 2026 baru di persiolkan?" ucap Iskandar Halim Munthe penuh tanya


Sementara hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari penyidik Polda Riau terkait permohonan gelar perkara khusus yang diajukan tim kuasa hukum tersebut. (Pajar Saragih).

Permohonan Swadaya Masyarakat Sukatani: Normalisasi Sungai Cidurian, Upaya Nyata Kurangi Risiko Banjir

 


‎Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com – Semangat Permohonan swadaya masalah gotong royong kembali ditunjukkan warga Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang. Secara swadaya, masyarakat melakukan normalisasi Sungai Cidurian dengan mengeruk sedimentasi dan membuka kembali aliran sungai yang selama ini mengalami pendangkalan serta penyempitan.


‎Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas keluhan warga yang selama bertahun-tahun harus menghadapi ancaman banjir setiap musim hujan. Pendangkalan sungai dinilai menjadi salah satu penyebab berkurangnya daya tampung air sehingga luapan sungai kerap menggenangi permukiman.


‎Karman ketua RW.016 Perum Kutabumi 7 Astina, mengatakan kegiatan normalisasi merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus jawaban atas aspirasi warga yang selama ini mengeluhkan banjir akibat meluapnya Sungai Cidurian.


‎"Normalisasi sungai ini kami lakukan secara permohonan swadaya masyarakat sebagai jawaban atas keluhan banyak warga yang setiap musim hujan terdampak banjir akibat luapan Sungai Cidurian kampung Snen, Alhamdulillah, titik yang selama ini menjadi lokasi rawan banjir sudah dikeruk sehingga aliran air menjadi lebih lancar. Kami berharap upaya ini dapat mengurangi risiko banjir ke depannya," ungkap RW Karman.



‎Karman mengingat kembali banjir besar yang melanda wilayah Sukatani pada Minggu, 8 Maret 2026. Saat itu, hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak malam hingga dini hari menyebabkan Sungai Cidurian meluap dan merendam sejumlah permukiman warga. yakni  perumahan kutabumi 7 Astina, kampung Snen, kampung Gandaria, kampung Batu Nunggul, Ketinggian air bahkan mencapai sepinggang orang dewasa sehingga aktivitas masyarakat lumpuh dan banyak warga harus mengamankan barang-barang berharganya.


‎"Pengalaman pahit tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan banjir tidak bisa hanya menunggu penanganan dari pemerintah. Atas dasar itulah warga berinisiatif bergotong royong menghimpun tenaga dan sumber daya untuk melakukan normalisasi sungai demi kepentingan bersama," ujar Karman.



‎Salah seorang warga terdampak banjir, AS, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Menurutnya, aksi gotong royong yang dilakukan masyarakat merupakan contoh nyata kepedulian terhadap lingkungan tanpa membebani anggaran pemerintah.


‎"Ini adalah aksi nyata yang membantu kepentingan orang banyak tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Patut didukung dan diapresiasi. Kami berharap semangat kebersamaan seperti ini terus terjaga sehingga lingkungan menjadi lebih aman dari ancaman banjir," kata AS.


‎Warga berharap normalisasi Sungai Cidurian tidak hanya memberikan dampak jangka pendek dalam memperlancar aliran air, tetapi juga menjadi awal dari upaya berkelanjutan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian sungai.


‎"Dengan kolaborasi masyarakat dan dukungan berbagai pihak, risiko banjir di wilayah Sukatani diharapkan dapat terus ditekan pada musim penghujan mendatang," pungkasnya.


(Red)

Bunker & Bantal Jadi Tempat Persembunyian: Modus Lama di Lapas Pemuda Terbongkar




TANGERANG | Mitrapublinews.com Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran handphone ilegal dan barang terlarang di dalam blok hunian.


Dalam kurun waktu Januari hingga Juli, petugas mencatat hasil razia yang cukup signifikan. Sebanyak 110 unit handphone, 64 charger, 1 power bank, 9 earphone, 4 terminal listrik, serta 57 senjata tajam rakitan (sikim) berhasil disita dari warga binaan.


“Ini bagian dari upaya kami menjaga keamanan dan ketertiban di dalam Lapas Pemuda,” ujar Abi Mantrana Kepala KPLP Lapas Pemuda Kelas II Tangerang dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).


Ia mengungkapkan, modus penyelundupan barang terlarang masih didominasi oleh jalur kunjungan serta “warisan” dari penghuni sebelumnya.





“Sebagian masuk lewat kunjungan, dan banyak juga yang merupakan peninggalan dari warga binaan sebelumnya,” jelasnya.


Disembunyikan di Bunker dan Bantal


Petugas mengaku telah memetakan titik-titik rawan penyimpanan barang ilegal di dalam blok. Dari hasil razia, lokasi yang paling sering digunakan adalah bunker tersembunyi serta bagian dalam bantal tempat tidur warga binaan.


“Kalau razia, kami fokus ke bunker dan bagian dalam bantal. Di situlah biasanya mereka sembunyikan barang-barang tersebut,” ungkapnya.


