Tangerang | Mitrapubliknews.com - Program pemberdayaan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Kota Tangerang melalui Program Jawara Beton terus menunjukkan hasil yang positif. Program ini memanfaatkan limbah Fly Ash Bottom Ash (FABA) PT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar sebagai bahan baku utama untuk memproduksi material konstruksi berupa paving block, batako, dan kanstin, yang telah memenuhi standar mutu industri setelah melalui proses uji laboratorium oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA)., 08 Januari 2026.
Dalam kegiatan pemantauan program yang dilakukan secara langsung, terlihat bahwa warga binaan tidak hanya dilibatkan sebagai tenaga kerja, tetapi juga dibekali keterampilan teknis, pemahaman mutu produk, serta pengetahuan keselamatan kerja. Hal ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kemandirian agar warga binaan memiliki bekal keterampilan yang aplikatif dan bernilai ekonomi saat kembali ke masyarakat.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Jenderal Pol. (Purn.) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi tinggi atas pelaksanaan program Jawara Beton yang dinilai inovatif dan berdampak nyata. Menurutnya, program ini mencerminkan transformasi pembinaan pemasyarakatan yang selaras dengan prinsip keberlanjutan dan pemberdayaan.
“Program Jawara Beton ini merupakan contoh nyata bagaimana lembaga pemasyarakatan dapat berperan aktif dalam menciptakan nilai tambah, baik bagi warga binaan maupun bagi lingkungan. Pemanfaatan limbah FABA yang diolah menjadi produk konstruksi berstandar industri menunjukkan bahwa pembinaan di dalam lapas mampu menghasilkan karya yang kompetitif. Program ini layak dijadikan benchmark bagi lapas-lapas lain di Indonesia,” ujar Menteri Imipas.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Kota Tangerang, Beni Hidayat, menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program Jawara Beton agar menjangkau lebih banyak warga binaan. Ia menyampaikan bahwa program ini menjadi salah satu pilar pembinaan kemandirian yang berorientasi pada keterampilan kerja.
“Kami berkomitmen untuk memperluas dan mengoptimalkan program Jawara Beton ini, sehingga semakin banyak warga binaan yang dapat diberdayakan dan memperoleh keterampilan produktif. Harapannya, keterampilan yang mereka peroleh dapat menjadi modal penting untuk hidup mandiri dan berkontribusi positif setelah selesai menjalani masa pidana,” ungkap Beni.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari PT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar yang berperan sebagai mitra melalui penyediaan bahan baku FABA serta bantuan mesin produksi. Ria Indrawan (Senior Manager UBP Lontar) menyampaikan bahwa keterlibatan dunia industri merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program pemberdayaan dan ekonomi sirkular.
“Perusahaan akan senantiasa mendukung ketersediaan bahan pokok berupa FABA serta pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang telah diterapkan dalam program Jawara Beton. Kami berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga binaan di Lapas Kelas I Kota Tangerang,” ujar Ria.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pemasyarakatan, dan dunia industri, program Jawara Beton diharapkan menjadi model pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan sosial warga binaan, tetapi juga mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan dengan pemanfaatan limbah industri secara bertanggung jawab dan bernilai ekonomi.
Narahubung:
Farid Setiawan
Assistant Manager Umum
PT PLN Indonesia Power UBP Banten 3 Lontar
farid.setiawan@plnindonesiapower.co.id
+62 812-9550-4326
Sekilas Tentang PLN Indonesia Power
PT PLN Indonesia Power adalah Generation Company terbesar se-Asia Tenggara Sub Holding BUMN kelistrikan yaitu PT PLN (Persero). PLN Indonesia Power selalu berkomitmen untuk menjadi perusahaan energi yang berbasis teknologi, inovasi, dan berorientasi pada masa depan menuju The NEW PLN 4.0 UNLEASHING ENERGY and BEYOND.(*/red).