BPKAD Kab.Tangerang

BPKAD Kab.Tangerang
Award financial 2024.

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA

Keluarga Besar GAMATA NUSANTARA
Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1446 Hijriah

MITRAPUBLIKNEWS CHANNEL

Recent post

Berbeda dalam Iman, Bersama dalam Kepedulian”: Kapolsek Mauk dan Kasat Polair Pimpin Bakti Sosial Pesisir Pantai Tanjung Kait




Mauk,Tangerang | Mitrapubliknews.com — Menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus merawat tali silaturahmi antarumat beragama, jajaran Polresta Tangerang bersama Blok Pelajar Politik Merdeka (BP2M) menggelar aksi bakti sosial bersih-bersih lingkungan di kawasan Pantai Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Sabtu (07/11/2026).


Kegiatan gotong royong tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana dan Kasat Polair Polresta Tangerang AKP Rustantyo, serta diikuti oleh personel gabungan Polsek Mauk, Satpolairud Polresta Tangerang, dan jajaran pengurus serta anggota BP2M.




Mengangkat tema “Berbeda dalam Iman, Bersama dalam Kepedulian”, aksi lintas iman ini difokuskan pada pembersihan sampah plastik dan limbah cair pesisir yang berpotensi mencemari wilayah tangkap nelayan dan objek wisata lokal Pantai Tanjung Kait.


Kapolsek Mauk AKP I Nyoman Nariana menyampaikan bahwa sinergi kepolisian dengan elemen pemuda lintas elemen ini merupakan langkah konkret dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif berbasis kepedulian lingkungan.




"Kerja bakti hari ini bukan sekadar membersihkan sampah pantai, melainkan simbol bahwa perbedaan keyakinan tidak mengalangi kita untuk bersatu menjaga ruang hidup bersama di wilayah hukum Kecamatan Mauk," tegas AKP I Nyoman Nariana.


Sementara itu, Kasat Polair Polresta Tangerang AKP Rustantyo mengapresiasi inisiatif pemuda BP2M yang konsisten menebar dampak positif di kawasan pesisir.


"Wilayah perairan dan wilayah pesisir Tanjung Kait adalah aset bersama. Kehadiran kepolisian bersama teman-teman BP2M diharapkan dapat memantik kesadaran pengunjung maupun masyarakat sekitar untuk tidak membuang sampah sembarangan di laut," ujar AKP Rustantyo.


Aksi yang dimulai sejak Siang hari tersebut berhasil menyisir sepanjang garis pantai dan mengumpulkan sampah organik maupun anorganik untuk dipilah dan diangkut. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan. (*/ Eben).

Terima Laporan Kebakaran, Kapolsek Pasar Kemis Pimpin Langsung Penanganan di Kuta Jaya




KABUPATEN TANGERANG | Mitrapubliknews.com  -- Jajaran Polsek Pasar Kemis, Polresta Tangerang, bergerak cepat menangani peristiwa kebakaran yang melanda bangunan PT Desen Nusantara Anugrah di kawasan Ancol Timur, RT 004/002, Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Jumat (6/11/2026).


Mendapatkan laporan sekitar pukul 11.14 WIB, Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi, S.H., bersama Kanit Reskrim Ipda Ahmad Dasuki, S.E., M.M., beserta anggota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan memastikan penanganan berjalan dengan baik.


Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas mendapati kobaran api membakar bagian bangunan perusahaan, terutama area penyimpanan material mudah terbakar seperti styrofoam, kardus, dan berbagai jenis plastik.




Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat dari lantai dua, tepatnya di area penyimpanan styrofoam. Karyawan yang mengetahui kejadian tersebut sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, banyaknya material mudah terbakar membuat kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian bangunan lainnya.


Dalam penanganan tersebut, Polsek Pasar Kemis langsung berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang, Unit Identifikasi Polresta Tangerang, serta pihak PLN.


Sejumlah armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan api. Mengingat material yang terbakar didominasi plastik dan styrofoam, petugas juga mendatangkan armada tambahan hingga kobaran api secara bertahap mulai berhasil dikendalikan.


Kapolsek Pasar Kemis AKP Humaedi, S.H., mengatakan bahwa pihaknya segera bergerak setelah menerima laporan masyarakat dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat penanganan.


"Kami segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan kebakaran. Kami juga langsung berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan instansi terkait agar penanganan dapat berjalan cepat. Prioritas kami adalah memastikan situasi aman serta tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," ujarnya.


Berdasarkan keterangan awal saksi, kebakaran diduga bermula dari gangguan arus listrik yang menyebabkan lampu pecah dan menimbulkan percikan api hingga mengenai material plastik. Namun, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.




Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pasar Kemis Ipda Ahmad Dasuki, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pemantauan di lokasi dan akan melaksanakan olah TKP setelah api benar-benar padam.


