BPKAD Kab.Tangerang

BPKAD Kab.Tangerang
Award financial 2024.

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA
Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1446 Hijriah

MITRAPUBLIKNEWS CHANNEL

Recent post

Polresta Tangerang Jelaskan Penanganan Kasus Sabu di Pasarkemis, Dua Orang Jalani Proses Berbeda





Tangerang| MitraPublikNews.com --enanganan perkara narkotika di wilayah Pasarkemis, Kabupaten Tangerang, dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan status keterlibatan masing-masing orang yang diamankan. 


Dalam perkara tersebut, satu orang diarahkan menjalani rehabilitasi setelah dinilai sebagai penyalahguna narkotika untuk diri sendiri. Sedangkan satu orang lainnya diproses hukum atas dugaan peredaran sabu.


Kasat Resnarkoba Polresta Tangerang Kompol Dimas Arki Jati Pratama menjelaskan, penanganan perkara narkotika tidak semata-mata didasarkan pada fakta seseorang pernah diamankan. Akan tetapi juga mempertimbangkan hasil pemeriksaan, alat bukti, serta hasil asesmen sesuai ketentuan yang berlaku.


"Dalam penanganan perkara narkotika, setiap orang yang diamankan harus diproses berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan," kata Dimas, Kamis (29/10/2026). 


Dimas menambahkan, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan keterlibatan dalam peredaran, proses hukum dilanjutkan. Sementara itu, bagi penyalahguna untuk diri sendiri, mekanisme rehabilitasi dapat ditempuh sesuai hasil asesmen dan ketentuan yang berlaku. 




Berdasarkan kronologi penanganan perkara, pengungkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan narkotika di kawasan Kebon Kelapa, Desa Pasarkemis, Kecamatan Pasarkemis, pada Minggu (9/8/2026). 


Petugas kemudian mengamankan seorang laki-laki berinisial AM. Berdasarkan hasil pemeriksaan, AM mengaku mengonsumsi sabu yang dibelinya dari seorang pria berinisial ADM. 


Dari informasi tersebut, petugas melakukan pengembangan dan mengamankan ADM keesokan harinya. Dalam penggeledahan, polisi menemukan satu bungkus plastik klip berisi sabu yang disimpan di bawah kompor, timbangan digital, tiga pak plastik klip bening, serta uang tunai sebesar Rp150 ribu yang diduga hasil penjualan.


Keduanya kemudian menjalani pemeriksaan, termasuk tes urine yang menunjukkan hasil positif narkotika jenis sabu.


Namun, hasil pemeriksaan terhadap keduanya menunjukkan perbedaan. AM dinyatakan tidak terbukti terlibat dalam peredaran narkotika dan dikategorikan sebagai penyalahguna untuk diri sendiri. 


Selanjutnya pada Rabu (12/10/2026), penyidik mengajukan permohonan asesmen terpadu kepada BNNK Depok. Berdasarkan hasil asesmen, AM direkomendasikan menjalani rehabilitasi rawat jalan dan, sesuai permohonannya, menjalani rehabilitasi di wilayah Bogor.


Sementara itu, ADM diproses lebih lanjut karena berdasarkan hasil pemeriksaan dinyatakan terdapat dua alat bukti yang cukup dalam perkara dugaan peredaran sabu. ADM selanjutnya ditahan di Polresta Tangerang.


Dimas menegaskan, perbedaan tindak lanjut tersebut merupakan bagian dari penanganan perkara berdasarkan hasil pemeriksaan.


"Penanganan terhadap penyalahguna dan pihak yang diduga mengedarkan narkotika memiliki dasar dan proses yang berbeda," ujarnya. 


Dia pun mengajak masyarakat untuk melihat perkara secara utuh. Termasuk hasil pemeriksaan dan asesmen, agar tidak terjadi kesimpulan yang keliru. Dimas pun menegaskan, proses penanganan perkara tersebut dilakukan secara profesional dan transparan. 


Dimas mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Partisipasi masyarakat, kata dia, penting untuk membantu mengungkap jaringan peredaran narkotika.


"Sekaligus mendorong penanganan perkara yang profesional dan sesuai prosedur," tandasnya.

(Eben).

RS. UniMedika Sepatan Tangerang Hadirkan Promo Spesial Penjamin Non-JKN untuk Pasien Rawat Inap dan Rawat Jalan

 




Sepatan,Tangerang | MitraPublikNews.com  – RS. UniMedika Sepatan Tangerang menghadirkan promo spesial bagi pasien dengan penjamin non-JKN sebagai bentuk apresiasi sekaligus komitmen dalam memberikan pelayanan kesehatan yang nyaman, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan. Kamis 29 Oktober 2026.


Promo ini menawarkan berbagai keuntungan menarik bagi pasien rawat inap, mulai dari free upgrade kelas, voucher makan di Kopi Dee.co senilai Rp50.000, layanan antar-jemput pasien, parkir gratis, hingga souvenir. Sementara itu, pasien rawat jalan dapat menikmati voucher minuman dan snack gratis selama periode promo berlangsung.


Program ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pasien serta meningkatkan kenyamanan selama menjalani pelayanan kesehatan di RS. UniMedika Sepatan Tangerang.




Promo berlaku hingga 30 November 2026. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran, masyarakat dapat menghubungi 0813 1689 9600 atau mengakses website resmi unimedika.co.id.


Melalui program ini, RS. UniMedika Sepatan Tangerang terus berupaya menghadirkan pelayanan yang tidak hanya profesional dan berkualitas, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi setiap pasien.



 (Eben)

Jembatan Penyeberangan di dua kecamatan yaitu kecamatan Teluknaga Desa Tanjung Burung dan kecamatan Pakuhaji Desa Kalibaru Diduga Gak Ada Izinnya





TANGERANG | MitraPublikNews.com  - Polemik jembatan siluman yang berdiri tanpa izin di atas aliran sungai kembali mencuat. Jembatan tersebut diketahui sebagai jembatan penghubung di dua kecamatan yaitu kecamatan Teluknaga Desa Tanjung Burung dan kecamatan Pakuhaji Desa Kalibaru.Kamis (29/10/2026).