Sudah Ada Fasilitas Resmi, Tapi Masih Nekat


Meski pihak lapas telah menyediakan fasilitas komunikasi resmi berupa wartel khusus (wartelsus) bagi narapidana untuk berhubungan dengan keluarga, praktik penggunaan handphone ilegal masih ditemukan.


“Dengan adanya wartelsus, sebenarnya tidak perlu lagi ada upaya penyelundupan atau tindakan ilegal,” tegasnya.


Sanksi Tegas: Register F hingga Hilang Hak Remisi


Bagi warga binaan yang terbukti melanggar, pihak lapas tidak segan menjatuhkan sanksi tegas berupa Register F.


“Konsekuensinya, mereka tidak mendapatkan remisi dan tidak bisa mengajukan pembebasan bersyarat dalam periode tertentu,” katanya.


Oknum Petugas Juga Ditindak


Tak hanya warga binaan, tindakan tegas juga diberlakukan terhadap petugas yang terbukti terlibat.


Dalam tiga bulan terakhir, pihak lapas telah menjatuhkan sanksi kepada dua petugas yang kedapatan memasukkan barang ilegal.


“Pelanggarannya membantu narapidana memasukkan barang terlarang. Itu terjadi sebelum masa kami bertugas, tapi tetap kami tindak,” ungkapnya.


Sidak Intensif: Minimal 3 Kali Seminggu


Untuk mencegah peredaran barang ilegal, razia dilakukan secara rutin dan intensif.


“Kami hampir setiap hari melakukan sidak. Minimal tiga kali dalam seminggu,” pungkasnya.

(*/ Red).

Road Show Audiensi JTR, Ketua DPRD Kabupaten Tangerang, Sambut Positif Peran Pers Pengurus JTR




TANGERANG | Mitrapubliknews.com - Himpunan Jurnalis Tangerang Raya (JTR) kembali melanjutkan agenda road show audiensi ke sejumlah lembaga dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayah Tangerang Raya. Kali ini, pengurus JTR melakukan audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang.


Rombongan JTR diterima langsung oleh Ketua Dewan DPRD Kabupaten Tangerang, H. Muhammad Amud S.Sos, didampingi Kasubag Humas DR.Nanang  dan salah satu kepala bidang di lingkungan Sekretariat DPRD Kabupaten Tangerang.


Dalam pertemuan tersebut, Ketua Dewan menyampaikan kesiapan DPRD Kabupaten Tangerang untuk menjalin sinergitas dan kolaborasi dengan JTR sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.


“Kami dengan senang hati menerima kunjungan JTR. Semoga ke depan JTR dapat terus menyajikan pemberitaan yang informatif, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar H.M. Amud.


Ia juga mengapresiasi keberadaan JTR sebagai wadah wartawan yang memiliki jumlah anggota cukup besar dan dinilai memiliki kredibilitas yang baik.


“Dengan anggota sekitar 60 orang, JTR tentu bukan sekadar perkumpulan biasa. Kami yakin JTR adalah organisasi wartawan yang dapat dipertanggungjawabkan secara profesional,” tambahnya.


Hal senada disampaikan Humas  DPRD Kabupaten Tangerang Nanang. Menurutnya, DPRD Kabupaten Tangerang selalu terbuka untuk bekerja sama dengan insan pers sebagai mitra dalam menyampaikan informasi publik.




Sementara itu, Ketua Tim Audiensi JTR, M. Irfansyah atau akrab disapa Ngkong, didampingi Sekretaris JTR, Marinan, Nean, Harso Kadiv Organisasi , Kartawijaya eben, Kadiv Sosial dan Arul Setiap JTR, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari DPRD Kabupaten Tangerang.


“Semoga penerimaan ini bersinergi dengan jurnalis Tangerang Raya ( JTR ).” ujar Irfansyah.


Marinan menambahkan, pihaknya berharap sinergi dan kolaborasi antara JTR dan DPRD Kabupaten Tangerang dapat berjalan berkelanjutan sesuai dengan harapan bersama.


“Kami berharap kerja sama ini bisa terwujud secara nyata dan membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/Red).

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Kapolresta Tangerang Sambangi Kajari Kabupaten Tangerang




Tangerang| Mitrapubliknews.com --Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah bersilaturahmi ke Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tangerang Wahyudi Eko Husodo, Selasa (14/7/2026).


"Kunjungan silaturahmi ini di antaranya untuk memperkuat sinergi penegakan hukum," kata Indra Waspada. 


Indra Waspada yang didampingi Pejabat Utama Polresta Tangerang dan Kapolsek jajaran mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat koordinasi dan komunikasi antarlembaga dalam menjaga stabilitas kamtibmas 


"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat koordinasi menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Tangerang," ujarnya.




Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Keduanya membahas berbagai isu strategis. Mulai dari penguatan sinergi dalam penegakan hukum, koordinasi penanganan perkara, hingga peningkatan pelayanan hukum yang profesional dan berkeadilan kepada masyarakat.


Indra Waspada menegaskan, keberhasilan penegakan hukum tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antar-aparat penegak hukum.




Menurutnya, soliditas yang telah terjalin antara Polresta Tangerang dan Kejari Kabupaten Tangerang merupakan modal penting untuk menjaga kepastian hukum. Sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum. (*/ Red).

