BPKAD Kab.Tangerang

BPKAD Kab.Tangerang
Award financial 2024.

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA
Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1446 Hijriah

MITRAPUBLIKNEWS CHANNEL

Recent post

Dari Sorotan Menjadi Perbaikan: Cor Jalan di Atas Genangan di Pondok Lor Pakuhaji Dibongkar Lagi di Hari yang Sama Agar Lebih Baik, Kuat dan Kokoh




Pakuhaji, Tangerang | Mitrapubliknews.com – Proses pengecoran jalan di Kampung Pondok Lor, Kelurahan Pakuhaji, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang yang berbatasan dengan Paku Alam, menjadi sorotan warga dan berujung pada perbaikan cepat di hari yang sama. Senin (2/11/2026).


Peristiwa bermula pada , Jumat dini hari, 30 Oktober 2026 sekitar pukul 01:30 WIB. Saat kondisi jalan masih tergenang air keruh, pengecoran tetap dilakukan. Peristiwa itu terekam dalam video warga yang diterima redaksi.


Dalam rekaman video terdengar suara warga:


“Jalan banjir tetap dicor, genangan air meninggi tetap dicor noh, noh, banjir, fenomena alam, pengecoran di kobakan, aneh bin ajaib " 






"Tindak Lanjut Cepat di Hari yang Sama"


Informasi terbaru yang diterima redaksi pada *Jumat sore, 30 Oktober 2026 sekitar pukul 15:00 WIB*, cor tersebut langsung dibongkar kembali menggunakan excavator dengan breaker hidrolik MB2700.


Hal itu sesuai dengan ucapan Aktivis Pakuhaji di video terbaru:


“Alhamdulillah phenomena yg semalam di cor siangnya d bongar lagi di buat lebi baik, kuat dan kokoh untuk semua masarakat pakuhaji pondok lor.”ucapnya Aktivis Pakuhaji.


Aktivis tersebut menjelaskan kronologi lengkap: Pengecoran Jumat pagi jam 1:30 tanggal 30 Oktober, dibongkar lagi Jumat jam 3 sore tanggal 30 Oktober biar menjadi lebih baik, kuat dan kokoh untuk semua masyarakat Pakuhaji Pondok Lor.


Pantauan awak media kondisi terkini memperlihatkan jalan belum selesai 100%, masih tahap pembongkaran dan persiapan cor ulang yang lebih baik. Pekerja berompi orange dan helm kuning terlihat di lokasi bersama warga yang memantau.


Langkah pembongkaran ini diapresiasi warga sebagai bentuk tanggung jawab pelaksana untuk memastikan kualitas jalan sesuai standar.

Data Proyek Sesuai Papan Proyek di Lapangan:


- Instansi: Pemerintah Kabupaten Tangerang – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air

- Nomor SPK/Kontrak: 620/05/K/PPK_JI/APBD/DBMSDA/VII/2026

- Kegiatan: Lanjutan Rekonstruksi Jalan Gardu – Tanah Merah Segmen 3 Kel. Pakuhaji, Kec. Pakuhaji

- Lokasi: Kecamatan Pakuhaji

- Nilai Kontrak: Rp. 6.164.853.000,00

- Sumber Dana: APBD Tahun Anggaran 2026

- Pelaksana: CV. Hanan Putra Pratama

- Waktu Pelaksanaan: 150 Hari Kalender

- Catatan: Proyek Ini Dibiayai Dari Pajak Yang Anda Bayar


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Bina Marga dan SDA, konsultan pengawas dan pelaksana masih dalam proses perbaikan.


Masyarakat berharap setelah dibongkar, pengecoran ulang dilakukan sesuai spesifikasi teknis rigid pavement dengan mutu beton tinggi agar hasilnya kuat, kokoh dan tahan lama, mengingat proyek dibiayai dari pajak masyarakat.


*Redaksi*


Laporan Warga: Pakuhaji – Jumat, 30 Oktober 2026 – 01:30 WIB & 15:00 WIB


Dua Kali Diajak Bipartit Tak Ditanggapi, Dua Kali Dipanggil Disnaker Tak Hadir, YAPERMA Soroti Sikap PT Grasindo Mandiri Sukses




KABUPATEN TANGERANG |Mitrapubliknews.com – Upaya penyelesaian perselisihan hubungan industrial antara Dede Herdianto, mantan pekerja PT Gressindo Mandiri Sukses, dengan pihak perusahaan belum menunjukkan titik terang. YLPK-YAPERMA BANTEN selaku kuasa pendamping pekerja menyoroti sikap perusahaan yang dinilai belum menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan persoalan hak-hak normatif pekerja. Senin (2/11/2026).


Persoalan ini bermula dari ketidakjelasan status hubungan kerja Dede Herdianto yang mengaku telah bekerja sejak tahun 2019 hingga Mei 2026. Selama bekerja, pekerja menerangkan adanya perpanjangan kontrak secara berulang, dugaan pembayaran upah di bawah ketentuan minimum, pekerjaan hingga sekitar 12 jam sehari tanpa pembayaran lembur sebagaimana mestinya, serta dugaan tidak didaftarkannya pekerja dalam program BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.


Persoalan semakin mencuat setelah pada 4 Mei 2026 pekerja diberitahukan untuk dirumahkan sementara dengan alasan perusahaan mengalami penurunan pesanan. Namun, hingga berbulan-bulan kemudian, pekerja mengaku tidak pernah memperoleh kepastian untuk kembali bekerja maupun penjelasan tertulis mengenai status hubungan kerjanya.