Ike Megasari menegaskan penolakannya bukan karena membenci rakyat, melainkan demi keselamatan warga itu sendiri.


Menurut Ike, jembatan tersebut berdiri tanpa izin resmi dan dibangun langsung di atas aliran sungai yang hidup. Kondisi itu dinilai sangat berbahaya karena mengganggu arus air dan memicu penumpukan sampah.




Bukti di lapangan menunjukkan kekhawatiran itu bukan isapan jempol. Sampah sudah mulai menumpuk di sekitar tiang penyangga jembatan padahal bangunan itu belum lama berdiri. Jika dibiarkan, tumpukan sampah akan semakin lebar dan membuat aliran sungai semakin sempit.


> "Air itu punya jalannya sendiri. Kalau jalannya ditutup pakai tiang dan plat asal jadi, air akan balas dendam. Sampah nyangkut di situ, aliran jadi sempit, kalau hujan besar air meluap ke rumah warga. Itu bukan jembatan, itu jebakan."




Ike juga mempertanyakan siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi korban. Ia menyebut, kalau nanti ada anak hanyut keseret arus di situ, ada ibu kesapu banjir karena sampah numpuk di jembatan siluman itu, siapa yang mau bertanggung jawab.


Ia menilai pihak pembangun tidak akan bisa ditagih tanggung jawabnya karena tidak memiliki izin, tidak ada pengawasan, dan tidak ada jaminan kekuatan bangunan.




"Jadi jangan balik tanya kenapa pemerintah melarang. Tanya kenapa ada yang berani main-main dengan nyawa orang banyak demi jembatan ilegal."


Ike Megasari yang juga menjabat sebagai Wakil Sekjen DPP HMNI menambahkan bahwa BBWS Ciliwung Cisadane sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan sungai sudah ia laporkan. Dan jawaban dari BBWS, mereka belum pernah menerima izin apapun terkait pembangunan jembatan penghubung Tanjung Burung - Kalibaru tersebut.


Di akhir keterangannya, Ike menyampaikan pesan tegasnya. Ia mengaku lebih baik dicap galak hari ini, daripada besok ia harus datang ke rumah duka dan bilang, maaf, saya tidak menolak kemarin.


*(Eben)*

Polresta Tangerang Bongkar Tiga Lokasi Produksi Narkotika Sintetis



Tangerang| MitraPublikNews.com --Satresnarkoba Polresta Tangerang membongkar jaringan produksi dan peredaran narkotika sintetis yang beroperasi di tiga lokasi berbeda, yakni di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Lengkong, Kota Tangerang Selatan, dan di Cisoka, Kabupaten Tangerang.


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, pengungkapan tiga kasus tersebut saling berkaitan yang dilakukan dalam rentang September hingga Oktober 2026. 




"Dari pengungkapan tersebut, kami mengamankan barang bukti lebih dari 2 kilogram tembakau sintetis dan 173 mililiter cairan sintetis dengan nilai diperkirakan mencapai Rp400 juta," kata Indra Waspada saat konferensi pers, Kamis (29/10/2026). 


Dia menerangkan, dmhasil penyelidikan dan pengembangan di lapangan mengungkap keterhubungan para tersangka dalam jaringan yang diduga memproduksi sekaligus mengedarkan narkotika sintetis.


Dia melanjutkan, pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan berkelanjutan yang dilakukan Satresnarkoba. Hal tersebut terungkap setelah petugas menerima informasi mengenai peredaran tembakau sintetis di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang.




"Pengungkapan ini berawal dari informasi peredaran tembakau sintetis di wilayah Cikupa, Balaraja, Cisoka, dan sekitarnya," ujarnya. 


Indra Waspada menambahkan, dari hasil penyelidikan tersebut petugas menemukan keterkaitan antarkasus hingga mengarah pada jaringan yang lebih luas. 


Indra Waspada kemudian menerangkan kronologis pengungkapan tersebut. Kata dia, kasus pertama diungkap pada Selasa, (1/9/2026), sekitar pukul 04.00 WIB, di sebuah rumah kontrakan di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang.


Tempat tersebut diduga digunakan sebagai lokasi produksi cairan sintetis dan tembakau sintetis. Polisi mengamankan tersangka berinisial OKA beserta barang bukti berupa 754 gram tembakau sintetis dan 37 mililiter cairan sintetis.


"Petugas juga menyita sejumlah peralatan yang diduga digunakan dalam proses produksi, di antaranya gelas ukur, mixer, dan cairan alkohol 96 persen," ungkapnya. 


Selanjutnya, kata Indra Waspada, petugas melakukan pengembangan melalui analisis data teknologi informasi dan elektronik (ITE). Serta metode controlled delivery. Hasilnya, polisi mengungkap kasus kedua di wilayah Cisoka, Kabupaten Tangerang.


Kemudian pada Senin, (14/9/2026), sekitar pukul 14.30 WIB, petugas menangkap dua tersangka berinisial AL dan MH. 


"Dari lokasi tersebut, petugas kami menyita 10,53 gram tembakau sintetis, 101 mililiter cairan sintetis, serta gelas ukur dan mixer," beber Indra Waspada. 


Pengembangan kembali dilakukan hingga mengarah pada kasus ketiga di wilayah Lengkong. Pada Selasa, (27/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB, petugas menggerebek sebuah rumah kontrakan yang diduga menjadi tempat produksi narkotika sintetis.




Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan tiga tersangka berinisial AS, VA, dan SH. Barang bukti yang disita meliputi 534,1 gram tembakau sintetis, 35 mililiter cairan sintetis, gelas ukur, mixer, alkohol 76 persen, semprotan, dan timbangan.


Indra Waspada menegaskan, pengungkapan berantai ini menjadi bagian dari upaya kepolisian memutus mata rantai produksi dan peredaran narkotika, termasuk dengan menelusuri hubungan antara pelaku dan lokasi yang digunakan.