Perkuat Soliditas TNI-Polri, Kapolresta Tangerang Jalin Silaturahmi dengan Kodim 0510/Tigaraksa




Tangerang| Mitrapubliknews.com --Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegaskan pentingnya menjaga soliditas TNI-Polri. Sebab hal itu merupakan fondasi utama dalam memelihara kamtibmas di Kabupaten Tangerang.


Hal itu disampaikan Indra Waspada saat bersilaturahmi ke Markas Kodim 0510/Tigaraksa, Selasa (14/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Indra Waspada yang didampingi Pejabat Utama Polresta Tangerang serta Kapolsek jajaran diterima Kasdim 0510/Tigaraksa Mayor Inf. Windra Sanur.


"Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat koordinasi menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Tangerang," kata Indra Waspada.




Dalam pertemuan tersebut, Polresta Tangerang dan Kodim 0510/Tigaraksa membahas penguatan sinergi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan. Serta meningkatkan koordinasi pelaksanaan tugas di lapangan untuk mendukung berbagai program strategis pemerintah di Kabupaten Tangerang.


Menurut Indra Waspada, keamanan yang kondusif hanya dapat diwujudkan apabila seluruh unsur terus menjaga kekompakan dan memperkuat kolaborasi.




"Dengan kebersamaan, kita dapat menghadapi berbagai tantangan, menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.


Dia menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri. Tetapi memerlukan dukungan seluruh elemen, termasuk TNI, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya.




"Dengan sinergi yang kuat, kita dapat memberikan rasa aman sekaligus mendukung kelancaran pembangunan di Kabupaten Tangerang," katanya.


Silaturahmi tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama untuk terus meningkatkan koordinasi. Selain itu, juga untuk efektivitas pelaksanaan tugas. Serta memastikan setiap persoalan yang berkembang di masyarakat dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kolaborasi yang baik. (*/ Red).

Rapat Evaluasi Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kapolresta Tangerang Dorong Penguatan Kesiapsiagaan



Kabupaten Tangerang | Mitrapubliknews.com - Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mendorong penguatan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran maupun bencana serupa. Hal tersebut menyusul insiden kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, beberapa waktu lalu.


Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Forkopimda Kabupaten Tangerang dengan agenda evaluasi penanganan kebakaran TPA Jatiwaringin di Pendopo Bupati Tangerang, Selasa (14/7/2026).


"Kesiapsiagaan dan langkah mitigasi harus terus diperkuat agar kejadian serupa dapat dicegah," kata Indra Waspada.



Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi semua. Kata dia, penanganan yang dilakukan secara terpadu mampu mengendalikan situasi. Oleh karena itulah, sejak awal Polresta Tangerang bersama TNI, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, BNPB, pemerintah daerah, relawan, dan berbagai unsur lain bergerak melakukan penanganan.


"Hingga api berhasil dipadamkan 100 persen dan sebaran asap dapat dikendalikan," kata dia. 


Meski api telah padam, personel Polresta Tangerang tetap disiagakan hingga 14 Juli 2026. Langkah itu untuk mendukung proses pendinginan. 


"Sekaligus melakukan monitoring guna mengantisipasi munculnya titik api baru," ujarnya. 


Selain fokus pada pengamanan, Polresta Tangerang juga memberikan perhatian terhadap dampak kesehatan masyarakat akibat kebakaran tersebut. Pos kesehatan didirikan untuk memberikan layanan medis kepada warga terdampak paparan asap.


Tidak hanya itu, dilakukan juga pembagian masker kepada petugas, relawan, dan masyarakat sekitar. Trauma center juga diaktifkan sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan.


Dalam aspek pengamanan, Indra Waspada menjelaskan, personelnya melakukan penyekatan dan penutupan akses menuju TPA. Langkah tersebut dilakukan agar mobilisasi kendaraan pemadam kebakaran maupun alat berat dapat berlangsung lancar tanpa hambatan.


Personel juga melakukan pengamanan di kawasan danau yang menjadi sumber air bagi operasi water bombing. Sehingga proses pengambilan air oleh helikopter pemadam dapat berjalan aman dan tidak terganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.


"Seluruh langkah tersebut kami lakukan untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal," kata Indra Waspada.




Pada acara yang sama, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menegaskan bahwa kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi alarm keras bagi seluruh pihak. Hal itu karena dampak kebakaran tidak hanya pada pengelolaan sampah, tetapi juga terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan.


"Kebakaran di TPA Jatiwaringin beberapa waktu lalu merupakan alarm keras bagi kita semua," ujar Maesyal.


Menurutnya, meskipun api telah berhasil dikendalikan, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh sebagai dasar penyempurnaan penanganan ke depan.


Maesyal meminta seluruh perangkat daerah dan instansi terkait memfokuskan evaluasi pada tiga aspek utama, yakni evaluasi respons dan standar operasional prosedur (SOP), dampak lingkungan dan kesehatan masyarakat, serta penyusunan strategi mitigasi jangka panjang agar peristiwa serupa tidak terulang," pungkasnya.


(Red)