*DUA KALI DIAJAK BIPARTIT, BELUM MENDAPAT RESPONS*


Sebagai bentuk itikad baik, kuasa pekerja telah berupaya mengajak PT Gressindo Mandiri Sukses menyelesaikan persoalan melalui perundingan bipartit.


Undangan perundingan tersebut telah disampaikan sebanyak dua kali. Namun, menurut keterangan dan dokumentasi yang dimiliki pihak pekerja, upaya tersebut belum mendapatkan respons dan penyelesaian sebagaimana diharapkan.


Padahal, perundingan bipartit merupakan tahapan awal yang wajib ditempuh para pihak sebelum perselisihan hubungan industrial dilanjutkan melalui mekanisme penyelesaian pada instansi ketenagakerjaan.


*DISNAKER KABUPATEN TANGERANG TELAH MELAKUKAN PEMANGGILAN DUA KALI*


Karena upaya bipartit tidak memperoleh hasil, kuasa pekerja kemudian menempuh mekanisme pencatatan perselisihan hubungan industrial dan permohonan mediasi kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang.




Dalam proses tersebut, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang telah menerbitkan dua surat panggilan klarifikasi, yaitu:


1. Surat Nomor *B/500.15.15.2/979/X/DISNAKER/2026* tanggal 16 Oktober 2026, dengan agenda klarifikasi pada Rabu, 21 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB.

2. Surat Nomor *B/500.15.15.2/1009/X/DISNAKER/2026* tanggal 22 Oktober 2026, dengan agenda klarifikasi kedua pada Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 13.00 WIB.


Kedua surat panggilan tersebut ditujukan kepada pimpinan atau direktur PT Gressindo Mandiri Sukses dan Dede Herdianto untuk menghadiri proses klarifikasi di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang.


Namun, berdasarkan keterangan pihak pekerja, perusahaan tidak hadir dalam kedua agenda pemanggilan tersebut.


*YAPERMA: JANGAN SAMPAI HAK PEKERJA TERABAIKAN*


YLPK-YAPERMA BANTEN menyampaikan bahwa persoalan ini bukan semata-mata mengenai berakhirnya hubungan kerja, melainkan juga menyangkut pemenuhan hak-hak normatif pekerja selama menjalankan hubungan kerja.


Beberapa hal yang perlu mendapatkan pemeriksaan dan kepastian hukum antara lain:

1. Keabsahan perpanjangan perjanjian kerja sejak tahun 2019 sampai dengan Mei 2026.

2. Kesesuaian status hubungan kerja berdasarkan fakta pelaksanaan pekerjaan, termasuk ketentuan PKWT dan PKWTT.

3. Dugaan pembayaran upah yang belum sesuai dengan ketentuan upah minimum Kabupaten Tangerang.

4. Dugaan pekerjaan melebihi waktu kerja normal tanpa pembayaran upah lembur sebagaimana ketentuan.

5. Dugaan tidak dipenuhinya kewajiban kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

6. Ketidakjelasan status pekerja setelah dirumahkan sejak 4 Mei 2026.

7. Pemenuhan uang kompensasi PKWT maupun hak akibat berakhirnya hubungan kerja apabila berdasarkan hasil pemeriksaan terdapat kewajiban perusahaan.


*MINTA DISNAKER TETAP LANJUTKAN PENANGANAN*


Atas kondisi tersebut, YLPK-YAPERMA BANTEN berharap Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang tetap menindaklanjuti pencatatan perselisihan hubungan industrial sesuai prosedur dan kewenangannya, meskipun pihak perusahaan tidak menghadiri agenda pemanggilan.


“Kami juga berharap proses penanganan tidak berhenti hanya karena salah satu pihak tidak hadir, melainkan tetap memberikan kepastian mengenai tahapan penyelesaian perselisihan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial,” ujar perwakilan YAPERMA.


Bagi YAPERMA, mekanisme hukum harus tetap berjalan secara profesional, objektif, dan proporsional. Hak pekerja perlu mendapatkan perlindungan, sementara perusahaan tetap diberikan kesempatan untuk menyampaikan pembelaan dan klarifikasi berdasarkan fakta yang sebenarnya.


*Catatan Redaksi:*

Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan pekerja, dokumen korespondensi, serta surat panggilan resmi dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang. Seluruh dugaan yang disampaikan masih memerlukan pemeriksaan dan penilaian oleh instansi yang berwenang dan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, keberimbangan informasi, dan hak jawab sebagaimana prinsip yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.


(*/Redaksi).

Pelantikan Pengurus IPSI Kecamatan Sepatan Timur Periode 2026-2030, Resmi Dilantik Lukman Hakim, S.Kom Jadi Ketua Terpilih




Sepatan Timur, Tangerang | MitraPublikNews.com – Pelantikan Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kecamatan Sepatan Timur Periode 2026-2030 resmi dikukuhkan. Lukman Hakim, S.Kom sebagai ketua terpilih, Minggu (01/11/2026).


Pengukuhan dilakukan langsung Ketua IPSI Kabupaten Tangerang H. Yani Sutisna, SH, MH. Acara berlangsung di Aula Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, diikuti 10 perguruan pencak silat.


Selain dihadiri Ketua IPSI Kabupaten Tangerang H. Yani Sutisna, SH, MH hadir pula *Camat Sepatan Timur Miftah Shuritho, S.STP, MM, Kapolsek Sepatan yang diwakili, Danramil 10 Sepatan yang diwakilkan, Ketua KOK Kecamatan Sepatan Timur, Ketua Karang Taruna Kecamatan Sepatan Timur,* serta Pengurus IPSI Sepatan Timur.