Dari pengungkapan tersebut, total barang bukti yang diamankan mencapai 2.053,63 gram tembakau sintetis dan 173 mililiter cairan sintetis. Pengungkapan tersebut juga berpotensi mencegah penyalahgunaan narkotika oleh sekitar 11.000 orang.


Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ncaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.


(*/Kang Eben)

Kapolresta Tangerang Turun Langsung Atur Lalu Lintas di Kawasan Padat Cikupa




Cikupa, Tangerang| MitraPublikNews.com --Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah turun langsung mengatur arus lalu lintas di Jalan Raya Serang Km 16, tepatnya di depan PT Chingluh dan PT Horming, Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kamis (29/10/2026) pagi.


Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di salah satu titik dengan mobilitas tinggi, terutama pada jam keberangkatan kerja dan sekolah.


"Kawasan ini merupakan area industri dengan jumlah karyawan yang padat, sehingga aktivitas kendaraan meningkat sejak pagi hari," kata Indra Waspada. 




Dia menerangkan, kepadatan di antaranya dipengaruhi aktivitas pekerja, baik yang menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Kemudian aktivitas karyawan yang menyeberangi jalan untuk menuju tempat kerja. Serta mobil angkutan kota yang menaikkan dan menurunkan penumpang. 


Indra Waspada memimpin pengaturan arus kendaraan, termasuk membantu mengurai penumpukan kendaraan yang keluar-masuk. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas.


"Sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di tengah tingginya aktivitas masyarakat," ujarnya. 




Di sela kegiatan, Indra Waspada juga memberikan imbauan kepada pengendara sepeda motor agar selalu menggunakan helm. Serta mengingatkan pengemudi mobil untuk tertib dalam penggunaan lajur. Dia turut berinteraksi dengan masyarakat untuk menyampaikan pesan kamtibmas sebagai perwujudan polisi bersama masyarakat. 


Dia menegaskan, pengaturan lalu lintas pada jam sibuk merupakan upaya untuk memastikan aktivitas masyarakat berjalan aman dan lancar. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat yang berangkat bekerja, bersekolah, maupun beraktivitas lainnya dapat melintas dengan tertib dan selamat


Dia juga mengingatkan pengguna jalan agar saling menghormati dan meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan industri yang memiliki aktivitas kendaraan dan penyeberang jalan cukup tinggi.


"Keselamatan harus menjadi prioritas bersama dan seluruh pengguna jalan perlu memperhatikan pejalan kaki serta tidak memaksakan diri ketika kondisi lalu lintas padat," tandasnya.


(Eben)

BREAKING NEWS: Diduga Oknum Nasabah Bernama Delvi Kabur, Nasabah Lain di Gg. Damai 2 Rawa Beureum Dipungut Rp 150 Ribu dan Dipotong Rp 1 Juta untuk Petugas MBK




Sepatan Timur, Tangerang | MitraPublikNews.com —Dugaan praktik pinjaman mengatasnamakan untuk dagang mencuat di wilayah Gg. Damai 2, Kp. Rawa Beureum, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.


Seorang oknum nasabah berinisial *Delvi* diduga tidak bertanggung jawab dan dikabarkan kabur setelah mendapatkan uang beberapa juta rupiah. Akibatnya, setiap nasabah lain yang cair diwajibkan menanggung atau *menggalangi uang sebesar Rp 150.000* untuk menutupi uang oknum tersebut.


Tak hanya itu, jika nasabah mendapat pinjaman misalnya *Rp 4 juta*, diduga petugas MBK memotong *Rp 1 juta*. Uang Rp 1 juta tersebut menurut pengakuan petugas MBK digunakan untuk membeli keperluan alat tulis, buku catatan, pulpen, bensin, dan sewa kantor.


"Kalau gini sih bukan membantu, malah membebani kami karena bayar petugas terlalu besar 1 juta rupiah," ujar para nasabah Gg. Damai 2, Kampung Rawa Beureum, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Rabu (28/10/2026) malam, pukul 19:51 WIB, di Jl. RT 14/07 Gg. Damai 2.


Nasabah mengaku keberatan karena total potongan menjadi *Rp 1,5 juta* (Rp 1 juta untuk petugas + Rp 150 ribu untuk talangan oknum yang kabur, dan potongan lainnya). Dari pinjaman Rp 4 juta, yang diterima bersih hanya sekitar Rp 2,5 - Rp 3 juta.


Peristiwa ini terekam dalam video kesaksian warga pada Rabu 28 Oktober 2026 pukul 18:54 - 18:56 WIB di Perum Duta Asri Palem 9 No.5, Jl. Manunggal No.25, Kp. Rawa Bereum Gg. Damai II RT 014/007, Lb. Wangi, Sepatan Timur, dengan titik koordinat Google Timemark.


Hingga berita ini diturunkan, pihak MBK dan oknum bernama Delvi belum dapat dikonfirmasi. MitraPublikNews.com masih berupaya melakukan konfirmasi dan investigasi lebih lanjut terkait peruntukan uang Rp 1 juta untuk keperluan alat tulis, cetak, dan sewa kantor yang disebutkan petugas.


*Catatan Redaksi:* Pemberitaan ini masih dalam tahap investigasi. Praduga tak bersalah tetap dikedepankan. Jika ada pihak yang merasa dirugikan, dapat memberikan hak jawab melalui redaksi.




(Heru)




Hari Keempat Operasi Patuh Maung 2026, Polresta Tangerang Imbau Pengendara Utamakan Keselamatan




TANGERANG | MitraPublikNews.com – Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Tangerang memberikan imbauan kepada pengguna jalan dalam pelaksanaan hari keempat Operasi Patuh Maung 2026, Kamis (29/10/2026). Kegiatan berlangsung di pertigaan Cisoka, wilayah hukum Polsek Cisoka, Kabupaten Tangerang, dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polresta Tangerang, Kompol Fery Oktaviari Pratama.


Dalam kegiatan tersebut, petugas mengingatkan pengendara agar mematuhi aturan lalu lintas dan menggunakan perlengkapan keselamatan saat berkendara. Imbauan juga diberikan kepada pengendara yang ditemukan melakukan pelanggaran.