"Kami masih melakukan pemantauan di lokasi dan akan melaksanakan olah TKP setelah api benar-benar padam. Untuk penyebab kebakaran, saat ini masih berupa dugaan berdasarkan keterangan saksi. Kami perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pastinya," jelasnya.


Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Sementara itu, jumlah kerugian materiil akibat kebakaran hingga saat ini belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pendataan serta pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.


Meski kobaran api mulai mengecil, petugas tetap melakukan pemantauan dan memastikan seluruh titik api benar-benar padam. Situasi di sekitar lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif.


Polsek Pasar Kemis mengimbau masyarakat, khususnya para pelaku usaha, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan rutin memeriksa instalasi listrik serta memastikan ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) di lingkungan kerja.


(*/ redaksi).

Hari Ketiga Belas Operasi Patuh Maung 2026, Polresta Tangerang Dorong Budaya Tertib Berlalu Lintas Berkelanjutan




Tangerang | Mitrapubliknews.com -- Memasuki hari ketiga belas Operasi Patuh Maung 2026, Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang melaksanakan kegiatan di kawasan Pasar Cikupa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (7/11/2026).


Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat, khususnya pengendara dan pengguna jalan di sekitar kawasan pasar. Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas secara konsisten dan berkelanjutan.


Petugas mengingatkan pengendara sepeda motor agar selalu menggunakan helm berstandar SNI, memiliki SIM, serta melengkapi surat-surat kendaraan. Pengemudi kendaraan roda empat juga diimbau menggunakan sabuk keselamatan dan tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya.




Kasat Lantas Polresta Tangerang Kompol Fery Oktaviari Pratama menyampaikan bahwa tujuan operasi bukan hanya meningkatkan kepatuhan masyarakat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga membangun kebiasaan tertib berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari.


"Harapan kami, kesadaran tertib berlalu lintas tidak hanya muncul saat ada operasi atau petugas di lapangan. Namun, dapat menjadi kebiasaan masyarakat dalam setiap aktivitas berkendara. Dengan demikian, keselamatan dapat terjaga secara berkelanjutan," ujarnya.




Operasi Patuh Maung 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Pelaksanaannya mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, serta penegakan hukum secara proporsional.


Melalui kegiatan ini, Polresta Tangerang mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan bersama. Budaya tertib berlalu lintas diharapkan terus tumbuh, bahkan setelah Operasi Patuh Maung 2026 berakhir.


(*/Redaksi).

Lewat Subuh Keliling, Kapolresta Tangerang Perkuat Silaturahmi dan Kemitraan dengan Masyarakat




Tangerang | Mitrapubliknews.com -- Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi M. Indra Waspada Amirullah mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban lingkungan. Hal tersebut disampaikan saat kegiatan Sholat Subuh Keliling di Masjid Jami Ismatul Hasanah, Kampung Tegal, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (7/11/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Warga diajak mengaktifkan kembali siskamling, menjaga kerukunan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas, khususnya pencurian kendaraan bermotor.




Kapolresta juga mengingatkan masyarakat untuk menjauhi perjudian online dan penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kehidupan keluarga serta masa depan generasi muda.


"Melalui kegiatan Subuh Keliling ini, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, membangun komunikasi, mendengarkan aspirasi, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan," ujar Kapolresta.




Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi Call Center Polri 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau mengetahui adanya gangguan Kamtibmas.


Kapolresta berharap kegiatan tersebut dapat mempererat silaturahmi, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Tangerang yang aman, damai, dan kondusif.


Kegiatan turut dihadiri Kapolsek Tigaraksa AKP Iwan Wahyudi, S.H., Kasihumas IPDA Tri Leksono, Kanit Samapta Polsek Tigaraksa IPTU Ngadiyo, Ketua DKM H. Solihan, Ketua Yayasan Darul Fikri KH. Endang Samlawi, serta jamaah masjid.


(*/Redaksi).

Pabrik Produksi Kipas Angin Terbakar Hebat di Kelurahan Kutajaya, Pasar Kemis, Tangerang




Pasar Kemis, Tangerang | Mitrapubliknews.com - Kebakaran besar melanda sebuah pabrik yang disebut warga memproduksi kipas angin di Kelurahan Kutajaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (06/11/2026) sekitar pukul 11 siang. Lokasi kebakaran berada di samping Bumi Indah / Gelam, Kelurahan Kutajaya.


Menurut keterangan dari warga setempat yang disampaikan pelapor di lokasi, pabrik tersebut adalah PT Lubis atau produksi kipas angin.


Dalam video dan foto yang direkam warga  dari area perkebunan sayuran petani di samping pabrik, terlihat api berkobar besar dan asap hitam pekat membumbung tinggi menutupi langit. Rangka atap pabrik terlihat sudah roboh dan hangus terbakar.