 "Membangun Generasi Pencak Silat Yang Berprestasi, Berakhlak, dan Berbudi Pekerti" 




Dalam sambutannya, Ketua IPSI Kabupaten Tangerang H. Yani menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan pengurus IPSI di wilayah Kecamatan Sepatan Timur masa bakti 2026-2030.


“Terimakasih kepada seluruh panitia yang sudah bekerja maksimal sehingga acara ini terselenggara dengan baik. Kepada seluruh Pengurus yang baru saya kukuhkan dan kepada Bapak Camat Sepatan Timur terimakasih karena telah mendukung terlaksananya pengukuhan ini,” ucapnya.


Menurutnya, pencak silat merupakan asli beladiri Indonesia yang harus dilestarikan dan dikembangkan sebagai upaya untuk mempertahankan budaya asli Indonesia.


“Seni beladiri pencak silat dapat menjadi salah satu icon daya tarik wisata di Kabupaten Tangerang, saya berharap dari sisi seni, di festival seni pencak silat dapat menjadi tradisi dan bisa menjadi agenda rutin,” kata Yani.


Sementara itu, Camat Sepatan Timur mengatakan, dirinya sangat bangga kepada pengurus IPSI Kecamatan Sepatan Timur dan berharap kedepan lebih eksis dan mampu melahirkan atlet berprestasi baik tingkat Regional, Nasional bahkan Internasional.


“Jangan kalah dengan beladiri Negara lain, pengurus IPSI Sepatan Timur harus satukan tekad untuk menjadikan IPSI sebagai ladang pengabdian dan sebuah darma bakti untuk mendorong kemajuan pencak silat di wilayah Kecamatan Sepatan Timur” tegas Camat.


Dia mengarahkan kepada Ketua IPSI Kecamatan terpilih untuk merangkul perguruan pencak silat di Sepatan Timur yang belum tergabung di IPSI.


*(Eben)*

Kadis Disporabudpar Kabupaten Tangerang Pimpin Penanaman Mangrove Bersama di Hutan Mangrove Muara Desa Muara Teluknaga, Ike Megasari Ikut Turun Tanam





Teluknaga, Tangerang  | MitaPublikNews.com –Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan *Penanaman Mangrove Bersama* dengan tema *“Menanam Hari Ini, Menjaga Pesisir Untuk Generasi Mendatang”  di Hutan Mangrove Muara, Desa Muara, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Minggu (01/11/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh *Kepala Dinas Disporabudpar Kabupaten Tangerang, Kepala Seksi Pariwisata, Ike Megasari, serta beberapa organisasi yang merupakan binaan Disporabudpar Kabupaten Tangerang*, termasuk Duta Wisata Kabupaten Tangerang, komunitas pecinta lingkungan, dan perwakilan masyarakat pesisir.


Pantauan MitraPublikNews.com di lokasi, puluhan peserta tampak antusias mengikuti kegiatan di area berlumpur pesisir muara dengan latar *hutan mangrove hijau lebat dan aliran sungai Muara Desa Muara.*




*Dua foto group asli* menunjukkan peserta berpose bersama memegang bibit mangrove siap tanam dan membentangkan banner biru besar bertuliskan:


*PENANAMAN MANGROVE BERSAMA*

 *“MENANAM HARI INI, MENJAGA PESISIR UNTUK GENERASI MENDATANG”*

*DINAS PEMUDA OLAHRAGA KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA*


Peserta mengenakan *selempang Duta Wisata Kabupaten Tangerang, pakaian adat, kemeja putih, kemeja biru dinas, dan batik.* Di barisan depan terlihat *Kadis Disporabudpar Kabupaten Tangerang mengenakan kemeja putih dan kacamata hitam* berada di tengah, didampingi *Ike Megasari yang mengenakan hijab abu-abu, kacamata hitam, baju biru dinas dan boot kuning-oranye.*


Pada *foto aksi tanam asli*, Ike Megasari terlihat jongkok di lumpur pesisir memegang bibit mangrove dengan ajir bambu siap tanam. Ia didampingi peserta lain yang juga jongkok memegang bibit. Beberapa peserta mengenakan kaos putih logo Disporabudpar, selempang duta wisata, dan boot kuning. Di belakang terlihat *perahu nelayan biru dan merah terparkir di muara*, serta seorang pria mengenakan *peci biru, baju batik abu-abu, tas selempang*, mengacungkan dua jempol sebagai bentuk semangat mendukung gerakan penghijauan.


Seorang pria berambut putih berkacamata hitam kaos putih logo Disporabudpar juga tampak jongkok di barisan tengah memegang bibit mangrove dengan pose jempol.


Kadis Disporabudpar Kabupaten Tangerang mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelestarian pesisir.


> “Melalui penanaman mangrove ini kita ingin menjaga pesisir Muara Teluknaga dari abrasi, sekaligus mengedukasi generasi muda akan pentingnya ekosistem mangrove untuk masa depan,” ujarnya.


Kegiatan ini bertujuan menjaga kelestarian pesisir Muara Teluknaga, mencegah abrasi, serta mengedukasi generasi muda akan pentingnya ekosistem mangrove sebagai benteng alami pesisir, habitat biota laut, dan penyerap karbon. Disporabudpar berharap gerakan ini menjadi agenda rutin dan melibatkan lebih banyak organisasi binaan serta generasi muda.