Beberapa hal yang menjadi perhatian petugas antara lain penggunaan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM), serta kelengkapan dokumen kendaraan seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).


Petugas juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi rambu dan marka jalan, tidak melawan arus, serta tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara. Bagi pengemudi kendaraan roda empat, penggunaan sabuk pengaman juga menjadi bagian dari imbauan keselamatan.




Kasat Lantas Polresta Tangerang, Kompol Fery Oktaviari Pratama, mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam berkendara.


“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan melengkapi surat-surat kendaraan. Jangan menunggu ada petugas untuk tertib. Keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.




Operasi Patuh Maung 2026 dilaksanakan selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.”


Melalui kegiatan ini, Polresta Tangerang berharap masyarakat semakin memahami pentingnya tertib berlalu lintas dan dapat mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.


Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan hanya untuk menghindari sanksi, tetapi juga untuk menjaga keselamatan selama perjalanan. (*/ Eben).

PWI bersama ORADO Kota Tangerang menggelar literasi dan sosialisasi aturan pertandingan domino untuk menghapus stigma judi dan menyambut Turnamen Sumpah Pemuda 2026





TANGERANG | MitraPublikNews.com — Sekretariat Bersama (Sekber) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang bertransformasi menjadi arena edukasi yang meriah melalui kegiatan Sosialisasi Aturan Pertandingan dan Literasi Olahraga Domino, Rabu (28/10/2026). Langkah strategis ini digelar untuk menghapus stigma negatif masyarakat yang kerap mengaitkan permainan domino dengan praktik perjudian.


Dalam acara tersebut, Olahraga Domino (ORADO) Kota Tangerang turut menyerahkan satu meja standar resmi pertandingan sebagai bentuk apresiasi kepada PWI Kota Tangerang yang aktif menggaungkan domino sebagai olahraga prestasi.


Ketua Harian ORADO Kota Tangerang, Abdel Kalif, menegaskan bahwa lembaganya melarang keras segala bentuk taruhan dan memposisikan domino sebagai cabang olahraga rakyat yang aman dan diakui.


"ORADO melarang keras segala bentuk taruhan. Ini murni olahraga rakyat yang aman dan diakui. Domino bukan sekadar keberuntungan, melainkan membutuhkan strategi, konsentrasi tinggi, dan perhitungan matang," ujar Abdel Kalif di Sekber PWI Kota Tangerang, Rabu (28/10/2026).


Ia menjelaskan, domino bukan sekadar permainan yang mengandalkan keberuntungan. Dalam konteks olahraga, permainan ini membutuhkan kemampuan menyusun strategi, membaca situasi, mengingat susunan kartu atau keping yang telah dimainkan, serta mengambil keputusan secara cermat.


Abdel juga menilai olahraga domino berpotensi menjadi aktivitas positif bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia, termasuk kalangan dewasa dan lanjut usia, karena melibatkan proses berpikir dan daya ingat.





Ia berharap semakin banyak masyarakat mengenal dan bergabung dengan ORADO sehingga olahraga domino dapat berkembang lebih luas.




“Harapannya, semakin banyak orang yang bergabung dengan ORADO dan olahraga ini semakin mudah diakses masyarakat. Domino juga bisa menjadi salah satu aktivitas untuk melatih daya ingat, terutama bagi masyarakat yang sudah memasuki usia menengah hingga lanjut usia,” ujarnya.



Pengembangan domino sebagai cabang olahraga masyarakat juga mendapat momentum setelah Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO) resmi menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.




Keputusan tersebut disampaikan dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI 2026 yang berlangsung di Pullman Jakarta Central Park, Kamis (21/5/2026).




Pengakuan tersebut menjadi salah satu landasan bagi pengembangan domino melalui sistem organisasi, aturan pertandingan, dan kompetisi yang lebih terstruktur.




Di Indonesia, domino telah lama dikenal sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Permainan ini dapat dijumpai di berbagai lingkungan, mulai dari warung kopi hingga kegiatan komunitas. Namun, praktik taruhan di sejumlah tempat turut membentuk stigma negatif terhadap permainan tersebut.


Melalui pendekatan olahraga, ORADO berupaya mendorong perubahan cara pandang masyarakat dengan menempatkan aturan, disiplin, dan sportivitas sebagai unsur utama permainan. 

Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Domino PWI Kota Tangerang, Barus, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan rangkaian menuju Turnamen Domino PWI Kota Tangerang yang akan dihelat pada Sabtu (31/10/2026) mendatang.


"Melalui kegiatan literasi ini, kami ingin memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat mengenai aturan pertandingan hingga nilai sportivitas. Ajang ini juga digelar untuk menyemarakkan Hari Sumpah Pemuda sekaligus mempererat silaturahmi insan pers dengan mitra kerja," kata Barus.


Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari peran aktif Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI Kota Tangerang dalam memperkenalkan cabang olahraga baru yang kini telah resmi terdaftar sebagai anggota KONI Pusat.(Eben)

Kades Sangiang Ucapkan Terima Kasih: TTKKBI DPW II Dipimpin Yaman Kalahideng Didampingi Abah H. Tb. Moch Wahyudin AK. A ( ki Galih kelor pamungkas Albantani) Hadir di Kirab Seni Budaya Desa Sangiang




Sepatan Timur, Tangerang | MitraPublikNews.com — Kepala Desa Sangiang Kecamatan Sepatan Timur Kabupaten Tangerang, *Komaruloh, SH* mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran dan partisipasi TTKKBI DPW II dalam kegiatan Pentas Kirab Seni Budaya Desa Sangiang yang digelar di halaman Kantor Desa Sangiang, Rabu (28/10/2026).


Kehadiran TTKKBI (Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia) DPW II dipimpin langsung oleh Ketua *Yaman Kalahideng*, didampingi Abah H. Tb. Moch Wahyudin AK. A ( ki Galih kelor pamungkas Albantani) pembina Pusat DPP TTKKBI Se Tangerang Raya.