Untuk pemadam kebakaran, awalnya baru satu unit Damkar yang tiba di lokasi dan belum berhasil mengatasi api. Kemudian bertambah menjadi dua unit Damkar, dan bertambah lagi jadi lima unit namun pabrik tersebut semakin habis dilalap si jago merah.


Di depan lokasi kebakaran terdapat lahan perkebunan petani yang menanam sayuran. Di sisi lain, lokasi pabrik berdekatan dengan perumahan warga. Pelapor di lokasi menyebut api hampir mengenai perumahan warga di sekitar pabrik.


Hingga berita ini dibuat, penyebab kebakaran, korban, dan kerugian masih menunggu konfirmasi resmi dari Damkar / BPBD / Kepolisian / pihak perusahaan.



(*/ Redaksi).



*Sumber: Video & Foto laporan warga  dari lokasi*

Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Berikan Edukasi Pertanian Hidroponik kepada Siswa SMK Gema Bangsa Tangerang





Cisoka, Tangerang | Mitrapubliknews.com -- Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan keterampilan generasi muda di bidang pertanian, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa melaksanakan kegiatan TMMD nonfisik dengan memberikan edukasi tentang pertanian hidroponik kepada siswa-siswi SMK Gema Bangsa Tangerang, Desa Bojongloa, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Jumat (6/11/2026).


Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh 40 siswa-siswi SMK Gema Bangsa Tangerang. Materi pertanian hidroponik disampaikan oleh Dedi Tarmuji,S.Pt., selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Kaliasin.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Muhamad Efendi, http://S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Uno Samsunarhadi, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Sertu Toto dan Sertu Karim selaku Babinsa Koramil 13/Cisoka, serta Serka Lanang dari Staf Teritorial Kodim 0510/Tigaraksa.




Penyampaian materi bertujuan memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai teknik bercocok tanam menggunakan sistem hidroponik, yang dapat menjadi salah satu alternatif pertanian modern dengan memanfaatkan lahan terbatas.


Melalui kegiatan TMMD nonfisik ini, Satgas TMMD ke-130 tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga berupaya meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat, khususnya generasi muda.




Diharapkan melalui edukasi tersebut, para siswa dapat mengenal lebih jauh teknologi pertanian hidroponik serta termotivasi untuk mengembangkan kreativitas dan kemandirian di bidang pertanian.


Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif, serta ditutup dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta.


(*Eben)



*Sumber: Kodim 0510/Tigaraksa*

*Foto: Dok. Kodim 0510/Tigaraksa*

Lewat Green Policing, Kapolresta Tangerang Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan dengan Menanam Pohon




TANGERANG | Mitrapubliknews.com – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus diwujudkan Polresta Tangerang melalui aksi nyata. Kali ini, Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi M. Indra Waspada Amirullah, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., memimpin langsung kegiatan Green Policing berupa penanaman bibit pohon di lingkungan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, Tigaraksa, Jumat (6/11/2026).


Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 07.30 WIB tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan jalan sehat keluarga besar Polresta Tangerang. Aksi penanaman pohon ini menjadi wujud kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan sekaligus mendukung program Kapolri melalui gerakan Polri Lestarikan Negeri.




Dalam kegiatan tersebut, Kapolresta Tangerang didampingi Wakapolresta Tangerang, Ketua Cabang Bhayangkari, para pejabat utama (PJU), Kapolsek jajaran, serta diikuti seluruh anggota Bhayangkari, personel Polri dan ASN Polresta Tangerang.


Penanaman bibit pohon ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keseimbangan ekosistem, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendukung upaya pencegahan bencana ekologis.




Melalui program Green Policing, Polri juga mendorong tumbuhnya kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Upaya sederhana seperti menanam dan merawat pohon diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan generasi mendatang.


Kapolresta Tangerang menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dan berkelanjutan. Selain menjaga kelestarian alam, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh positif sekaligus mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan di sekitarnya.




Kegiatan Green Policing tersebut menjadi bagian dari komitmen Polresta Tangerang untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.


Dengan semangat Polri Lestarikan Negeri, Polresta Tangerang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam, karena lingkungan yang lestari merupakan bagian penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, sehat, dan berkelanjutan.

(*/Eben)

Disambut Seni Budaya Pencak Silat, Ondel-Ondel dan Barongsai, Dwi Chandra Budiman Siap Bangun Sepatan Timur - AKSI, AKSELERASI




Sepatan Timur Tangerang | Mitrapubliknews.com –Suasana haru, meriah, dan penuh kekeluargaan mewarnai acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Lepas Sambut Camat Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, Jumat (6/11/2026).