*Eben*

Meriah dan Penuh Sportivitas, Turnamen Domino SIWO PWI Kota Tangerang Berlangsung Sukses




TANGERANG | MitraPublikNews.com  – Memeriahkan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kota Tangerang menggelar turnamen domino di Kantor Sekber PWI ,SMSI ,JTR  yang diikuti 32 pasangan peserta, Sabtu (31/10/2026).


Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang adu strategi di atas meja domino, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara insan pers, komunitas domino, dan organisasi olahraga.


Sejak pertandingan berlangsung, para peserta saling menunjukkan kemampuan membaca peluang, menyusun strategi, dan menjaga konsentrasi. Panitia turut melibatkan enam wasit dari ORADO Kota Tangerang untuk mengawal jalannya pertandingan agar berlangsung tertib, objektif, dan sesuai aturan.




Persaingan antarpasangan akhirnya menghasilkan sejumlah pemenang. Posisi juara pertama diraih pasangan Roni-Suwandi, disusul Susanto-M. Loren sebagai juara kedua.


Sementara itu, pasangan Nasher-Nurdany dari PWI Kota Tangerang menempati posisi finalis pertama. Adapun finalis kedua diraih pasangan Samsu-Biye dari ORADO.


Penyerahan hadiah menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang menambah semarak acara. Ketua SMSI Kota Tangerang, Azhari Zaki Al-Qadri, menyerahkan hadiah kepada pasangan juara pertama.




Selanjutnya, Ketua Harian ORADO Kota Tangerang, Abdel Kalif, menyerahkan hadiah kepada pasangan Nasher-Hurdany.


Ketua SIWO PWI Kota Tangerang, Saripudin, kemudian menyerahkan hadiah kepada pasangan Samsu-Biye yang menempati posisi finalis kedua.


Ketua PWI Kota Tangerang, R. Herwanto, turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut. Kegiatan olahraga seperti ini dinilai mampu membangun kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan antarkomunitas.




Ketua Panitia, Barus, bersama jajaran panitia mengawal seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pertandingan hingga penyerahan hadiah kepada para pemenang.


Melalui turnamen ini, SIWO PWI Kota Tangerang menunjukkan bahwa olahraga tidak selalu harus berlangsung di lapangan. Permainan domino pun dapat menjadi ruang membangun persaudaraan, mengasah strategi, serta menumbuhkan sportivitas.


Semangat Sumpah Pemuda menjadi pesan utama kegiatan tersebut, yakni memperkuat persatuan dan kebersamaan melalui aktivitas positif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.


Acara perlombaan yang sebelumnya dibuka oleh Ketua KONI Kota Tangerang H Dirman selanjutnya ditutup oleh Fahri, selaku Kabid Ekonomi Kreatif ORADO Banten. (*/Eben).

Hari Keenam Operasi Patuh Maung 2026, Polresta Tangerang Berikan Reward kepada Pengendara Taat Aturan




TANGERANG | MitraPublikNews.com –Memasuki hari keenam Operasi Patuh Maung 2026, Satlantas Polresta Tangerang memberikan apresiasi atau *reward*kepada pengendara yang tertib dan mematuhi peraturan lalu lintas. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (31/10/2026) di kawasan Citra Raya, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.


Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polresta Tangerang, Kompol Fery Oktaviari Pratama. Petugas memberikan apresiasi kepada pengendara yang telah memenuhi ketentuan berkendara, seperti menggunakan helm berstandar SNI, memiliki SIM, membawa kelengkapan surat kendaraan, serta mematuhi rambu dan marka jalan.




Pemberian reward ini menjadi bentuk penghargaan kepada masyarakat yang telah menunjukkan kesadaran terhadap keselamatan berlalu lintas.


Selain apresiasi, petugas juga melakukan pemeriksaan dan penindakan terhadap pelanggar. Sasaran meliputi pengendara tanpa helm SNI, tidak memiliki SIM, STNK tidak lengkap, melanggar rambu dan marka, melawan arus, menggunakan HP saat berkendara, serta tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengemudi R4.





Kasat Lantas Kompol Fery Oktaviari Pratama mengatakan, apresiasi ini diharapkan mendorong masyarakat untuk terus tertib.


“Kami memberikan apresiasi kepada pengendara yang sudah tertib. Harapannya bisa menjadi contoh bagi pengguna jalan lainnya. Kami ingin kesadaran berlalu lintas tumbuh dari diri masing-masing, bukan hanya karena adanya petugas di jalan,” ujarnya.


Operasi Patuh Maung 2026 berlangsung 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.”


*(Eben)*

Selamat dan Sukses untuk Camat Cikupa yang Baru, Bapak Khalid Mawardi, S.Sos.,S.IP., M.M.




Cikupa, Kabupaten Tangerang | MitraPublikNews.com - Jajaran pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga Kecamatan Cikupa menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya Khalid Mawardi, S.Sos.,S.IP., M.M., sebagai Camat Cikupa yang baru.


Ucapan selamat tersebut mengalir sebagai bentuk dukungan dan harapan baru bagi kemajuan Kecamatan Cikupa di bawah kepemimpinan Bapak Khalid Mawardi.


"Selamat dan sukses atas amanah baru sebagai Camat Cikupa kepada Bapak Khalid Mawardi, S.Sos.,S.IP., M.M. Semoga di bawah kepemimpinan beliau, Kecamatan Cikupa semakin berkembang, pelayanan masyarakat semakin optimal, dan pembangunan semakin merata," ujar perwakilan kepala desa dan tokoh masyarakat.