Rombongan TTKKBI DPW II tampil kompak dengan seragam hitam dan atribut budaya, menampilkan atraksi seni debus, seni bela diri tradisional, hingga aksi ekstrem gergaji mesin yang menjadi daya tarik dan mendapat sambutan antusias dari warga.


Kades Sangiang Komaruloh, SH menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kontribusi TTKKBI DPW II yang telah ikut memeriahkan dan melestarikan seni budaya Banten.


"Kami atas nama Pemerintah Desa Sangiang Kecamatan Sepatan Timur mengucapkan banyak terima kasih kepada Ketua Yaman Kalahideng, Abah H. Tb. Moch Wahyudin AK. A ( ki Galih kelor pamungkas Albantani) pembina Pusat DPP TTKKBI Se Tangerang Raya, dan seluruh keluarga besar TTKKBI DPW II. Kehadiran mereka sangat berarti, menambah semarak kirab budaya kami, dan menjadi wujud nyata pelestarian budaya leluhur," ujar Kades Sangiang Komaruloh, SH.


Ketua TTKKBI DPW II Yaman Kalahideng menyambut baik apresiasi tersebut. Ia menegaskan TTKKBI DPW II siap bersinergi dengan Pemerintah Desa Sangiang dan seluruh desa di wilayah Tangerang Raya dalam setiap kegiatan kebudayaan dan sosial.


"Kami TTKKBI DPW II siap hadir dan mendukung program pelestarian budaya di Desa Sangiang. Budaya harus terus hidup di tengah masyarakat dan diwariskan kepada generasi muda," kata Yaman Kalahideng.




Sementara itu, Abah H. Tb. Moch Wahyudin AK. A ( ki Galih kelor pamungkas Albantani) pembina Pusat DPP TTKKBI Se Tangerang Raya mengatakan TTKKBI adalah wadah pelestarian budaya leluhur Banten yang harus terus dijaga kekompakannya.


"TTKKBI bukan hanya seni bela diri, tapi juga wadah silaturahmi dan pelestarian budaya. Kami siap bersinergi dengan pemerintah desa untuk kemajuan budaya," ujar Ki Galih Kelor.


Acara Kirab Seni Budaya Desa Sangiang Kecamatan Sepatan Timur ini juga dihadiri oleh Bupati Tangerang, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda Karang Taruna, serta ratusan warga yang antusias menyaksikan atraksi budaya hingga sore hari.


Pihak desa berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan setiap tahun sebagai agenda rutin pelestarian budaya lokal dan mempererat kebersamaan warga.



(*/ Redaksi).

Kajari Kota Tangerang Kunjungi PWI, Perkuat Sinergi Pers dan Penegakan Hukum





KOTA TANGERANG | MitraPublikNews.com — Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Tangerang, Pradhana Probo Setyarjo, S.H., M.H., mengunjungi Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang dalam rangka silaturahmi, Rabu (28/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi antara kejaksaan dan insan pers, sekaligus membahas profesionalisme wartawan, kompetensi jurnalistik, serta peran media dalam mengawal pembangunan daerah.


Dalam kunjungan tersebut, Pradhana didampingi Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Fardana Kusumah, S.H. Kedatangan jajaran Kejari disambut pengurus PWI Kota Tangerang.


Pertemuan berlangsung dalam suasana silaturahmi dan membahas pentingnya membangun hubungan kelembagaan yang baik antara aparat penegak hukum dan organisasi wartawan.




*Kajari Kota Tangerang Dorong Komunikasi dan Dialog dengan Media*


Dalam pertemuan tersebut, Pradhana menekankan pentingnya komunikasi dan dialog untuk membangun pemahaman bersama mengenai berbagai persoalan publik.


Ia juga menyinggung keterkaitan program pembangunan pemerintah daerah dengan kebijakan pemerintah pusat. Karena itu, informasi mengenai pembangunan perlu dipahami secara menyeluruh agar masyarakat memperoleh gambaran yang tepat.




Menurutnya, pertemuan langsung, diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD), serta berbagai sarana komunikasi lainnya dapat dimanfaatkan untuk membahas persoalan hukum, politik, ekonomi, dan sosial. Melalui forum tersebut, kejaksaan dan media diharapkan dapat membangun komunikasi yang konstruktif sekaligus membuka ruang klarifikasi terhadap informasi yang berkembang.


Sinergi antara kejaksaan dan pers tetap perlu menghormati independensi jurnalistik serta kewenangan masing-masing pihak.


*PWI Kota Tangerang Tekankan Kompetensi dan Etika Wartawan*


Sementara itu, Ketua PWI Kota Tangerang, R. Herwanto, menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi dan profesionalisme wartawan.


Dalam pemaparannya, Herwanto menyebut hampir 80 anggota telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Adapun anggota yang belum mengikuti uji kompetensi masih memerlukan pembinaan.


Menurutnya, profesionalisme wartawan tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kepemilikan kartu pers. Wartawan juga perlu memahami kode etik jurnalistik, ketentuan yang berlaku bagi perusahaan pers, serta tanggung jawab dalam menghasilkan pemberitaan yang akurat dan berimbang.


Proses konfirmasi kepada pihak terkait juga menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas jurnalistik.


*PWI Soroti Penggunaan Nama Organisasi dan Koordinasi Peliputan*


Herwanto turut menyoroti persoalan pihak yang mengaku sebagai anggota PWI, tetapi status keanggotaannya belum dapat dipastikan. Ia menekankan pentingnya verifikasi identitas dan keanggotaan wartawan agar instansi dapat mengetahui status organisasi seseorang secara tepat.


Selain itu, koordinasi antarpengurus organisasi ketika wartawan melakukan peliputan di luar wilayahnya dinilai dapat membantu menjaga hubungan kelembagaan dan menghindari kesalahpahaman.


Meski demikian, koordinasi organisasi perlu dibedakan dari hak dan kebebasan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. Peliputan harus tetap berpedoman pada Undang-Undang Pers, Kode Etik Jurnalistik, serta prinsip independensi media.