Camat baru Dwi Chandra Budiman, S.STP.,M.Si. disambut dengan Seni Budaya Pencak Silat, Ondel-Ondel dan Barongsai dari Kedaung Barat. Seni budaya, petani, dan warga dari berbagai desa hadir menyambut kedatangannya di Kantor Kecamatan Sepatan Timur.




Acara diawali dengan Seni Budaya Barongsai dari Kedaung Barat bareng Ondel-Ondel dan Pencak Silat yang mengarak rombongan. Dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lalu menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu prosesi sertijab dimulai.


Acara Serah terima jabatan dihadiri:


- Anggota DPRD Kabupaten Tangerang dari Fraksi PPP, Sarip Hidayatullah

- Kapolsek Sepatan AKP Fahyani, S.H. 

- Camat Lama Miftah Shuritho, S.STP., M.M. - Camat Sepatan Timur yang lama

- Camat Baru Dwi Chandra Budiman, S.STP., M.Si.

- Para Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Sepatan Timur

- Tokoh Masyarakat, Petani, Pemuda & Warga

- Bu Uke - Istri Camat Baru

- Kepala Desa SE Kecamatan Sepatan Timur 

- Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta tamu undangan.


Dari Miftah Shuritho,S.STP., M.M. (Camat Lama Sepatan Timur, kini Camat Sindang Jaya) kepada Dwi Chandra Budiman, S.STP.,M.Si. (Camat Baru Sepatan Timur). Dwi sebelumnya menjabat sebagai Sekcam Kelapa Dua.


Camat Lama Miftah Shuritho, S.STP., M.M. pamit, menyampaikan terima kasih, mohon maaf, dan menitipkan Sepatan Timur kepada Camat baru. Ia yakin Camat baru akan membawa Sepatan Timur lebih maju, dan meminta masyarakat mendukung Camat baru sebagaimana mendukung dirinya.


*SAMBUTAN CAMAT BARU: AKSI, AKSELERASI*


“Kalau ditempat yang lama kudu kreatif, di sini Aksi, Akselerasi. Berarti kalau sudah beraksi kudu cepat.”


“Simpul-simpul kebersamaan di Sepatan Timur ini luar biasa. Kita memiliki kecintaan yang luar biasa terhadap Kecamatan Sepatan Timur. Itu modal yang luar biasa.”




“APBD itu cuman salah satu alat, bukan satu-satunya alat untuk mensejahterakan masyarakat. Masih banyak alat lain yang bisa kita temukan dengan perbanyak kolaborasi dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lain-lain.”


“Saya mohon dibukakan tangannya bagi saya dan istri agar bisa bersama-sama melayani masyarakat Sepatan Timur sebagaimana mestinya. Mohon dibimbing, di-guidance, gimana caranya agar kita langsung menyesuaikan, langsung beradaptasi dan langsung berlari.”


“Ini istri saya. Namanya Risna Sari Citra Irena, panggilannya Bu Uke. Beliau asli dari Kalimantan. Kita dulu cinta lokasi ketika kuliah, sudah pacaran sejak kuliah.”


Dwi Chandra Budiman menyampaikan siap membangun Sepatan Timur bersama seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak semua pihak kompak dan bergotong royong, melanjutkan program yang sudah berjalan, meningkatkan pelayanan publik, menjaga kebersihan, keamanan, dan mendorong ekonomi warga, termasuk petani dan pelaku UMKM.


Para Kades se-Kecamatan Sepatan Timur hadir karena Camat adalah koordinator seluruh desa. Sertijab adalah serah terima tanggung jawab atas seluruh desa se-Sepatan Timur. Kades harus kenal Camat baru agar program desa dan kecamatan nyambung, biar bisa langsung aksi akselerasi.


Acara ditutup dengan foto bersama, ramah tamah, dan salaman antara Camat lama, Camat baru, dan seluruh tamu undangan.


*Uci Sanusi*

Hari Kedua Belas Operasi Patuh Maung 2026, Polresta Tangerang Tingkatkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas




TANGERANG | Mitrapubliknews.com – Memasuki hari kedua belas Operasi Patuh Maung 2026, Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang melaksanakan kegiatan di dua lokasi wilayah Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Jumat (6/11/2026).


Kegiatan berlangsung di kawasan Bojong, Kecamatan Cikupa, serta kawasan Industri Millennium, Jalan Baru, Desa Budimulya, Kecamatan Cikupa.




Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemantauan lalu lintas sekaligus memberikan imbauan kepada para pengguna jalan agar senantiasa mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama berkendara.




Pengendara sepeda motor diingatkan untuk menggunakan helm berstandar SNI, sedangkan pengemudi kendaraan roda empat diimbau menggunakan sabuk keselamatan atau safety belt. Petugas juga mengingatkan pentingnya memiliki SIM yang masih berlaku serta memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan.