Masyarakat berharap, dengan pengalaman dan kepemimpinan Bapak Khalid Mawardi, Kecamatan Cikupa yang merupakan salah satu kecamatan dengan pertumbuhan penduduk dan industri yang pesat di Kabupaten Tangerang dapat terus meningkatkan sinergi antara pemerintah kecamatan, desa/kelurahan, dan seluruh elemen masyarakat.


Cikupa diharapkan semakin maju, aman, dan sejahtera. Sukses selalu untuk Pak Camat Khalid Mawardi, S.Sos.,S.IP., M.M., dalam mengemban amanah baru.


Pelantikan Bapak Khalid Mawardi, S.Sos., S.IP., M.M., sebagai Camat Cikupa menggantikan Bapak Supriyadi, S.STP., M.I.P., yang sebelumnya menjabat sebagai Penjabat (Pj) Camat Cikupa.


*Penulis: Dhona S - Mitra Publik*

75 Tahun Humas Polri, Kapolresta Tangerang: Reputasi Polisi Dijaga Bersama Masyarakat





Tangerang| MitraPublikNews.com --Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, reputasi polisi dijaga bersama masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan program Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang mengusung semangat polisi bersama masyarakat. 


Pernyataan tersebut dikatakan Indra Waspada dalam momentum Hari Jadi ke-75 Humas Polri yang mengusung tema "Polisi Bersama Masyarakat Menjaga Reputasi Polri".


"Reputasi Polri tidak bisa dibangun sendiri oleh institusi kepolisian. Hari jadi ini adalah momentum untuk memperkuat kolaborasi antara polisi, media, dan masyarakat," kata Indra Waspada, Jumat (30/10/2026). 




Indra Waspada menilai, di usia ke-75, tantangan Humas Polri semakin kompleks di tengah derasnya informasi digital. Humas tidak lagi sekadar penyampai rilis kegiatan, melainkan menjadi jembatan informasi dan penangkal disinformasi.


Dia juga menyebut, peran masyarakat sangat penting untuk menjaga reputasi Polri. Kritik, masukan, hingga pelurusan informasi yang keliru di ruang publik harus menjadi kerja bersama.


"Humas adalah garda terdepan. Kalau informasinya cepat, akurat, dan terbuka, kepercayaan publik akan terjaga. Itu yang menjaga reputasi Polri," katanya.


Humas Polri sendiri terbentuk pada 30 Oktober 1951. Di usia ke-75 tahun, Indra Waspada berharap Humas Polri semakin profesional dan dekat dengan masyarakat.


"Selamat Hari Jadi ke-75 Humas Polri. Terus jadi penghubung yang humanis antara Polri dan masyarakat," tandasnya.


(*/Eben).

Hari Kelima Operasi Patuh Maung 2026, Polresta Tangerang Berikan Apresiasi kepada Pengendara Tertib




TANGERANG | MitraPublikNews.com – Ada hal menarik dalam pelaksanaan hari kelima Operasi Patuh Maung 2026 yang digelar Satlantas Polresta Tangerang, Jumat (30/10/2026). Selain melakukan pemeriksaan dan memberikan imbauan kepada pengguna jalan, petugas juga memberikan apresiasi atau reward kepada masyarakat yang tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas.


Kegiatan berlangsung di kawasan Pasar Gembong, Jalan Serang, Gembong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polresta Tangerang, Kompol Fery Oktaviari Pratama.




Apresiasi diberikan kepada pengendara yang telah menunjukkan kepatuhan, seperti menggunakan helm berstandar SNI, memiliki SIM, melengkapi surat-surat kendaraan, serta mematuhi aturan lalu lintas.


Di sisi lain, petugas tetap melakukan pemeriksaan dan penindakan terhadap pengendara yang melakukan pelanggaran. Sasaran pemeriksaan meliputi pengendara tanpa helm SNI, tidak memiliki SIM, tidak memenuhi ketentuan kelengkapan STNK, melanggar rambu dan marka jalan, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, serta tidak menggunakan sabuk pengaman bagi pengemudi kendaraan roda empat.




Kasat Lantas Polresta Tangerang, Kompol Fery Oktaviari Pratama, mengatakan bahwa pemberian apresiasi tersebut merupakan salah satu cara untuk mendorong masyarakat agar terbiasa tertib berlalu lintas.


“Kami ingin memberikan motivasi kepada masyarakat yang sudah tertib dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Kepatuhan seperti ini perlu dipertahankan. Bagi yang masih melanggar, kami mengingatkan agar lebih disiplin karena keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.




Operasi Patuh Maung 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.”


Melalui kegiatan ini, Polresta Tangerang berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya keselamatan berkendara, sehingga budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.


(*/Eben).

Cor Jalan di Atas Genangan Air di Jalan Raya Pondok Lor Pakuhaji Disorot, Papan Proyek Segmen 3 Rp6,1 Miliar Terpampang





KAB. TANGERANG |MitraPublikNews.com -Proses pengecoran jalan di Kampung Pondok Lor, Kelurahan Pakuhaji, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang yang berbatasan dengan Paku Alam, menjadi sorotan warga. Pasalnya, pengecoran tetap dilakukan saat kondisi jalan tergenang air.


Peristiwa terjadi pada Jumat dini hari, 30 Oktober 2026 sekitar pukul 01:30 WIB. Hal tersebut terekam dalam video dan foto yang diterima redaksi http://MitraPublikNews.com.