*Sinergi Kejaksaan dan Pers untuk Kepentingan Publik*




Silaturahmi ini menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi antara aparat penegak hukum dan insan pers. Hubungan yang profesional diharapkan dapat mempermudah proses klarifikasi informasi, memperluas pemahaman masyarakat mengenai persoalan hukum, serta mendukung penyampaian informasi pembangunan secara akurat dan berimbang.


Di sisi lain, media tetap memiliki fungsi kontrol sosial yang harus dijalankan secara independen dan bertanggung jawab. Sinergi dengan aparat penegak hukum bukan berarti mengurangi sikap kritis pers, melainkan membangun komunikasi yang sehat.


Melalui komunikasi yang terbuka, kejaksaan dan insan pers diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas informasi publik serta mendukung terciptanya kehidupan masyarakat Kota Tangerang yang kondusif.


*(*/Eben)*


Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid Hadiri Pentas Seni Budaya di Desa Sangiang Sepatan Timur - Kades Komarulloh SH Ucapkan Terima Kasih





SANGIANG, SEPATAN TIMUR | MitraPublikNews.com –Suasana meriah dan penuh keakraban menyelimuti halaman Kantor Desa Sangiang, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, pada Rabu, 28 Oktober 2026. Pemerintah Desa Sangiang menggelar Pentas Seni Budaya yang dihadiri langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.


Acara yang digelar di bawah tenda biru dan karpet merah halaman Kantor Desa Sangiang ini menampilkan berbagai kesenian tradisional seperti Tari Tradisional, Pencak Silat, Gambang Kromong, dan Reog Ponorogo yang dilestarikan oleh warga dan Karang Taruna Desa Sangiang.


Kegiatan dihadiri para Kepala Desa se-Kecamatan Sepatan Timur, tokoh masyarakat, tokoh agama, ibu-ibu PKK, panitia, Karang Taruna, serta ratusan warga Desa Sangiang.




*Sambutan Kepala Desa Sangiang Komarulloh, SH:*


Membuka acara, Kepala Desa Sangiang Komarulloh, SH, yang tampil dengan kemeja putih, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Bupati Tangerang.


"Pertama-tama mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Kami atas nama Pemerintah Desa Sangiang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Tangerang yang sudah berkenan hadir di tengah-tengah kami. Ini merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi kami," ujar Komarulloh, SH.


Ia menegaskan tujuan pentas seni budaya ini adalah untuk melestarikan tradisi budaya leluhur sebagai jati diri dan identitas Desa Sangiang yang harus dijaga bersama.




*Sambutan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid:*


Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang hadir mengenakan batik biru, dalam sambutannya mengapresiasi kekompakan warga Desa Sangiang dalam menjaga budaya lokal.


Bupati juga menegaskan pentingnya infrastruktur sebagai penunjang kesejahteraan dan pendidikan masyarakat.


"Dari sudah saya lihat memang ada yang dalam proses pembangunan ada juga memang ke depan beberapa titik lagi yang harus kita perbaiki dulu. Terus yang ketiganya jalan di mana, Tanah Merah. Tanah Merah insya Allah nanti akan kita programkan untuk bisa dibangun karena semuanya adalah infrastruktur untuk kebutuhan masyarakat. Jalan untuk kepentingan lalu lintas sekolah dan dalam upaya mencerdaskan bangsa anak-anak kita," jelas Bupati Moch. Maesyal Rasyid saat doorstop wawancara usai acara.


*Ucapan Terima Kasih:*


Di akhir acara, Kepala Desa Sangiang Komarulloh, SH, kembali menyampaikan ucapan terima kasih khusus:


"Terima kasih kepada Bapak Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang sudah hadir, kepada para Kepala Desa lain yang hadir, kepada seluruh panitia dan Karang Taruna Desa Sangiang yang telah bekerja keras hingga acara sukses. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan Desa Sangiang semakin maju."


Acara ditutup dengan foto bersama Bupati, Kepala Desa, dan warga dengan tertib dan penuh antusias.


*Ucii*

FPI Gelar Aksi Solidaritas Tuntut Keadilan Tewasnya Muhamad Harun di Sepatan Timur - Audiensi Disambut Baik Kapolsek Sepatan





TANGERANG | MitraPublikNews.com– Front Persaudaraan Islam (FPI) menggelar Aksi Solidaritas Menuntut Keadilan atas tewasnya Muhamad Harun di Kampung KAM Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, yang terjadi pada 2 Oktober 2026.


Aksi berlangsung pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB hingga selesai. Titik kumpul (Tikpul) massa di Taman Kota Sepatan, dengan tujuan aksi di Polsek Sepatan, Polres Metro Tangerang Kota.


Aksi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan atas lambannya penanganan kasus tewasnya M. Harun yang sudah berjalan hampir satu bulan tanpa kejelasan hukum.





*Audiensi Disambut Baik Kapolsek Sepatan*


Aksi solidaritas tersebut berlanjut dengan audiensi dan disambut baik oleh Kapolsek Sepatan. Audiensi berlangsung di halaman Mapolsek Sepatan, Jl. Raya Mauk No.89, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (28/10/2026) pukul 11.34 WIB.


Dalam audiensi, perwakilan FPI dan keluarga almarhum menyampaikan langsung tuntutan dan mendapat kepastian hukum dari pihak Polsek Sepatan.


*Statement Kapolsek Sepatan - Dua pelaku masih tahap Penyidikan akan terus dilanjutkan:*


Menanggapi isu yang beredar di masyarakat terkait pelepasan pelaku, Kapolsek Sepatan menegaskan hal tersebut tidak benar.


"Dan dugaan pelaku dua orang ini masih ditahan di sini belum dilepaskan sehingga kalau ada berita beredar orang ini dilepaskan itu berita hoaks karena pihak keluarga dan beberapa dari masyarakat sudah menyaksikan beliau masih ditahan di sini," ujar perwakilan dalam audiensi yang didampingi Kapolsek Sepatan.


*Minggu Depan Gelar Perkara Khusus di Polres Metro Tangerang:*




Kapolsek juga memastikan kasus akan terus berlanjut dan akan dilakukan gelar perkara khusus di tingkat Polres.