Kasat Lantas Polresta Tangerang Kompol Fery Oktaviari Pratama menyampaikan bahwa Operasi Patuh Maung 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga mengutamakan edukasi dan pencegahan pelanggaran.




"Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran masyarakat agar lebih disiplin dalam berlalu lintas. Kepatuhan terhadap aturan seharusnya tumbuh dari kesadaran diri sendiri, bukan hanya karena adanya petugas yang melakukan pengawasan," ujarnya.


Operasi Patuh Maung 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan mengedepankan kegiatan preemtif, preventif, dan penegakan hukum secara proporsional.




Polresta Tangerang berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan berkendara serta turut berperan dalam mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan. (*/Eben).

Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang Raih Penghargaan Tingkat Pertama Katagori BUMD Informatif





SERANG | Mitrapubliknews.com --Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang  meraih peringkat pertama kategori Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Informatif.


Penghargaan bergengsi ini diraih dalam ajang Monitoring dan Evaluasi (Monev) Badan Publik 2026 tingkat Provinsi Banten.


Penyerahan penghargaan diberikan langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni yang dilaksanakan oleh Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang.


Acara puncak penganugerahan tersebut berlangsung pada Kamis (5/11/2026).


Gubernur Banten ​Andra Soni mengungkapkan, Pemprov Banten tengah berupaya mewujudkan visi Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2029. Menurutnya, visi tersebut membutuhkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, profesional, adaptif, dan akuntabel.




​Keterbukaan informasi, lanjut Gubernur Andra Soni memiliki dampak yang sangat strategis. Pemerintahan yang terbuka akan memperkuat pengawasan dan partisipasi publik, mencegah penyalahgunaan wewenang, serta membangun kepercayaan masyarakat.


​“Alhamdulillah, komitmen ini telah membuahkan hasil. Pada Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025 dari Komisi Informasi Pusat, Pemprov Banten kembali meraih predikat informatif dengan skor 96,45 dan berada di peringkat kedelapan dari 21 provinsi,” jelasnya.

Ditempat yang sama Direktur Utama Perumda Tirta Benteng, Doddy Effendi, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari komitmen dan kerja sama seluruh jajaran perusahaan dalam membangun budaya keterbukaan informasi.


“Ini merupakan hasil kerja sama seluruh tim di Perumda Tirta Benteng. Namun, yang paling penting adalah tanggung jawab dalam bekerja untuk melayani masyarakat,” ujar Doddy.


Ia menambahkan bahwa apresiasi ini bukanlah tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi agar pelayanan air bersih makin efisien dan mudah diakses masyarakat.


Sementara itu, Ketua KI Provinsi Banten, Imron Mahrus, menjelaskan bahwa penilaian Monev tidak hanya mengandalkan Self-Assessment Questionnaire (SAQ) dan presentasi, melainkan implementasi nyatanya sehari-hari, termasuk konsistensi di media sosial.


“Salah satu indikator krusial yang kami lihat adalah keaktifan media sosial Kota Tangerang. Baik ada Monev maupun tidak, Pemkot Tangerang secara konsisten aktif mengumumkan keterbukaan informasi publik,” kata Imron.


Melalui raihan predikat informatif ini, Imron berharap Perumda Tirta Benteng dapat membagikan praktik baik dan inovasinya kepada badan publik lain agar keterbukaan informasi publik di Provinsi Banten makin meluas.


(*/Eben).

Kantah Kota Tangerang Raih Predikat Badan Publik Informatif pada Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026





SERANG | Mitrapubliknews.com – Kantor Pertanahan Kota Tangerang berhasil meraih penghargaan sebagai Badan Publik Informatif dalam kegiatan Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Kamis (05/11/2026), bertempat di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten.


Dalam kegiatan tersebut, Kantor Pertanahan Kota Tangerang diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha sebagai bentuk partisipasi sekaligus penerimaan penghargaan atas capaian pelaksanaan keterbukaan informasi publik di lingkungan Kantor Pertanahan Kota Tangerang.


Penganugerahan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Banten, jajaran Komisi Informasi Provinsi Banten, serta perwakilan badan publik dari berbagai instansi di wilayah Provinsi Banten. Kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap badan publik yang telah menunjukkan komitmen dalam memenuhi standar keterbukaan informasi serta meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.


Predikat Badan Publik Informatif yang diraih Kantor Pertanahan Kota Tangerang merupakan hasil dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan tata kelola informasi dan dokumentasi, optimalisasi fungsi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), serta penguatan akses informasi publik melalui berbagai kanal komunikasi dan pelayanan informasi.


Capaian ini sekaligus mencerminkan komitmen Kantor Pertanahan Kota Tangerang dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pelayanan pertanahan.


Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang, Tardi, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus tanggung jawab bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas keterbukaan informasi publik.


"Keterbukaan informasi adalah pondasi pelayanan publik yang berintegritas. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan informasi agar masyarakat dapat memperoleh informasi pertanahan secara mudah, transparan, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan," ungkap Tardi.


Lebih lanjut, penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Kantor Pertanahan Kota Tangerang untuk terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas pengelolaan informasi dan dokumentasi, serta memastikan pemenuhan hak masyarakat dalam memperoleh informasi publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Kantor Pertanahan Kota Tangerang akan terus berupaya mempertahankan predikat Badan Publik Informatif melalui peningkatan standar pelayanan informasi, penguatan inovasi komunikasi publik, serta pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik. Dengan demikian, keterbukaan informasi tidak hanya menjadi kewajiban institusi, tetapi juga menjadi bagian dari budaya kerja dalam mewujudkan pelayanan pertanahan yang profesional, modern, dan terpercaya.


Kantor Pertanahan Kota Tangerang berkomitmen mewujudkan keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan pertanahan dan penguatan kepercayaan masyarakat.


 (*/Eben).

Hari Kesebelas Operasi Patuh Maung 2026, Polresta Tangerang Ingatkan Pengendara Gunakan Helm dan Miliki SIM





TANGERANG | Mitrapubliknews.com – Memasuki hari kesebelas Operasi Patuh Maung 2026, Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang melaksanakan kegiatan di dua lokasi, yakni Jalan Suvarna Sutera Boulevard, Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, serta Jalan Pasarkemis–Rajeg, Kampung Picung, Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang, Kamis (5/11/2026).


Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan edukasi dan imbauan kepada pengendara sepeda motor mengenai pentingnya menggunakan helm berstandar SNI serta memastikan kelengkapan dokumen berkendara.


Penggunaan helm bukan sekadar untuk menghindari teguran atau penindakan petugas. Helm merupakan pelindung kepala yang dapat mengurangi risiko cedera serius ketika terjadi kecelakaan. Karena itu, pengendara maupun penumpang sepeda motor diimbau selalu menggunakan helm dan mengunci tali pengaman dengan benar.




Kasat Lantas Polresta Tangerang Kompol Fery Oktaviari Pratama mengatakan, penggunaan helm dan kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan dua hal mendasar yang harus diperhatikan setiap pengendara.


"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan keselamatan saat berkendara. Gunakan helm berstandar SNI, pastikan tali pengaman terpasang dengan benar, dan selalu memiliki SIM yang masih berlaku. Keselamatan harus menjadi kebutuhan, bukan semata-mata karena takut ada pemeriksaan petugas," ujarnya.




Ia juga mengingatkan bahwa SIM merupakan bukti kompetensi dan pemenuhan persyaratan seseorang untuk mengemudikan kendaraan bermotor sesuai ketentuan yang berlaku.


Operasi Patuh Maung 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Kegiatan ini mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta penegakan hukum secara proporsional.


Melalui operasi ini, Polresta Tangerang berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat. Kepatuhan menggunakan helm dan memiliki SIM diharapkan menjadi kebiasaan setiap pengendara demi mewujudkan lalu lintas yang tertib, aman, dan berkeselamatan.


*Penulis: Eben / Redaksi Mitra Publik News*

Perkuat Sinergi dengan PWI, Kantah Kota Tangerang Buka Diri terhadap Kritik




KOTA TANGERANG | Mitrapubliknews.com -- Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Tangerang, Tardi, bersama jajaran melakukan kunjungan silaturahmi ke Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang, Jalan Daan Mogot Nomor 51 A, Rabu (4/11/2026).


Kunjungan tersebut disambut Ketua PWI Kota Tangerang, Rahmat Herwanto, bersama jajaran pengurus dan anggota. Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dengan membahas pentingnya komunikasi, keterbukaan informasi, serta sinergi antara lembaga pemerintah dan insan pers.


Dalam sambutannya, Tardi menyampaikan apresiasi atas penerimaan PWI Kota Tangerang. Ia menjelaskan, kunjungan tersebut juga merupakan bentuk balasan atas silaturahmi Ketua PWI Kota Tangerang bersama jajaran yang sebelumnya telah berkunjung ke Kantor Pertanahan.




Tardi mengungkapkan, selama kurang lebih satu tahun bertugas di Kota Tangerang, pihaknya terus melakukan pembenahan, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan kepada masyarakat.


Ia mengakui, ketika mulai bertugas, terdapat sekitar 3.500 tunggakan layanan pertanahan yang terakumulasi sejak 2015 hingga 2025. Melalui kerja bersama seluruh jajaran, tunggakan tersebut diklaim telah berhasil diselesaikan.