Dalam rekaman video, terdengar suara perekam:


"Jalan banjir tetap dicor, genangan air meninggi tetap dicor noh, noh, banjir, fenomena alam, pengecoran di kobakan, aneh bin ajaib,"ucapnya Aktivis Pakuhaji.





*Data Sesuai Papan Proyek di Lapangan:*


Berdasarkan foto papan proyek yang terpasang di lokasi, tertulis:


Pemerintah Kabupaten Tangerang

Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air

Nomor SPK/Kontrak: 620/05/K/PPK_JI/APBD/DBMSDA/VII/2026

Kegiatan: Lanjutan Rekonstruksi Jalan Gardu - Tanah Merah Segmen 3 Kel. Pakuhaji, Kec. Pakuhaji

Lokasi: Kecamatan Pakuhaji

Nilai Kontrak: Rp. 6.164.853.000,00

Sumber Dana: APBD Tahun Anggaran 2026

Pelaksana: CV. Hanan Putra Pratama

Waktu Pelaksanaan: 150 Hari Kalender

Catatan: Proyek Ini Dibiayai Dari Pajak Yang Anda Bayar




*Kondisi Lapangan:*


Dari dua foto terbaru lapangan:


1.  Foto malam hari pukul 01:30 WIB, terlihat jalan sisi kiri sudah dicor beton baru, sisi kanan masih tergenang air. Lampu penerangan proyek menyala, beberapa warga berada di lokasi.


2.  Foto kedua, terlihat kendaraan melintas di jalan yang sisi kanannya masih tergenang air keruh. Permukaan cor yang baru terlihat masih basah dan berdampingan langsung dengan genangan.




Aktivis Pakuhaji angkat bicara mempertanyakan metode pelaksanaan tersebut dan mempertanyakan kekuatan beton jika dicor di atas genangan air.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, konsultan pengawas, dan pelaksana CV. Hanan Putra Pratama belum memberikan keterangan resmi.


Masyarakat berharap pelaksanaan proyek sesuai spesifikasi teknis agar hasilnya kuat dan tidak cepat rusak, mengingat proyek tersebut dibiayai dari pajak.


*Redaksi: MitraPublikNews.com*


*Laporan Warga: Pakuhaji - 30 Oktober 2026 - 01:30 WIB (Bang Solihin)*

Polresta Tangerang Jelaskan Penanganan Kasus Sabu di Pasarkemis, Dua Orang Jalani Proses Berbeda





Tangerang| MitraPublikNews.com --enanganan perkara narkotika di wilayah Pasarkemis, Kabupaten Tangerang, dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan status keterlibatan masing-masing orang yang diamankan. 


Dalam perkara tersebut, satu orang diarahkan menjalani rehabilitasi setelah dinilai sebagai penyalahguna narkotika untuk diri sendiri. Sedangkan satu orang lainnya diproses hukum atas dugaan peredaran sabu.


Kasat Resnarkoba Polresta Tangerang Kompol Dimas Arki Jati Pratama menjelaskan, penanganan perkara narkotika tidak semata-mata didasarkan pada fakta seseorang pernah diamankan. Akan tetapi juga mempertimbangkan hasil pemeriksaan, alat bukti, serta hasil asesmen sesuai ketentuan yang berlaku.


"Dalam penanganan perkara narkotika, setiap orang yang diamankan harus diproses berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan," kata Dimas, Kamis (29/10/2026). 


Dimas menambahkan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan keterlibatan dalam peredaran, proses hukum dilanjutkan. Sementara itu, bagi penyalahguna untuk diri sendiri, mekanisme rehabilitasi dapat ditempuh sesuai hasil asesmen dan ketentuan yang berlaku. 




Berdasarkan kronologi penanganan perkara, pengungkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan narkotika di kawasan Kebon Kelapa, Desa Pasarkemis, Kecamatan Pasarkemis, pada Minggu (9/8/2026). 


Petugas kemudian mengamankan seorang laki-laki berinisial AM. Berdasarkan hasil pemeriksaan, AM mengaku mengonsumsi sabu yang dibelinya dari seorang pria berinisial ADM. 


Dari informasi tersebut, petugas melakukan pengembangan dan mengamankan ADM keesokan harinya. Dalam penggeledahan, polisi menemukan satu bungkus plastik klip berisi sabu yang disimpan di bawah kompor, timbangan digital, tiga pak plastik klip bening, serta uang tunai sebesar Rp150 ribu yang diduga hasil penjualan.


Keduanya kemudian menjalani pemeriksaan, termasuk tes urine yang menunjukkan hasil positif narkotika jenis sabu.


Namun, hasil pemeriksaan terhadap keduanya menunjukkan perbedaan. AM dinyatakan tidak terbukti terlibat dalam peredaran narkotika dan dikategorikan sebagai penyalahguna untuk diri sendiri. 


Selanjutnya pada Rabu (12/10/2026), penyidik mengajukan permohonan asesmen terpadu kepada BNNK Depok. Berdasarkan hasil asesmen, AM direkomendasikan menjalani rehabilitasi rawat jalan dan, sesuai permohonannya, menjalani rehabilitasi di wilayah Bogor.


Sementara itu, ADM diproses lebih lanjut karena berdasarkan hasil pemeriksaan dinyatakan terdapat dua alat bukti yang cukup dalam perkara dugaan peredaran sabu. ADM selanjutnya ditahan di Polresta Tangerang.


Dimas menegaskan, perbedaan tindak lanjut tersebut merupakan bagian dari penanganan perkara berdasarkan hasil pemeriksaan.