"Jadi insyaallah minggu depan kita ada gelar perkara khusus ya jadi nanti dilaksanakan di Polres Metro Tangerang. Jadi di Polsek ini hanya tahap penyidikan," lanjutnya.


"Janji beliau itu akan diadakan gelar perkara di Polres Tangerang. Itu hasil pertemuan kita hari ini mudah-mudahan dengan gelar perkara apa yang kita tuntut kita mendapatkan keadilan. Amin," tambah perwakilan FPI usai audiensi.


Perwakilan FPI mengapresiasi sambutan baik Kapolsek Sepatan yang menerima audiensi dengan terbuka. Massa aksi yang berkumpul di depan Mapolsek dengan spanduk bertuliskan POLISI BERSAMA MASYARAKAT membubarkan diri dengan tertib dan damai.


Kasus tewasnya Muhamad Harun terjadi 2 Oktober 2026 di Kp. KAM Kedaung Barat, Sepatan Timur. Keluarga dan FPI menuntut transparansi hukum dan mengawal kasus hingga tuntas di Polres Metro Tangerang Kota.



MitraPublikNews.com akan terus mengawal perkembangan kasus dan hasil gelar perkara di Polres Metro Tangerang minggu depan.


*Redaksi*

Hari Ketiga Operasi Patuh Maung 2026, Polresta Tangerang Ingatkan Pengemudi Pentingnya Sabuk Pengaman




TANGERANG |MitraPublikNews.com – Memasuki hari ketiga Operasi Patuh Maung 2026, jajaran Polresta Tangerang mengingatkan para pengemudi kendaraan roda empat agar selalu menggunakan sabuk pengaman saat berkendara. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (28/10/2026) di Jalan Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.


Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polresta Tangerang, Kompol Fery Oktaviari Pratama, dengan melakukan pemeriksaan serta penindakan terhadap pengendara yang melanggar aturan lalu lintas sesuai ketentuan yang berlaku.


Penggunaan sabuk pengaman menjadi salah satu perhatian dalam operasi ini. Perlengkapan keselamatan tersebut berfungsi melindungi pengemudi dan penumpang dari risiko cedera serius apabila terjadi kecelakaan. Karena itu, masyarakat diingatkan agar tidak mengabaikan penggunaan sabuk pengaman, meskipun berkendara dalam jarak dekat.




Selain itu, petugas juga menyasar sejumlah pelanggaran lain, seperti pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm berstandar SNI, pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), serta kendaraan yang tidak dilengkapi dokumen sesuai ketentuan, termasuk Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).


Pelanggaran lainnya yang menjadi perhatian meliputi ketidakpatuhan terhadap rambu dan marka jalan, melawan arus, serta menggunakan telepon seluler saat berkendara.




Kasat Lantas Polresta Tangerang, Kompol Fery Oktaviari Pratama, mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan mematuhi peraturan lalu lintas.


“Kami mengingatkan kepada seluruh pengemudi kendaraan roda empat agar selalu menggunakan sabuk pengaman, baik saat berkendara dekat maupun jauh. Keselamatan harus menjadi prioritas. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan bentuk tanggung jawab kita bersama untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ujarnya.


Operasi Patuh Maung 2026 dilaksanakan selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan.”


Melalui operasi ini, Polresta Tangerang berharap kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga tercipta kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di wilayah Kabupaten Tangerang. (*Eben*)

Bupati Tangerang Lantik 362 PNS, 11 Camat Bergeser Posisi dan Sejumlah Sekcam Promosi




Kabupaten Tangerang| MitraPublikNews.com -- Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melantik dan mengambil sumpah/janji 362 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang, Selasa (27/10/2026).


Kabupaten Tangerang |MitraPublikNews.com -- Pelantikan berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Kabupaten Tangerang. Dalam pelantikan tersebut, sejumlah pejabat mengalami pergeseran posisi, termasuk 11 Camat serta sejumlah pejabat sekretaris kecamatan (Sekcam).



Pergeseran jabatan Camat mencakup sejumlah wilayah. Ahmad Jajuli yang sebelumnya menjabat Sekcam Sukadiri kini menjadi Camat Mekar Baru. Dede Supardi, sebelumnya Sekcam Sepatan, dipercaya menjadi Camat Balaraja. Sementara itu, Willy Patria bergeser dari Camat Balaraja menjadi Camat Sukamulya.


Perubahan juga terjadi pada sejumlah wilayah lainnya. H. Cucu Abdurrosyied yang sebelumnya menjabat Camat Tigaraksa kini menjadi Camat Kosambi. Sumartono bergeser dari Camat Cisoka menjadi Camat Jayanti, sedangkan Khalid Mawardi berpindah dari Camat Sukamulya menjadi Camat Cikupa.


Andi Sulaeman, yang sebelumnya menjabat Sekcam Balaraja, kini dipercaya sebagai Camat Cisoka. Yandri Permana bergeser dari Camat Jayanti menjadi Camat Tigaraksa. Miftah Shuritho yang sebelumnya menjabat Camat Sepatan Timur kini menjadi Camat Sindang Jaya. 



Adapun Dwi Chandra Budiman, sebelumnya Sekcam Kelapa Dua, kini menjabat Camat Sepatan Timur. Galih Prakosa juga mengalami pergeseran dari Camat Sindang Jaya menjadi Camat Panongan.


Selain pergeseran Camat, sejumlah pejabat Sekcam juga mengalami perubahan penugasan. Mulyadi dipercaya menjadi Sekcam Sindang Jaya setelah sebelumnya menjabat Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Tigaraksa. Muawanah bergeser dari Lurah Babakan, Kecamatan Legok, menjadi Sekcam Kelapa Dua.



Mamat Mathlubi yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pemuda pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata kini menjadi Sekcam Pakuhaji. H. Ahmad Uwes Al Qurni berpindah dari Analis Kebijakan Muda pada Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda menjadi Sekcam Cisoka.


Bambang Sujana kini menjabat Sekcam Sukadiri setelah sebelumnya bertugas sebagai Kepala Seksi Angkutan Orang dan Barang pada Dinas Perhubungan. H. Sukri Ariansyah dipercaya menjadi Sekcam Cisauk setelah sebelumnya menjabat Lurah Binong, Kecamatan Curug.