"Ketika kami datang ke Kota Tangerang, tunggakan pelayanan sampai periode 2025 jumlahnya sekitar 3.500. Alhamdulillah, tim kami bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut. Kami terus bergerak melakukan pembenahan dan perbaikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Tardi.


Dalam kesempatan itu, Tardi juga memaparkan kontribusi sektor pertanahan terhadap pemerintah daerah. Ia menyebut kontribusi yang berkaitan dengan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) pada 2025 hampir mencapai Rp500 miliar. Selain itu, capaian penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Kantor Pertanahan Kota Tangerang pada 2024 mencapai sekitar 99 persen.


Tardi menegaskan, Kantor Pertanahan Kota Tangerang membutuhkan dukungan komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi wartawan, dalam menyampaikan informasi pelayanan kepada masyarakat.


"Kami tidak bisa berdiri sendiri. Walaupun kami sudah bekerja keras dan berupaya memberikan hasil maksimal, tanpa adanya komunikasi dan sinergi dengan pihak lain, hasilnya tidak akan optimal," ungkapnya.


Ia juga menyatakan terbuka terhadap kritik, masukan, maupun koreksi dari insan pers sepanjang bertujuan untuk perbaikan pelayanan publik.


"Kami terbuka untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan melakukan perbaikan pelayanan. Kalau ada hal yang perlu dikomunikasikan dengan kami, silakan disampaikan," tambahnya.


Sementara itu, Ketua PWI Kota Tangerang Rahmat Herwanto menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan, PWI Kota Tangerang tetap berkomitmen menjaga independensi pers dan profesionalisme wartawan.




"Teman-teman wartawan harus tetap kritis. Itu bukan karena persoalan pribadi atau kepentingan ketua, tetapi memang bagian dari tugas dan tanggung jawab seorang wartawan. Bahkan, ada ungkapan, jarum jatuh di Kota Tangerang pun harus diketahui," tegas Rahmat.


Rahmat juga menjelaskan bahwa PWI Kota Tangerang selama ini menjalankan roda organisasi secara mandiri. Hingga saat ini, pihaknya mengaku belum memperoleh hibah kantor dari Pemerintah Kota Tangerang.


Di sisi lain, ia menekankan pentingnya soliditas organisasi pers, khususnya PWI, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), dan Jurnalis Tangerang Raya (JTR), dalam membangun kebersamaan serta menjaga profesionalisme insan pers.


Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan tanpa mengesampingkan independensi pers. Sinergi yang dibangun diharapkan mampu mendorong keterbukaan informasi dan peningkatan kualitas pelayanan pertanahan bagi masyarakat Kota Tangerang. *(Eben)*

Jembatan Apung Siluman Kalibaru Dihentikan! BBWS Turun Setelah Warga Lapor Tarif Rp 2.000 Per Motor




Tangerang | Mitrapubliknews.com -- Pembangunan jembatan apung tanpa izin di Kampung Kalibaru, Desa Kalibaru, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, akhirnya dihentikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cisadane.


Jembatan kayu sepanjang 60 meter dengan lebar 2,8 meter yang menghubungkan Kalibaru dengan Kebon Kuda / Gili Miring tersebut dibangun tanpa izin, dikelola oleh orang luar daerah, dan rencananya akan dikenakan tarif Rp 2.000 per motor.




Kasus ini bermula dari laporan warga. Warga melaporkan adanya pembangunan jembatan apung di wilayah mereka yang dibangun tanpa izin.


> "Ni ada pembangunan jembatan tanpa izin di kelolah oleh orng luar daerah akan di kena kn tarip per motor 2000 tolong di tindak lanjutin," tulis warga dalam laporannya.



Warga juga menyuarakan kekhawatiran soal keselamatan. Jembatan kayu yang dibangun di atas sungai itu dinilai hanya mementingkan uang, tanpa memikirkan nyawa orang yang melintas.



> "Nahhh loh dah mulai kelihatan kan hasil dari ketololan yg hanya mementingkan uang tpi gx mikirin nyawa orang, bukan dapet uang bnyk ini mah malah rugi banyak pasti bakal di bongkar paksa sama pemerintah sebelum ada korban," tulis warga lainnya.



Selain membahayakan, jembatan tersebut juga menutup akses jalur tangkap nelayan dan dikhawatirkan roboh sebelum ada korban.




Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim BBWS Cisadane, Balai Besar Wilayah Sungai dan Dinas PUPR mendatangi lokasi pada Selasa, 4 November 2026 pukul 10.53 - 10.54 WIB.


Lokasi yang didatangi berada di 17 Jalan Kalibaru Gaga, Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten.


Di lokasi, petugas menemukan jembatan apung kayu yang sudah hampir selesai dibangun. Jembatan tersebut memiliki panjang 60 meter dengan lebar 2,8 meter, tembus Kalibaru dan Kebon Kuda / Gili Miring.