"Penanganan terhadap penyalahguna dan pihak yang diduga mengedarkan narkotika memiliki dasar dan proses yang berbeda," ujarnya. 


Dia pun mengajak masyarakat untuk melihat perkara secara utuh. Termasuk hasil pemeriksaan dan asesmen, agar tidak terjadi kesimpulan yang keliru. Dimas pun menegaskan, proses penanganan perkara tersebut dilakukan secara profesional dan transparan. 


Dimas mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Partisipasi masyarakat, kata dia, penting untuk membantu mengungkap jaringan peredaran narkotika.


"Sekaligus mendorong penanganan perkara yang profesional dan sesuai prosedur," tandasnya.

(Eben).

RS. UniMedika Sepatan Tangerang Hadirkan Promo Spesial Penjamin Non-JKN untuk Pasien Rawat Inap dan Rawat Jalan

 




Sepatan,Tangerang | MitraPublikNews.com  – RS. UniMedika Sepatan Tangerang menghadirkan promo spesial bagi pasien dengan penjamin non-JKN sebagai bentuk apresiasi sekaligus komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang nyaman, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan. Kamis 29 Oktober 2026.


Promo ini menawarkan berbagai keuntungan menarik bagi pasien rawat inap, mulai dari free upgrade kelas, voucher makan di Kopi Dee.co senilai Rp50.000, layanan antar-jemput pasien, parkir gratis, hingga souvenir. Sementara itu, pasien rawat jalan dapat menikmati voucher minuman dan snack gratis selama periode promo berlangsung.


Program ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pasien serta meningkatkan kenyamanan selama menjalani pelayanan kesehatan di RS. UniMedika Sepatan Tangerang.




Promo berlaku hingga 30 November 2026. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, masyarakat dapat menghubungi 0813 1689 9600 atau mengakses website resmi unimedika.co.id.


Melalui program ini, RS. UniMedika Sepatan Tangerang terus berupaya menghadirkan pelayanan yang tidak hanya profesional dan berkualitas, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi setiap pasien.



 (Eben)

Jembatan Penyeberangan di dua kecamatan yaitu kecamatan Teluknaga Desa Tanjung Burung dan kecamatan Pakuhaji Desa Kalibaru Diduga Gak Ada Izinnya





TANGERANG | MitraPublikNews.com  - Polemik jembatan siluman yang berdiri tanpa izin di atas aliran sungai kembali mencuat. Jembatan tersebut diketahui sebagai jembatan penghubung di dua kecamatan yaitu kecamatan Teluknaga Desa Tanjung Burung dan kecamatan Pakuhaji Desa Kalibaru.Kamis (29/10/2026).


Ike Megasari menegaskan penolakannya bukan karena membenci rakyat, melainkan demi keselamatan warga itu sendiri.


Menurut Ike, jembatan tersebut berdiri tanpa izin resmi dan dibangun langsung di atas aliran sungai yang hidup. Kondisi itu dinilai sangat berbahaya karena mengganggu arus air dan memicu penumpukan sampah.




Bukti di lapangan menunjukkan kekhawatiran itu bukan isapan jempol. Sampah sudah mulai menumpuk di sekitar tiang penyangga jembatan padahal bangunan itu belum lama berdiri. Jika dibiarkan, tumpukan sampah akan semakin lebar dan membuat aliran sungai semakin sempit.


> "Air itu punya jalannya sendiri. Kalau jalannya ditutup pakai tiang dan plat asal jadi, air akan balas dendam. Sampah nyangkut di situ, aliran jadi sempit, kalau hujan besar air meluap ke rumah warga. Itu bukan jembatan, itu jebakan."




Ike juga mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi korban. Ia menyebut, kalau nanti ada anak hanyut keseret arus di situ, ada ibu kesapu banjir karena sampah numpuk di jembatan siluman itu, siapa yang mau bertanggung jawab.


Ia menilai pihak pembangun tidak akan bisa ditagih tanggung jawabnya karena tidak memiliki izin, tidak ada pengawasan, dan tidak ada jaminan kekuatan bangunan.




"Jadi jangan balik tanya kenapa pemerintah melarang. Tanya kenapa ada yang berani main-main dengan nyawa orang banyak demi jembatan ilegal."


Ike Megasari yang juga menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP HMNI menambahkan bahwa BBWS Ciliwung Cisadane sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan sungai sudah ia laporkan. Dan jawaban dari BBWS, mereka belum pernah menerima izin apapun terkait pembangunan jembatan penghubung Tanjung Burung - Kalibaru tersebut.


Di akhir keterangannya, Ike menyampaikan pesan tegasnya. Ia mengaku lebih baik dicap galak hari ini, daripada besok ia harus datang ke rumah duka dan bilang, maaf, saya tidak menolak kemarin.


*(Eben)*

Polresta Tangerang Bongkar Tiga Lokasi Produksi Narkotika Sintetis



Tangerang| MitraPublikNews.com --Satresnarkoba Polresta Tangerang membongkar jaringan produksi dan peredaran narkotika sintetis yang beroperasi di tiga lokasi berbeda, yakni di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Lengkong, Kota Tangerang Selatan, dan di Cisoka, Kabupaten Tangerang.


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, pengungkapan tiga kasus tersebut saling berkaitan yang dilakukan dalam rentang September hingga Oktober 2026. 