Faisal Rizki bergeser dari Sekcam Pakuhaji menjadi Sekcam Kosambi, sedangkan Juhri Saputra yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pengembangan SDM Aparatur pada BKPSDM kini menjadi Sekcam Balaraja.



Arsudin dipercaya sebagai Sekcam Pasar Kemis setelah sebelumnya menjabat Kepala Bidang Pemakaman dan Pertanahan pada Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman. Ucu Darsono bergeser dari Lurah Mekarbakti, Kecamatan Panongan, menjadi Sekcam Sepatan.


Sementara itu, Faisal Yusuf MS kini menjabat Sekcam Sukamulya setelah sebelumnya menjadi Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Gunung Kaler. Adi Nugraha juga dipercaya menjadi Sekcam Panongan setelah sebelumnya menjabat Lurah Kelapa Dua.


Pergeseran tersebut merupakan bagian dari penataan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Namun, dokumen keputusan pengangkatan yang menjadi dasar daftar mutasi tidak merinci alasan khusus di balik setiap pergeseran jabatan.



Dalam sambutannya, Maesyal Rasyid menegaskan bahwa pelantikan merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas kinerja aparatur dalam mendukung pelayanan publik.


“Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini adalah bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan, sekaligus meningkatkan kualitas kinerja aparatur dalam melayani masyarakat,” ungkap Maesyal.


Ia menegaskan, jabatan yang diemban para PNS merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan integritas, profesionalisme, dan dedikasi. Setiap pejabat dituntut menunjukkan kinerja terbaik serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.


“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian atau penempatan jabatan, tetapi merupakan bentuk kepercayaan dan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan kemajuan daerah,” tegasnya.


Maesyal juga meminta para pejabat membangun budaya kerja yang disiplin, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Kebijakan pemerintah daerah, menurutnya, harus diterjemahkan ke dalam program kerja yang efektif, inovatif, dan tepat sasaran sesuai tugas dan fungsi masing-masing.


“Saya berharap seluruh pejabat yang dilantik dapat bekerja secara profesional, menjunjung tinggi integritas, serta senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.


“Pelantikan ini bukan sekadar pergantian atau penempatan jabatan, tetapi merupakan bentuk kepercayaan dan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan kemajuan daerah,” tegasnya.


Maesyal juga meminta para pejabat membangun budaya kerja yang disiplin, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Kebijakan pemerintah daerah, menurutnya, harus diterjemahkan ke dalam program kerja yang efektif, inovatif, dan tepat sasaran sesuai tugas dan fungsi masing-masing.


“Saya berharap seluruh pejabat yang dilantik dapat bekerja secara profesional, menjunjung tinggi integritas, serta senantiasa mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.


Ia menambahkan, inovasi dan koordinasi antarp perangkat daerah perlu terus diperkuat agar kualitas pelayanan publik meningkat dan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Saya ingin seluruh pejabat memiliki semangat yang sama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, bangun koordinasi yang baik, dan pastikan setiap program yang dilaksanakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya. 


(*Eben*)

Hadirkan Pelayanan Pertahanan Inklusif, Kantah Kota Tangerang Antarkan Sertifikat Tanah Langsung Ke Rumah Pemohon Melalui Inovasi CLBK





KOTA TANGERANG | MitraPublikNews.com -- Sebagai bentuk komitmen menghadirkan pelayanan pertanahan yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, Kantor Pertanahan Kota Tangerang terus mengoptimalkan inovasi *CLBK (Cipta Layanan Berkebutuhan Khusus)*.


Melalui inovasi ini, Kantor Pertanahan Kota Tangerang memberikan kemudahan akses pelayanan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke kantor, seperti lanjut usia (lansia), ibu hamil, dan masyarakat yang sedang sakit.


Kali ini, melalui inovasi CLBK, Kantor Pertanahan Kota Tangerang mengantarkan secara langsung sertipikat tanah hasil pengakuan hak milik *Bapak Kasdi*, warga Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, ke kediamannya. Penyerahan sertipikat ini merupakan bentuk nyata komitmen Kantor Pertanahan Kota Tangerang dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi pemohon yang membutuhkan pelayanan khusus.


Inovasi CLBK hadir sebagai wujud kepedulian Kantor Pertanahan Kota Tangerang dalam memastikan bahwa setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pelayanan pertanahan yang mudah, nyaman, dan berkualitas. Melalui layanan ini, masyarakat yang memiliki keterbatasan kondisi fisik maupun kesehatan dapat memperoleh kemudahan dalam mengakses pelayanan tanpa harus menghadapi kesulitan untuk datang langsung ke kantor.


Kebahagiaan atas selesainya proses pengurusan sertipikat tanah turut dirasakan oleh Bapak Kasdi. Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kantor Pertanahan Kota Tangerang atas pelayanan yang diberikan, termasuk kesediaan petugas untuk mengantarkan sertipikat tanah langsung ke rumahnya.


> “Terima kasih banyak kepada BPN Kota Tangerang karena sertipikat tanah yang saya urus akhirnya selesai. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada BPN Kota Tangerang yang dengan tulus dan ikhlas mengantarkan sertipikat tanah ini langsung ke rumah saya. Semoga pelayanan BPN semakin berjaya dan ke depannya semakin maju,” ungkap Bapak Kasdi.


Testimoni tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi masyarakat terhadap upaya Kantor Pertanahan Kota Tangerang dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi, tetapi juga mengedepankan kepedulian dan kemudahan bagi masyarakat.


Melalui inovasi CLBK, Kantor Pertanahan Kota Tangerang terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan mengedepankan nilai-nilai *Melayani, Profesional, dan Terpercaya*. Inovasi ini menjadi wujud nyata bahwa pelayanan pertanahan tidak sekadar menyelesaikan urusan administrasi, tetapi juga menghadirkan perhatian dan kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan.


*Kantor Pertanahan Kota Tangerang — Melayani, Profesional, Terpercaya.*


*Eben*