"Jembatan apung tembus Kalibaru dan kebon kuda / Gili miring panjang 60 x 2,8 M2, didatangi BBWS, Balai Besar Wilayah Sungai dan PUPR. Sementara dihentikan kerjaannya," keterangan petugas di lokasi.


Petugas kemudian menghentikan sementara seluruh pekerjaan pembangunan jembatan tersebut.


Penutupan itu disambut syukur oleh nelayan. Aliansi Nelayan Banten Bersatu dan Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) secara resmi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BBWS Cisadane dan seluruh pihak terkait.




Ucapan terima kasih itu disampaikan melalui Majalah Nelayan, Tanjung Burung, 4 November 2026.


 "Kami dari Aliansi Nelayan Banten Bersatu dan Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cisadane dan seluruh pihak terkait, atas respon cepat dan tindakan tegas dalam PENUTUPAN JEMBATAN SILUMAN yang berdiri tanpa izin dan telah merugikan serta membahayakan keselamatan nelayan pesisir Banten."


Menurut nelayan, jembatan siluman itu bukan hanya melanggar aturan, tapi sudah menutup akses jalur tangkap, merusak ekosistem, dan mengancam mata pencaharian ribuan keluarga nelayan.


"Penutupan ini adalah bukti bahwa negara hadir untuk nelayan kecil."


Nelayan berharap penutupan ini tidak hanya sementara, tetapi permanen dan dibongkar paksa sebelum jatuh korban.


 "Kami berharap penutupan ini permanen, bukan hanya sementara. Dan kami siap mengawal bersama, agar tidak ada lagi jembatan siluman yang berdiri di atas keringat nelayan."


*Nelayan Bersatu, Laut Terjaga, Banten Berdaulat!*


(*/Eben).

Menjaga Marwah Negara: SWI Soroti Dugaan Kejahatan Sistemik Oknum Jenderal Polri dan Apresiasi Langkah Berani Kapolri Baru





JAKARTA | Mitrapubliknews.com - Menanggapi perkembangan dinamika penegakan hukum terkini terkait pernyataan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra mengenai dugaan tindak penyadapan yang menyeret sejumlah nama mantan pejabat tinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Solidaritas Wartawan Indonesia (SWI) memberikan pandangan kritis sekaligus konstruktif.


Wakil Ketua Umum Solidaritas Wartawan Indonesia (SWI), Pajar Saragih, menilai bahwa substansi dari perkara yang diungkapkan tersebut bukan sekadar pelanggaran etika atau tindak pidana biasa, melainkan sebuah ancaman serius terhadap tata kelola keamanan nasional.


"Jika fakta-fakta hukum nantinya membuktikan adanya keterlibatan oknum perwira tinggi dalam tindakan penyadapan terstruktur ini, maka hal tersebut merupakan bentuk kejahatan yang sangat serius serta cidera substansial terhadap komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara. Perbuatan semacam ini berpotensi merusak reputasi serta kredibilitas Indonesia di kancah internasional," ujar Pajar Saragih dalam keterangan resminya, Rabu (4/11/2026).


Di sisi lain, Pajar Saragih memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kepemimpinan Kapolri yang baru atas ketegasan, integritas, dan keberanian politik hukumnya dalam membongkar serta menindaklanjuti dugaan penyadapan tersebut secara terbuka.


Menurut SWI, langkah berani yang diambil oleh Kapolri baru merupakan cerminan dari komitmen clean and transparent governance di tubuh kepolisian serta bentuk penghormatan terhadap prinsip equality before the law (persamaan di hadapan hukum), tanpa pandang bulu terhadap pangkat maupun jabatan.


Sebagai langkah krusial ke depan, Pajar Saragih mendesak agar jajaran Kepolisian Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Kapolri baru dapat mengusut tuntas perkara ini hingga ke akar-akarnya secara transparan, objektif, dan akuntabel.


"Kami mendorong Kapolri beserta jajaran penegak hukum untuk mengupas habis seluruh konstruksi perkara ini hingga terang benderang. Penanganan yang akuntabel dan berbasis pembuktian ilmiah (scientific crime investigation) sangat diperlukan agar tidak menyisakan ruang bagi spekulasi maupun asumsi-asumsi liar di tengah masyarakat yang berpotensi mengikis kepercayaan publik terhadap institusi Polri," tegas Pajar.


Pajar menutup keterangannya dengan menegaskan bahwa pembongkaran kasus ini harus dijadikan momentum transformatif bagi pembenahan internal Polri demi mengembalikan marwah institusi sebagai pelindung, pengayom, dan penegak hukum yang bermartabat di Republik Indonesia.


(*/Redaksi).