"Dari pengungkapan tersebut, kami mengamankan barang bukti lebih dari 2 kilogram tembakau sintetis dan 173 mililiter cairan sintetis dengan nilai diperkirakan mencapai Rp400 juta," kata Indra Waspada saat konferensi pers, Kamis (29/10/2026). 


Dia menerangkan, dmhasil penyelidikan dan pengembangan di lapangan mengungkap keterhubungan para tersangka dalam jaringan yang diduga memproduksi sekaligus mengedarkan narkotika sintetis.


Dia melanjutkan, pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan berkelanjutan yang dilakukan Satresnarkoba. Hal tersebut terungkap setelah petugas menerima informasi mengenai peredaran tembakau sintetis di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang.




"Pengungkapan ini berawal dari informasi peredaran tembakau sintetis di wilayah Cikupa, Balaraja, Cisoka, dan sekitarnya," ujarnya. 


Indra Waspada menambahkan, dari hasil penyelidikan tersebut petugas menemukan keterkaitan antarkasus hingga mengarah pada jaringan yang lebih luas. 


Indra Waspada kemudian menerangkan kronologis pengungkapan tersebut. Kata dia, kasus pertama diungkap pada Selasa, (1/9/2026), sekitar pukul 04.00 WIB, di sebuah rumah kontrakan di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang.


Tempat tersebut diduga digunakan sebagai lokasi produksi cairan sintetis dan tembakau sintetis. Polisi mengamankan tersangka berinisial OKA beserta barang bukti berupa 754 gram tembakau sintetis dan 37 mililiter cairan sintetis.


"Petugas juga menyita sejumlah peralatan yang diduga digunakan dalam proses produksi, di antaranya gelas ukur, mixer, dan cairan alkohol 96 persen," ungkapnya. 


Selanjutnya, kata Indra Waspada, petugas melakukan pengembangan melalui analisis data teknologi informasi dan elektronik (ITE). Serta metode controlled delivery. Hasilnya, polisi mengungkap kasus kedua di wilayah Cisoka, Kabupaten Tangerang.


Kemudian pada Senin, (14/9/2026), sekitar pukul 14.30 WIB, petugas menangkap dua tersangka berinisial AL dan MH. 


"Dari lokasi tersebut, petugas kami menyita 10,53 gram tembakau sintetis, 101 mililiter cairan sintetis, serta gelas ukur dan mixer," beber Indra Waspada. 


Pengembangan kembali dilakukan hingga mengarah pada kasus ketiga di wilayah Lengkong. Pada Selasa, (27/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, petugas menggerebek sebuah rumah kontrakan yang diduga menjadi tempat produksi narkotika sintetis.




Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan tiga tersangka berinisial AS, VA, dan SH. Barang bukti yang disita meliputi 534,1 gram tembakau sintetis, 35 mililiter cairan sintetis, gelas ukur, mixer, alkohol 76 persen, semprotan, dan timbangan.


Indra Waspada menegaskan, pengungkapan berantai ini menjadi bagian dari upaya kepolisian memutus mata rantai produksi dan peredaran narkotika, termasuk dengan menelusuri hubungan antara pelaku dan lokasi yang digunakan.


Dari pengungkapan tersebut, total barang bukti yang diamankan mencapai 2.053,63 gram tembakau sintetis dan 173 mililiter cairan sintetis. Pengungkapan tersebut juga berpotensi mencegah penyalahgunaan narkotika oleh sekitar 11.000 orang.


Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ncaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.


(*/Kang Eben)

Kapolresta Tangerang Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Kawasan Padat Cikupa




Cikupa, Tangerang| MitraPublikNews.com --Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah turun langsung mengatur arus lalu lintas di Jalan Raya Serang Km 16, tepatnya di depan PT Chingluh dan PT Horming, Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kamis (29/10/2026) pagi.


Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di salah satu titik dengan mobilitas tinggi, terutama pada jam keberangkatan kerja dan sekolah.


"Kawasan ini merupakan area industri dengan jumlah karyawan yang padat, sehingga aktivitas kendaraan meningkat sejak pagi hari," kata Indra Waspada. 




Dia menerangkan, kepadatan di antaranya dipengaruhi aktivitas pekerja, baik yang menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Kemudian aktivitas karyawan yang menyeberangi jalan untuk menuju tempat kerja. Serta mobil angkutan kota yang menaikkan dan menurunkan penumpang. 


Indra Waspada memimpin pengaturan arus kendaraan, termasuk membantu mengurai penumpukan kendaraan yang keluar-masuk. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas.


"Sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di tengah tingginya aktivitas masyarakat," ujarnya. 




Di sela kegiatan, Indra Waspada juga memberikan imbauan kepada pengendara sepeda motor agar selalu menggunakan helm. Serta mengingatkan pengemudi mobil untuk tertib dalam penggunaan lajur. Dia turut berinteraksi dengan masyarakat untuk menyampaikan pesan kamtibmas sebagai perwujudan polisi bersama masyarakat. 


Dia menegaskan, pengaturan lalu lintas pada jam sibuk merupakan upaya untuk memastikan aktivitas masyarakat berjalan aman dan lancar. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat yang berangkat bekerja, bersekolah, maupun beraktivitas lainnya dapat melintas dengan tertib dan selamat


Dia juga mengingatkan pengguna jalan agar saling menghormati dan meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan industri yang memiliki aktivitas kendaraan dan penyeberang jalan cukup tinggi.


"Keselamatan harus menjadi prioritas bersama dan seluruh pengguna jalan perlu memperhatikan pejalan kaki serta tidak memaksakan diri ketika kondisi lalu lintas padat," tandasnya.


(Eben)